Desy Ratnasari Wisuda S3 Psikologi, Kenang Janji pada Almarhum Ayah dan Ungkap Perjuangan Panjang

Doc: Instagram.com/desyratnasariterdepan

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Desy Ratnasari resmi merayakan kelulusan program doktor (S3) jurusan Psikologi di Universitas Katolik Atma Jaya pada 12 Juni 2025 lalu. Momen wisuda tersebut menjadi saat yang sangat mengharukan bagi sang politisi sekaligus aktris berusia 52 tahun, hingga meneteskan air mata haru.

Dalam sebuah wawancara di studio Pagi Pagi Ambyar, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2025), Desy mengungkapkan bahwa selesainya studinya ini sekaligus menjadi wujud memenuhi janji lama kepada almarhum ayahnya.

“Aku jadi sedih, jujur mikir ayah saya. Dulu waktu saya mulai jadi artis, sebenarnya nggak diizinin karena Papa takut saya lupa sekolah. Jadi perjanjiannya saya boleh jadi artis asal lulus S1,” ujarnya.

Sayangnya, ayahnya telah lebih dulu meninggal sebelum Desy berhasil menuntaskan pendidikan strata satu. Namun, tekad Desy tetap kuat untuk menepati janji tersebut dan malah melampaui targetnya. Ia pun bercerita,

“Pa sudah saya lebihkan, saya tepati janji saya. Walaupun mulai jalan di dunia musik dan karier, saya merasa kalau ada Papa pasti beda, tapi ada putri saya dan sepupu yang menemani serta merekam momen ini. Alhamdulillah, Allah beri kemudahan.”

Menyelesaikan studi doktor sambil menjalani aktivitas sebagai anggota Dewan ternyata bukan hal yang mudah bagi Desy Ratnasari. Ia harus menjalani proses panjang yang sempat tertunda.

“Waktu S2 biasanya harus selesai dalam dua tahun, tapi saya molor. S1 apalagi, ada riset dan penelitian yang kadang bikin molor. Saat S3, saya juga menginisiasi undang-undang psikologi, sehingga penyelesaian saya sampai 11 semester, padahal normalnya 3,5 tahun,” tuturnya.

Kesuksesan ini juga disambut dengan bangga oleh putri tunggalnya, Nasywa. Ia mengaku terinspirasi oleh kegigihan sang ibu, meski mengaku rencananya tidak akan menempuh pendidikan setinggi itu.

“Aku sudah bilang ke Bunda sebelum beliau menyelesaikan S3, ‘Bun, aku rasa S2 cukup.’ Karena kita nggak tahu apa yang terjadi nanti, qadarullah,” ujar Nasywa.

Desy pun menasehati putrinya agar tidak perlu membatasi cita-cita.

“Jangan pernah mematok diri kita segini saja, kalau bercita-cita minta sama Allah yang lebih tinggi. Kalau lihat pekerjaan saya, setiap hari masih pulang ngerjain PR dan penelitian. Kadang putri saya sudah terbebani duluan gara-gara melihat itu,” kata Desy sambil tersenyum.

Perjalanan akademik Desy Ratnasari ini menjadi inspirasi bahwa semangat dan tekad kuat dapat mengalahkan tantangan waktu dan kesibukan, sekaligus menunjukkan pentingnya menepati janji kepada orang yang kita cintai.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN