Pernah Hidup Susah, Herjunot Kenang Pungut Makanan di Tempat Sampah Demi Bertahan Hidup!

Doc: Instagram/@herjunotali.studio

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Nama Herjunot Ali identik dengan sosok aktor tampan yang sukses membintangi berbagai film populer di Indonesia. 

Namun, di balik citra glamor yang melekat padanya, Junot, sapaan akrabnya pernah melewati masa-masa kelam yang jauh dari kesan mewah. Pengalaman hidup di London menjadi salah satu bab yang mengajarkan arti perjuangan dan keteguhan hati bagi pria kelahiran 8 Oktober 1985 ini.

Meninggalkan Zona Nyaman

Junot memutuskan merantau ke London dengan tujuan mencari pengalaman baru. Sebagai figur publik yang sudah dikenal di tanah air, langkah ini cukup mengejutkan banyak orang. 

Namun bagi Junot, meninggalkan zona nyaman adalah bagian dari pencarian jati diri. Ia ingin merasakan hidup mandiri tanpa bergantung pada popularitas yang sudah ia bangun di Indonesia.

Sayangnya, hidup di negeri orang tidak semudah yang dibayangkan. Biaya hidup di London sangat tinggi, sementara sumber penghasilan yang ia miliki terbatas. 

Junot sempat melakukan pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup, mulai dari menjaga toko hingga menjadi pelayan. Meski demikian, penghasilannya kerap tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat Perut Kosong Menjadi Guru Kehidupan

Dalam sebuah kesempatan, Junot mengakui bahwa ia pernah berada di titik terendah, kelaparan. Uang yang ia miliki benar-benar habis, sementara kebutuhan makan tidak bisa ditunda. Dari pengalaman itulah muncul kisah yang membuat banyak orang terkejut, Herjunot Ali pernah memungut makanan dari tempat sampah di London demi bisa bertahan hidup.

Ia bercerita bagaimana makanan yang dibuang orang lain, seperti roti atau buah, sering kali masih layak dikonsumsi. 

Dengan rasa lapar yang begitu kuat, Junot menyingkirkan rasa gengsi dan mengambil makanan itu.

Pengalaman pahit tersebut justru menjadi pengingat berharga baginya. Junot belajar bahwa hidup bisa berubah kapan saja, dan tidak ada yang benar-benar menjamin kenyamanan seseorang.

"Gua keluar deh (kabur dari rumah), ternyata kehidupan di luaran sana memang susah tidak segampang itu, habis itu gak ada duit, balik lagi ke rumah," imbuh Herjunot Ali sambil tertawa mengenang masa lalunya. 

"Zaman dulu gua waktu di Inggris gak ada duit kan, jadi gua sama teman-teman ngumpul di suatu tempat, kalau ada orang buang makanan sisa di tong sampah, langsung kita ambil," ungkap Herjunot.

Dari Tempat Sampah Kembali ke Spotlight

Masa-masa sulit itu akhirnya terlewati. Junot kembali ke Indonesia dan melanjutkan karier aktingnya. Film-film besar seperti 5 cm, Supernova, hingga Realita, Cinta, dan Rock n Roll mengembalikan namanya ke puncak popularitas. 

Namun, berbeda dengan sebelumnya, kali ini Junot membawa perspektif baru bahwa kesuksesan tidak boleh membuat seseorang lupa akan kerendahan hati.

Ia kerap menekankan pentingnya menghargai makanan, uang, dan kerja keras. Apa yang dulu ia alami di London membentuk pola pikir bahwa segala sesuatu yang dimiliki saat ini adalah anugerah yang harus disyukuri.

Inspirasi Bagi Generasi Muda

Kisah Junot tentang memungut makanan di tempat sampah mungkin terdengar menyedihkan, tetapi justru menyimpan pesan inspiratif. Ia membuktikan bahwa kegagalan, rasa lapar, dan keterbatasan bukanlah akhir, melainkan proses pembelajaran. Dari pengalaman itulah ia mampu menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan rendah hati.

Bagi generasi muda, cerita Herjunot Ali menjadi pengingat bahwa hidup tidak selalu mulus. Namun, dengan keberanian untuk bertahan dan tekad untuk bangkit, masa-masa sulit bisa berubah menjadi batu loncatan menuju kesuksesan.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN