Ada Indonesia, Ini 7 Cara Gila Negara di Dunia Rayakan Kemerdekaan: Dari Pesta Seminggu Penuh hingga Langit Penuh Layangan Warna Bendera!

Ket. Momen perayaan kemerdekaan di Eritrea

Doc: Pinterest/K Karel Brone

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Hari kemerdekaan bukan hanya tanggal merah di kalender, melainkan momen penuh makna yang dirayakan dengan beragam cara spektakuler di berbagai belahan dunia. 

Setiap negara punya tradisi khasnya masing-masing, ada yang penuh simbol perjuangan, ada yang sarat pesta pora, bahkan ada yang dirayakan hingga berhari-hari.

Dilansir dari Explore the Archive, berikut tujuh negara yang merayakan kemerdekaan dengan cara paling unik dan luar biasa.

1. Meksiko – Grito de Dolores yang Mengguncang Negeri

Setiap 15 September malam, rakyat Meksiko berkumpul menanti Presiden mereka berdiri di balkon Istana Nasional, membunyikan lonceng, lalu berteriak lantang “¡Viva México!”. 

Tradisi ini meniru seruan Miguel Hidalgo pada 1810. Malam itu langit dipenuhi kembang api, musik mariachi menggema, dan rakyat menari di jalan.

2. Indonesia – Lomba Rakyat yang Penuh Filosofi

17 Agustus identik dengan panjat pinang, lomba makan kerupuk, hingga tarik tambang. Di balik keseruan itu, ada makna perjuangan, kebersamaan, dan gotong royong. Dari desa hingga kota, masyarakat bersatu merayakan kemerdekaan dengan tawa sekaligus rasa hormat pada pahlawan.

3. Norwegia – Parade Anak-Anak, Es Krim, dan Hot Dog

Alih-alih pamer kekuatan militer, Norwegia merayakan Syttende Mai (Hari Konstitusi, 17 Mei) dengan pawai anak-anak membawa bendera, nyanyian nasional, dan pakaian tradisional bunad. Anak-anak bahkan mendapat “izin resmi” makan es krim dan hot dog sepuasnya!

4. Perancis – Bastille Day dengan Pesta di Barak Pemadam

14 Juli di Perancis bukan hanya parade militer megah di Champs-Élysées. Malamnya, rakyat berpesta dansa di stasiun pemadam kebakaran dalam acara Firemen’s Ball. Kembang api di Menara Eiffel jadi puncak kemeriahan yang selalu dinanti.

5. India – Langit Penuh Layangan Warna Bendera

Setiap 15 Agustus, Perdana Menteri mengibarkan bendera di Benteng Merah. Setelah itu, langit India dipenuhi layangan berwarna saffron, putih, dan hijau. Sebuah simbol kebebasan dan harapan yang menggetarkan hati rakyatnya.

6. Korea Selatan – Gwangbokjeol dan Tradisi Pemaafan

Selain upacara resmi, setiap 15 Agustus Korea Selatan memberi grasi kepada tahanan. Ini melambangkan pemaafan dan semangat membuka lembaran baru pasca penjajahan Jepang. Rakyat merayakannya dengan parade, konser, dan pesta budaya.

7. Eritrea – Seminggu Penuh “Independence Week”

24 Mei di Eritrea tak cukup sehari. Perayaan kemerdekaan berlangsung seminggu penuh dengan parade, konser, lomba olahraga, hingga pesta tenda tiap malam. Semangatnya begitu besar hingga menarik wisatawan mancanegara ikut larut dalam kemeriahan.

Dari teriakan lantang “¡Viva México!” hingga seminggu penuh pesta di Eritrea, setiap negara punya caranya sendiri untuk merayakan kemerdekaan. 

Semua menunjukkan satu hal yang sama, kebebasan adalah hadiah berharga yang patut dirayakan dengan penuh kebanggaan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN