Ogah Disiksa Kubur, Ci Mehong Kembalikan Uang Belasan Juta Saat Disuruh Review Skincare Abal Abal

Doc: Instagram/@pikbakinghouse

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Influencer dan TikToker Ci Mehong kembali menjadi sorotan setelah tindakannya yang tak biasa di dunia endorsement. 

Ia secara tegas mengembalikan uang belasan juta rupiah dari sebuah brand skincare yang memintanya untuk mempromosikan produk mereka. 

Dilansir dari laman TikTok @pikbakinghouse, alasannya karena ia tidak mau mengendorse produk yang tidak jelas izin dan keamanannya, alias abal-abal.

"Kemarin Ci Mehong disuruh live katanya pabriknya dia, dia sudah bayar tapi gue pulangin," ujarnya, dikutip Minggu, 03 Agustus 2025.

Pemilik nama lengkap Tjie Nofia Handayani ini mengaku telah mengembalikan uang belasan juta dari brand skincare yang tak disebutkan namanya tersebut.

Dalam script yang diberikan, Ci Mehong diminta untuk menjabarkan pencapaian kulit mulusnya berkat brand tersebut, namun ia tidak ingin membohongi orang lain.

"Minta rekening, saya transfer balik Rp12,5 juta, mending gue jual sawo Rp25 ribu modalnya Rp15 ribu dari pada gue disiksa kubur nanti," jelasnya.

"Hati-hati ya temen-temen, semua bohong," pungkasnya.

Risiko mengerikan

Salah satu risiko terbesar dari penggunaan skincare abal-abal adalah iritasi kulit. Produk ini kerap mengandung bahan kimia keras seperti merkuri, hidrokuinon, atau steroid dalam kadar tinggi.

Bahan-bahan ini memang bisa memberikan efek putih dalam waktu singkat, namun penggunaannya tanpa pengawasan medis dapat menyebabkan kemerahan, perih, gatal, hingga kulit melepuh.

Lebih parah lagi, pemakaian jangka panjang dapat merusak lapisan pelindung kulit alami (skin barrier), membuat kulit semakin sensitif, tipis, dan mudah terkena infeksi.

Bahkan, dalam kasus tertentu, pemakaian merkuri yang berlebihan dapat diserap tubuh dan merusak organ vital seperti ginjal dan sistem saraf.

Tak hanya berbahaya bagi diri sendiri, produk skincare ilegal juga menimbulkan risiko bagi orang lain. Misalnya, merkuri yang terlepas ke lingkungan melalui air limbah bisa mencemari air dan tanah, berdampak pada ekosistem dan kesehatan masyarakat.

Selain itu, skincare abal-abal sering kali diproduksi tanpa izin BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) sehingga tidak melewati uji keamanan dan efektivitas. Kemasan yang menarik dan testimoni palsu di media sosial sering kali mengecoh konsumen.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih cermat dalam memilih produk perawatan kulit. Selalu periksa nomor izin edar BPOM, kenali bahan-bahan yang digunakan, dan jangan mudah tergiur dengan janji hasil instan. Ingatlah, perawatan kulit yang aman membutuhkan proses dan konsistensi.***

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN