Selain Rojali dan Rohana, Kini Muncul Istilah Rohalus Hingga Romusa, Bukti Lemahnya Daya Beli?

Doc: Instagram/@lambegosiip

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah (UKM), muncul sebuah fenomena sosial yang kian sering dibicarakan para pelaku usaha, yaitu ROJALI atau Rombongan Jarang Beli dan ROHANA alias Rombongan Hanya Nanya. 

Istilah ini merujuk pada sekelompok orang yang datang beramai-ramai ke sebuah toko, pasar, atau sentra wisata belanja, namun hanya sedikit yang benar-benar melakukan transaksi. 

Fenomena ini cukup menguras tenaga dan ekspektasi para penjual, khususnya di era media sosial yang mendorong budaya window shopping tanpa komitmen membeli.

Asal-Usul Istilah

Istilah ROJALI dan yang lainnya, awalnya beredar di media sosial sebagai candaan internal para pedagang kaki lima, pelaku UMKM, dan pengelola toko kecil. 

Dalam konteks aslinya, ROJALI mengacu pada rombongan pengunjung yang datang hanya untuk melihat-lihat atau sekadar berfoto, tanpa niat membeli barang. 

Fenomena ini diperparah oleh maraknya konten vlog dan TikTok yang menampilkan hunting tempat unik, tanpa memprioritaskan etika berbelanja.

Meski awalnya bernada guyonan, seiring waktu istilah ROJALI menjadi representasi keresahan nyata para pelaku usaha kecil yang merasa dirugikan secara waktu, tenaga, bahkan moral.

Tidak semua pihak memandang ROJALI secara negatif. Beberapa pelaku usaha memanfaatkan momen kunjungan ROJALI sebagai ajang promosi gratis. 

Mereka sadar, meskipun tak terjadi pembelian langsung, video atau foto yang tersebar di media sosial bisa mendatangkan pelanggan potensial di kemudian hari.

Namun, efektivitas branding gratis ini sangat bergantung pada jenis usaha. Toko oleh-oleh atau produk kebutuhan dasar cenderung tidak mendapat efek signifikan, berbeda dengan toko yang menjual barang unik atau estetik yang memang dicari untuk konten visual.

Viral istilah lain

Kini tak hanya ROJALI dan ROHANA, muncul juga istilah lainnya. Seperti ROHALUS: rombongan hanya elus-elus, ROCEGA: rombongan cek harga, ROTASI: rombongan tanpa transaksi, ROSALI: rombongan suka selfi, ROCUTA: rombongan cuci mata dan ROMUSA: rombonga muka susah.

Psikologi di baliknya

Fenomena ROJALI mencerminkan perubahan perilaku konsumen modern yang lebih mengedepankan pengalaman daripada kepemilikan. Tren minimalisme, kesadaran finansial, hingga kemudahan akses belanja online, membuat keputusan pembelian menjadi lebih selektif. 

Banyak orang datang untuk merasakan pengalaman berbelanja tanpa merasa perlu membeli secara langsung.

Di sisi lain, ada juga faktor tekanan sosial di mana anggota rombongan merasa tidak enak meninggalkan kerumunan, meski sebenarnya tak berniat membeli.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN