TOKYO- Amerika Serikat dan Tiongkok memperpanjang gencatan perang tarif selama 90 hari ke depan, setelah Presiden Donald Trump, Senin (11/8), menandatangani perintah eksekutif terkait hal itu sebagaimana dilaporkan Reuters.
Tanpa perpanjangan tersebut, produk-produk buatan Tiongkok yang masuk ke AS akan dikenakan tarif tambahan sebesar 24 persen mulai Selasa (12/8).
Para pejabat memastikan bahwa kedua negara berencana memperpanjang penundaan itu setelah melakukan pembicaraan tingkat tinggi di Stockholm, Swedia, akhir Juli lalu.
Informasi tentang perpanjangan itu dilaporkan Reuters dengan mengutip seorang pejabat Gedung Putih.
Sebelumnya, ketika ditanya wartawan soal perpanjangan gencatan tarif yang diteken Mei lalu, Trump menjawab, “Kita lihat saja nanti”.
Dia juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping “amat baik”.
Pada pertengahan Mei, AS dan Tiongkok sepakat untuk menahan tarif tinggi yang saling mereka terapkan selama perang dagang.
Gencatan itu adalah hasil kesepakatan di Jenewa pada putaran pertama perundingan kedua negara. Saat ini, AS memberlakukan tarif 10 persen dari rencana kenaikan 34 persen untuk seluruh impor dari Tiongkok.
Tarif awal 10 persen itu diberlakukan sejak awal April di bawah skema tarif "timbal balik," sementara sisa kenaikannya masih akan dirundingkan.
Tiongkok juga mempertahankan tarif 10 persen dari rencana kenaikan 34 persen untuk seluruh barang AS yang diimpor, sementara sisa 24 persen masih dalam tahap negosiasi.
Rekomendasi juga buat kamu:
Meski menunjukkan sikap lebih lunak terhadap Xi, pekan lalu Trump mengisyaratkan AS bisa memberlakukan tarif baru kepada Tiongkok karena terus membeli minyak dari Russia, setelah sebelumnya mengenakan tarif serupa kepada India.
Level Terendah
Sebelumnya, kantor berita Russia RIA Novosti menghitung impor barang dari Tiongkok di AS terus menurun pada Juni 2025, bahkan mencapai level terendah dalam 16 tahun terakhir. Penurunan itu terjadi di tengah perang tarif di antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu.
Nilai impor barang Tiongkok ke AS pada Juni turun 7,5 persen menjadi 18,95 miliar dollar AS atau sekitar 310 triliun rupiah, dari 20,49 miliar dollar AS pada Mei. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak Februari 2009, ketika nilai impor tercatat sebesar 18,85 miliar dollar AS.
Sementara itu, ekspor barang AS ke Tiongkok justru meningkat 44 persen pada Juni 2025 menjadi 9,44 miliar dollar AS atau sekitar 154 triliun rupiah dari 6,55 miliar dollar AS pada bulan sebelumnya.
Impor ponsel pintar dari Tiongkok ke AS anjlok drastis secara tahunan pada Juni menjadi 726,6 juta dollar AS atau sekitar 11,9 triliun rupiah dari 2,2 miliar dollar AS pada Juni tahun lalu.
Pada semester I- 2025, total impor ponsel pintar dari Tiongkok tercatat sebesar 11,2 miliar dollar AS atau turun hampir 28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu 15,4 miliar dollar AS.
Trump pada Selasa lalu mengatakan kemungkinan akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum akhir tahun ini, asalkan kedua negara dapat mencapai kesepakatan dagang.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Ada Jeda 90 Hari, Trump Perpanjang Gencatan Tarif dengan Tiongkok .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!