Terungkap! 34 Produk Kosmetik Ditarik BPOM karena Kandungan Berbahaya, Ini Daftarnya

Ket. BPOM Temukan Kandungan Berbahaya di 34 Produk Kosmetik, Konsumen Diminta Waspada

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Bagi kamu yang gemar mencoba skincare atau make-up baru, berita ini penting untuk diperhatikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia secara resmi mengumumkan penarikan 34 produk kosmetik dari peredaran. Penarikan dilakukan karena produk-produk tersebut terbukti mengandung bahan berbahaya yang dapat mengancam kesehatan konsumen.

Penertiban ini dilakukan BPOM selama periode April hingga Juni 2025 dan mencakup beragam merek, mulai dari produk lokal, impor, hingga hasil kontrak produksi. Beberapa di antaranya bahkan masih laku keras di pasaran dan beredar luas di platform e-commerce.

Temuan BPOM: 34 Produk Kosmetik Mengandung Zat Berbahaya

Dalam laporan resminya, BPOM mengidentifikasi 34 produk yang mengandung zat berbahaya dan telah melanggar ketentuan keamanan kosmetik. Rinciannya meliputi:

BPOM menemukan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, timbal, pewarna sintetis seperti kuning metanil, serta steroid dalam formulasi produk-produk tersebut. Seluruh izin edar dari produk ini telah dicabut, dan produksi serta peredarannya dihentikan secara permanen.

Lebih lanjut, BPOM juga melakukan tindakan hukum terhadap pelaku usaha yang tetap membandel menjual produk-produk berbahaya ini. Penarikan produk ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko kesehatan jangka panjang.

Kenali Bahan Kosmetik Berbahaya yang Harus Dihindari

Beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam produk-produk tersebut tergolong berisiko tinggi, bahkan bisa menyebabkan efek serius jika digunakan dalam jangka panjang. Berikut penjelasan singkatnya:

  1. Merkuri: Umumnya ditemukan di krim pemutih dan bedak, bisa sebabkan kerusakan ginjal, bintik hitam pada kulit, serta gangguan saraf.

  2. Hidrokuinon: Agen pencerah kulit yang bila digunakan berlebihan bisa menyebabkan iritasi hebat, kerusakan kulit permanen, hingga risiko kanker.

  3. Asam Retinoat: Bahan aktif untuk jerawat, namun berbahaya untuk ibu hamil dan bisa menyebabkan iritasi berat serta kulit menjadi tipis.

  4. Timbal: Ditemukan di lipstik, berdampak buruk bagi sistem saraf dan ginjal.

  5. Pewarna sintetis (seperti kuning metanil, rhodamin B): Dapat memicu kanker dan merusak organ hati serta sistem saraf.

  6. Steroid: Efeknya bisa mempercepat pencerahan kulit, tetapi merusak struktur kulit dan memicu ketergantungan serta iritasi jangka panjang.

Risiko Kesehatan Jangka Panjang

Menggunakan kosmetik mengandung bahan berbahaya bukan cuma soal iritasi kulit biasa. Efek jangka panjangnya bisa mengancam kesehatan secara serius, antara lain:

  • Kerusakan ginjal dan hati

  • Gangguan sistem saraf dan otak

  • Risiko kanker kulit dan organ dalam

  • Kerusakan kulit permanen (ochronosis, kulit menipis)

  • Gangguan hormon dan kehamilan

  • Masalah pernapasan dan iritasi mata

Tips Aman Sebelum Membeli Kosmetik

Kasus ini menjadi peringatan keras agar konsumen tidak mudah tergiur harga murah atau klaim hasil instan seperti “kulit putih dalam 3 hari.” Berikut tips sebelum membeli produk kosmetik:

  • Cek nomor registrasi BPOM secara resmi di situs atau aplikasi BPOM.

  • Baca label dan komposisi secara menyeluruh.

  • Hindari produk tanpa label jelas, apalagi yang dijual di pasar bebas tanpa izin edar.

  • Konsultasikan dengan dokter kulit bila ragu terhadap bahan tertentu.

  • Utamakan produk dari brand terpercaya yang memiliki izin edar resmi dan rekam jejak baik.

Waspadai Tren Kosmetik Tidak Aman

Dengan makin banyaknya produk kosmetik bermunculan di pasaran, konsumen dituntut untuk semakin kritis. Jangan hanya melihat hasil cepat atau harga murah. Ingat, kesehatan kulit dan tubuh adalah investasi jangka panjang.

Kasus 34 kosmetik berbahaya ini menjadi pengingat penting bahwa perlindungan diri dimulai dari pilihan yang cerdas. Pilih kosmetik yang aman, terdaftar, dan berkualitas. Jangan sampai niat mempercantik diri justru berujung pada masalah kesehatan serius.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN