JAKARTA, KUCANTIK.COM - Belakangan, nama gluten semakin sering muncul di jagat perbincangan publik, apalagi setelah figur publik seperti Ci Mehong kerap mengangkat topik ini di media sosial.
Ia menyebut gluten sebagai musuh tersembunyi dalam pola makan modern. Lalu, apa sebenarnya gluten dan mengapa dianggap berbahaya?
Gluten adalah sejenis protein yang ditemukan pada gandum, barley, dan rye. Zat ini memberi elastisitas pada adonan roti dan membuat teksturnya kenyal.
Meski tampak tak berbahaya, gluten ternyata bisa menjadi masalah serius bagi sebagian orang, terutama mereka yang memiliki intoleransi atau alergi terhadapnya.
Pemicu Penyakit Celiac
Bahaya utama gluten adalah kemampuannya memicu penyakit celiac. Ini adalah kondisi autoimun di mana konsumsi gluten membuat sistem imun menyerang lapisan usus halus.
Dampaknya, penyerapan nutrisi terganggu, menyebabkan anemia, penurunan berat badan drastis, hingga gangguan pencernaan kronis. Menurut Ci Mehong, inilah alasan mengapa beberapa orang mengalami sakit berkepanjangan meski terlihat mengonsumsi makanan sehat.
Gluten Sensitivity Non-Celiac
Tidak semua orang dengan masalah gluten menderita celiac. Ada juga yang mengalami non-celiac gluten sensitivity (NCGS). Kondisi ini memunculkan gejala seperti kembung, sakit perut, diare, kelelahan, bahkan kabut otak (brain fog), tanpa kerusakan usus seperti pada celiac.
Ci Mehong sering mengaitkan hal ini dengan penurunan produktivitas sehari-hari karena tubuh terus berperang melawan zat asing.
Rekomendasi juga buat kamu:
Peradangan Kronis
Gluten juga dikaitkan dengan peradangan sistemik. Bagi sebagian individu sensitif, konsumsi gluten dapat memicu respons peradangan yang berulang, memengaruhi sendi, kulit, hingga fungsi otak.
Ci Mehong kerap menekankan bahwa peradangan bukan sekadar nyeri sementara, tapi bisa menjadi pintu masuk bagi penyakit degeneratif.
Dampak pada Kesehatan Mental
Meski terdengar mengejutkan, penelitian menunjukkan hubungan antara intoleransi gluten dan gangguan mental seperti depresi atau kecemasan.
Peradangan dan gangguan penyerapan nutrisi tertentu terutama vitamin B dan zat besi dapat memengaruhi produksi hormon serta neurotransmitter.
Gluten pada Makanan Olahan
Salah satu hal yang membuat gluten sulit dihindari adalah keberadaannya dalam banyak makanan olahan. Bukan hanya roti atau pasta, tapi juga saus, sup instan, bahkan camilan ringan.
Ci Mehong kerap mengingatkan bahwa membaca label komposisi adalah langkah awal melindungi diri, terutama bagi mereka yang ingin mengurangi risiko masalah kesehatan terkait gluten.
Tidak semua orang harus menghindari gluten. Bagi yang sehat dan tidak memiliki intoleransi, konsumsi gluten dalam jumlah wajar umumnya tidak berbahaya.
Namun, bagi penderita celiac, NCGS, atau individu yang mengalami gejala misterius terkait pencernaan dan energi tubuh, langkah mengurangi atau menghindari gluten bisa menjadi solusi signifikan.***
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kerap Disinggung Ci Mehong, Intip Bahaya Gluten Bagi Tubuh .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!