Fakta Mengerikan Di Balik Gemerlap Miss Universe Indonesia 2025! Disebut 'Perangkap Mewah'

Doc: Instagram @itsclarasha

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Ajang Miss Universe Indonesia 2025 tengah jadi buah bibir. Di tengah proses audisi yang mulai memperkenalkan deretan wajah cantik dan bertalenta termasuk nama-nama populer seperti Kirana Larasati dan Soraya Rasyid muncul kontroversi mengejutkan dari balik layar panggung kecantikan ini.

Valery Brahmana, salah satu peserta audisi, membuat publik tercengang lewat unggahannya di media sosial. Dalam video yang viral di X (dulu Twitter), Valery mengaku tidak berharap menang dalam kompetisi ini. Alasannya? Kontrak yang menurutnya tidak masuk akal dan bahkan disebutnya “mengerikan”.

“Enggak usah berharap gue menang. Kontrak ini mengejamkan,” kata Valery, menyiratkan betapa berat dan tidak adilnya sejumlah klausul yang harus ditandatangani finalis.

Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah durasi kontrak selama dua tahun. Lebih dari itu, jika peserta dianggap melanggar kontrak, dendanya bisa mencapai angka fantastis bahkan disebut setara dengan harga sebuah rumah mewah di kawasan elite Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.

“Kalau melanggar, dendanya itu bisa buat beli rumah di PIK 1,” ungkap Valery.

Tak berhenti di situ, Valery juga membeberkan bahwa semua biaya perjalanan termasuk tiket pesawat, visa, paspor, hingga makan sepenuhnya dibebankan kepada para finalis. Artinya, peserta harus merogoh kocek pribadi untuk bisa mengikuti kompetisi yang katanya "bergengsi" ini.

“Visa, paspor, sampai makan semuanya ditanggung kita sendiri,” ujarnya.

Lebih kontroversial lagi, Valery menuding bahwa ajang ini tidak sepenuhnya adil. Ia menyebut adanya “anak titipan” dan finalis yang sudah disiapkan untuk menang, sementara peserta lain hanya pelengkap agar kompetisi terlihat semarak. Ia bahkan menyebut nama artis berinisial “S” yang disebut-sebut masuk Top 30 meski sempat tersandung skandal video syur.

“Yang lolos itu ada yang track record-nya jelas-jelas buruk. Ini salah siapa? Ya national director-nya yang enggak punya visi dan enggak peka,” kritik Valery tajam, merujuk pada kepemimpinan ajang yang kabarnya dikelola oleh pihak asing.

Meski video Valery kini viral dan banyak mendapat respons dari publik, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara Miss Universe Indonesia 2025.

Ajang yang seharusnya menjadi panggung prestasi dan advokasi perempuan ini justru dituding penuh drama, settingan, dan jebakan kontrak yang bikin merinding. Di balik mahkota dan sorotan kamera, tampaknya ada harga mahal yang harus dibayar secara harfiah maupun moral.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN