Selalu ada Drama, Nikita Mirzani Cecar Doktif! Skincare Ilegal dan Tuduhan Mafia Dibongkar

Doc: Kucantik.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret nama Nikita Mirzani kembali memanas. Kamis (14/8/2025), ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadi saksi momen adu pertanyaan tajam antara Nikita dan saksi yang dihadirkan jaksa, yakni Dokter Samira alias Doktif.

Doktif hadir sebagai saksi fakta dalam kasus ini. Ia memberikan keterangan terkait praktik skincare ilegal hingga dugaan relabeling produk kecantikan yang tidak terdaftar di BPOM. Dalam keterangannya, Doktif dengan tegas menyoroti produk-produk yang menurutnya menyalahi aturan.

Namun, bukan sidang Nikita Mirzani namanya jika berjalan tanpa drama. Artis kontroversial ini justru mencuri spotlight dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada Doktif, salah satunya mengenai keabsahan produk yang dijual Reza Gladys.

“Dokter, apakah produk luar negeri yang di-relabel oleh Reza Gladys tapi tidak terdaftar di BPOM boleh dijual bebas di Indonesia?” tanya Niki tajam.

Dengan mantap, Doktif menjawab, “Tidak boleh sama sekali.”

Tak berhenti di situ, Nikita terus menggali. Ia menanyakan soal produk skincare yang menggunakan alat suntik namun dijual secara online di e-commerce.

“Sangat tidak boleh, karena itu hanya bisa digunakan atas anjuran dan pengawasan dokter,” tegas Doktif.

Lalu datang momen yang menarik perhatian publik: Nikita mencoba meluruskan tuduhan yang sempat mencuat tahun lalu, ketika dirinya disebut-sebut sebagai bagian dari "mafia skincare".

“Dokter, apakah benar kita adalah mafia skincare?” tanya Nikita sambil menatap lurus ke arah saksi.

“Oh, tidak. Kita bukan mafia,” jawab Doktif, yang disambut lirikan penasaran dari pengunjung sidang.

Diketahui, kasus ini bermula dari laporan Reza Gladys pada Desember 2024 lalu. Nikita dan asistennya, IM alias Mail, dituding memeras Reza hingga Rp 5 miliar terkait bisnis skincare yang tengah dijalani. Akibatnya, keduanya kini resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak Maret 2025.

Sidang kali ini jelas menunjukkan bahwa perkara ini bukan sekadar soal uang, tapi juga menyentuh reputasi, etika profesi, dan pertarungan opini di ruang publik. Satu hal yang pasti: drama Nikita belum selesai, dan publik tampaknya akan terus menanti episode selanjutnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN