No Branded! Dian Sastro Tampil Membumi dengan Outfit Lokal UMKM Indonesia
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dian Sastrowardoyo kembali membuktikan dirinya sebagai ikon mode sekaligus sosok publik figur yang konsisten mendukung karya anak bangsa.
Baru-baru ini, pemeran utama film Ada Apa dengan Cinta? itu tampil anggun mengenakan outer produksi label lokal Sejauh Mata Memandang, sebuah UMKM fashion yang dikenal karena keberpihakannya pada tradisi, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Outer yang dikenakan Dian dibanderol sekitar Rp1,45 juta, harga yang dianggap wajar mengingat kualitas material serta filosofi yang menyertai tiap helai kain produksi merek ini.
Membumi dengan karya UMKM
Bukan pertama kalinya Dian Sastro tampil dengan busana karya lokal. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap menegaskan pentingnya mendukung produk Indonesia agar UMKM terus tumbuh di tengah gempuran merek global.
Kali ini, pilihan Dian pada outer Sejauh Mata Memandang seakan menegaskan kembali komitmennya, fesyen bukan sekadar soal gaya, tetapi juga soal nilai dan keberpihakan pada ekosistem kreatif di dalam negeri.
Latar Belakang Sejauh Mata Memandang
Sejauh Mata Memandang adalah sebuah brand mode lokal yang lahir dari kecintaan pada kain tradisional dan kepedulian pada bumi. Didirikan oleh Chitra Subyakto, desainer sekaligus creative director yang sebelumnya dikenal di dunia musik dan film.
Brand ini memadukan keindahan motif nusantara dengan sentuhan desain kontemporer. Sejak berdiri pada 2014, Sejauh Mata Memandang menempatkan diri bukan hanya sebagai label fesyen, tetapi juga sebagai ruang cerita budaya Indonesia.
Salah satu ciri khas UMKM ini adalah penggunaan kain hasil tenun dan batik yang dikerjakan oleh pengrajin lokal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatra, hingga Nusa Tenggara.
Rekomendasi juga buat kamu:
Setiap motif membawa kisah dan filosofi, sementara proses produksinya melibatkan komunitas perempuan, pengrajin tradisional, serta kelompok kecil yang mengandalkan keterampilan turun-temurun. Dengan demikian, Sejauh Mata Memandang tidak hanya menghasilkan produk mode, melainkan juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat akar rumput.
Selain itu, brand ini dikenal sebagai pelopor mode berkelanjutan di Indonesia. Mereka berkomitmen menggunakan material ramah lingkungan, meminimalisir limbah tekstil, serta menerapkan prinsip slow fashion.
Filosofi ini sejalan dengan tren global yang semakin sadar akan dampak industri mode terhadap lingkungan. Dalam setiap koleksinya, Sejauh Mata Memandang berusaha menyampaikan pesan tentang pentingnya mencintai bumi sekaligus melestarikan budaya.
Relevansi dan Dukungan Publik Figur
Ketika figur publik sebesar Dian Sastro mengenakan produk Sejauh Mata Memandang, dampaknya tentu lebih luas dari sekadar penampilan.
Ia membantu meningkatkan visibilitas brand lokal di mata masyarakat urban, sekaligus memberi inspirasi bahwa busana lokal bisa tampil sekelas internasional. Harga outer Rp1,45 juta mungkin dianggap premium untuk sebagian kalangan, namun di baliknya ada nilai craftsmanship, pemberdayaan komunitas, dan keberlanjutan yang tidak ternilai.
UMKM seperti Sejauh Mata Memandang adalah contoh konkret bagaimana bisnis fesyen bisa tumbuh dengan misi sosial dan lingkungan yang kuat. Kehadiran publik figur dalam mendukung brand semacam ini menjadi dorongan moral dan komersial agar semakin banyak masyarakat yang berani memilih produk lokal.
Pada akhirnya, momen Dian Sastro mengenakan outer tersebut bukan sekadar berita gaya hidup, tetapi juga perayaan atas potensi UMKM Indonesia yang mampu bersaing di kancah global.
Sejauh Mata Memandang membuktikan bahwa fesyen bisa menjadi medium bercerita tentang budaya, keberlanjutan, sekaligus pemberdayaan, sebuah visi yang semakin relevan di era modern.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk No Branded! Dian Sastro Tampil Membumi dengan Outfit Lokal UMKM Indonesia .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!