Tren Pesta Pernikahan Palsu di Kalangan Gen Z: Seru, Estetik, Tanpa Drama! Kamu Tertarik Coba?

Ket. Ilustrasi / Dekorasi pelaminan

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Pernikahan selalu identik dengan janji suci, keluarga besar, dan yang pasti sederet tekanan sosial. Tapi kini, generasi muda di India. terutama kalangan Gen Z memilih sesuatu yang jauh lebih santai dan menyenangkan yakni pesta pernikahan palsu!

Fenomena unik ini tengah viral dan menjadi tren baru di kota-kota besar seperti Delhi, Mumbai, dan Bengaluru. Berbeda dari resepsi pernikahan biasa, pesta ini tidak melibatkan pasangan sungguhan yang menikah. Sebaliknya, acara ini murni diadakan sebagai hiburan sosial, lengkap dengan segala elemen megah khas pernikahan India tentunya dengan musik Bollywood, tabuhan dhol, tarian, hidangan mewah, hingga dekorasi spektakuler.

Konsep ini mulai mencuat setelah seorang bankir investasi, Sarthak Ahuja, membagikan pengalamannya lewat LinkedIn. Ia menghadiri salah satu pesta ini dan menyebutnya sebagai pengalaman yang “meriah tanpa beban.” Menurut laporan Everything Experiential, acara sejenis di Bengaluru pernah menarik hingga 2.000 peserta, sementara pesta di Delhi dengan anggaran sekitar ?10 lakh (sekitar Rp190 juta) sukses mendulang keuntungan.

Tiket Berbayar, Hiburan Tanpa Komitmen

Harga tiket untuk mengikuti pesta pernikahan palsu ini berkisar antara ?2.000 – ?15.000 (Rp380 ribu hingga Rp2,85 juta), bahkan tersedia tiket pasangan seharga ?10.000 (Rp1,9 juta). Peserta akan dibagi menjadi dua “kelompok pengantin” yakni pria dan wanita, lalu diajak berpartisipasi dalam berbagai permainan seperti Guess the Relative, menari bersama, hingga menikmati prasmanan.

Yang menarik, beberapa penyelenggara juga menyediakan versi bebas alkohol, membuat acara ini lebih inklusif dan ramah keluarga.

Mengapa Jadi Tren?

Tinggal di kota besar dan jauh dari keluarga membuat banyak profesional muda ingin merasakan atmosfer pernikahan tanpa drama, tanpa pertanyaan “kapan nikah?”, dan tentu saja tanpa tuntutan adat. Inilah yang membuat pesta pernikahan palsu jadi begitu populer.

Tak hanya menyenangkan, tren ini juga menguntungkan. Industri pernikahan India yang bernilai sekitar ?130 miliar (Rp24,7 triliun) kini menemukan peluang baru di luar musim pernikahan. Venue dan vendor pernikahan dapat tetap produktif di bulan-bulan sepi seperti Juni hingga Agustus.

Fenomena Global

Uniknya, tren ini kini merambah ke luar India. Frankfurt, Jerman, sempat menggelar acara Band Baaja Baarat-style yang tak melibatkan pengantin sama sekali. Bahkan Dubai ikut mengadopsi konsep ini dengan menghadirkan lomba kostum dan dance-off bertema pernikahan India.

Pesta pernikahan palsu ini menjadi bukti bagaimana generasi muda meredefinisi cara bersosialisasi secara menyenangkan, penuh warna, dan yang terpenting, bebas dari tekanan!

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN