Ngeri! Ini Plus Minus Operasi Bariatrik Seperti Pratiwi Novianthy, Bisa Sebabkan Risiko Komplikasi

Doc: Pixabay

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Operasi bariatrik belakangan menjadi sorotan, salah satunya setelah influencer dan YouTuber Pratiwi Novianthy mengungkapkan kisah perjuangannya menjalani prosedur tersebut. 

Pratiwi, yang dikenal terbuka tentang perjalanan kesehatannya, memilih operasi bariatrik yang dilakukan di Penang, Malaysia.

Namun, seperti prosedur medis besar lainnya, bariatrik memiliki sisi positif dan negatif yang patut dipahami.

Plus Operasi Bariatrik

Penurunan Berat Badan Signifikan dan Berkelanjutan

Manfaat paling nyata dari bariatrik adalah penurunan berat badan yang drastis dan relatif cepat. Pasca operasi, pasien bisa kehilangan hingga 50-70% dari berat badan berlebih dalam kurun 1-2 tahun. 

Pratiwi sendiri mengungkapkan penurunan bobot tubuhnya mencapai 15 Kg hanya dalam hitungan 1 bulan, sesuatu yang sulit dicapai dengan diet atau olahraga konvensional.

Perbaikan Kesehatan Secara Menyeluruh

Selain penurunan berat badan, operasi bariatrik terbukti efektif mengatasi penyakit penyerta seperti diabetes tipe 2, hipertensi, sleep apnea, dan kolesterol tinggi. 

Banyak pasien yang setelah operasi dapat mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi obat-obatan kronis. Hal ini tentu berdampak pada kualitas hidup yang lebih baik dan risiko kematian dini yang menurun.

Kesehatan Mental dan Kepercayaan Diri Meningkat

Bagi banyak orang, termasuk Pratiwi, perjuangan melawan obesitas tak hanya soal fisik, tetapi juga mental. Stigma sosial dan rasa rendah diri kerap menghantui. 

Setelah berat badan turun, banyak pasien merasakan lonjakan rasa percaya diri dan kebahagiaan, meski tentu membutuhkan waktu untuk benar-benar pulih secara emosional.

Minus Operasi Bariatrik

Risiko Komplikasi Medis

Sebagai prosedur pembedahan besar, bariatrik tak lepas dari risiko komplikasi seperti infeksi, pendarahan, kebocoran saluran pencernaan, hingga penggumpalan darah. 

Di samping itu, komplikasi jangka panjang seperti sindrom dumping (mual hebat setelah makan), malabsorpsi nutrisi, hingga masalah pencernaan juga mungkin terjadi.

Perubahan Pola Makan Ketat dan Permanen

Bariatrik bukan solusi instan tanpa usaha. Pasca operasi, pasien harus menjalani pola makan yang sangat ketat, terutama dalam enam bulan pertama. 

Ukuran porsi makan menjadi sangat kecil, dan asupan makanan berlemak, bergula, atau terlalu padat harus dihindari. Gagal mematuhi aturan ini bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan memperburuk kondisi kesehatan.

Dampak Psikologis Pasca Operasi

Meski kepercayaan diri meningkat, beberapa pasien mengalami krisis identitas atau depresi karena perubahan tubuh yang drastis. Adaptasi mental sering kali memerlukan dukungan psikologis yang berkelanjutan.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN