Pakasitan dan Qatar Mediasi AS dan Iran dalam Perundingan Teknis di Swiss

Doc: istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM- Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakasitan, Islamabad dan Qatar menjadi mediator perundingan yang melibatkan perwakilan dari Amerika Serikat (AS) dan Iran, Minggu (21/6) di Burgenstock, Swiss.

Menurut keterangan kementerian tersebut, pembahasan itu merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman Islamabad berupa perundingan tingkat teknis antara AS) dan Iran. Perundingan ini dalam rangka menindaklanjuti “Nota Kesepahaman” Islamabad.

Pakistan sendiri menyatakan akan terus memfasilitasi proses tersebut sebagai mediator guna mendukung kemajuan implementasi memorandum tersebut.

Sebelumnya, Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance mengatakan bahwa perundingan tingkat tinggi dengan Iran dapat berlangsung paling cepat pada Minggu.

“Kami akan menjadwalkan perundingan ketika para pejabat utama dari pemerintah Iran, serta pemerintah Qatar dan Pakistan, tiba,” kata Vance kepada Fox News, seraya menambahkan bahwa hal itu dapat terjadi “secepatnya besok.”

Kementerian Luar Negeri Iran juga menyatakan bahwa delegasi Iran akan melakukan perjalanan ke Swiss untuk menindaklanjuti dan menuntut pelaksanaan komitmen dari pihak lain.

Tetap Bebas

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump pada Sabtu (20/6) mengatakan bahwa pelayaran kapal melalui Selat Hormuz akan tetap bebas selama masa gencatan senjata 60 hari dan setelah periode tersebut berakhir.

Namun demikian, pemimpin AS itu tidak menutup kemungkinan pula bahwa Amerika Serikat dapat mengenakan biaya penggunaan jalur laut tersebut pada masa mendatang.

“Tidak akan ada biaya di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata, dan tidak akan ada biaya setelah periode 60 hari tersebut berakhir,” tulis Trump di platform Truth Social.

Meski demikian, pemimpin AS itu menambahkan bahwa apabila kesepakatan damai dengan Iran pada akhirnya gagal tercapai, Amerika Serikat dapat memberlakukan biaya pelayaran sebagai “imbalan atas layanan yang diberikan” serta untuk menutupi biaya yang telah dikeluarkan.

Iran akan menutup Selat Hormuz bagi pelayaran sebagai respons atas pelanggaran memorandum perdamaian oleh Amerika Serikat dan berlanjutnya serangan Israel di Lebanon, menurut pernyataan militer Iran, Sabtu (20/6).

Militer Iran menilai AS telah melanggar nota kesepahaman (MoU) perdamaian karena gagal menjalankan klausul pertama kesepakatan itu, yang mencakup gencatan senjata di seluruh front, termasuk Lebanon.

“Mengingat pelanggaran terang-terangan atas janji AS dan kegagalan mengimplementasikan klausul pertama nota kesepahaman untuk mengakhiri perang, serta sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel di Lebanon selatan," kata Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, seperti dikutip stasiun TV nasional Iran, IRIB.

“Penutupan Selat Hormuz dengan ini diumumkan,” kata markas besar angkatan bersenjata Iran tersebut.Ant/E-9

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN