Terobosan Baru! Vaksin Universal untuk Semua Jenis Kanker Siap Uji Coba pada Manusia

Ket. mRNA Jadi Senjata Baru, Vaksin Kanker Siap Uji pada Manusia

Doc: Freepik

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Harapan baru muncul di dunia medis. Para peneliti kini tengah mengembangkan vaksin universal untuk melawan berbagai jenis kanker.

Vaksin eksperimental ini segera memasuki tahap uji coba pada manusia, setelah menunjukkan hasil menjanjikan dalam studi praklinis menggunakan hewan.

Berbeda dengan vaksin infeksi virus seperti flu yang bertujuan mencegah penyakit, vaksin kanker ini dirancang untuk membantu sistem imun mengidentifikasi dan menyerang sel kanker yang sudah tumbuh, serta mencegah kekambuhan setelah terapi.

Vaksin mRNA dan Peran Sistem Imun

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering mengungkap bahwa vaksin ini memanfaatkan teknologi messenger RNA (mRNA) sama seperti vaksin COVID-19 untuk “mengajari” sel imun mengenali protein khas pada sel kanker.

Dr. Elias Sayour, peneliti utama sekaligus ahli onkologi anak dari University of Florida Health, menjelaskan bahwa vaksin ini bekerja dengan mengaktifkan kembali sinyal interferon tipe-I.

Sinyal ini penting untuk mendukung efektivitas terapi imun yang sudah ada, khususnya immune checkpoint inhibitors, yang bertugas mengembalikan kemampuan sistem imun menyerang sel kanker.

Namun, banyak jenis kanker mematikan sinyal ini, sehingga tubuh kehilangan kemampuan melawan tumor.

Vaksin mRNA eksperimental ini bertindak sebagai “reset” sistem imun, membangkitkan sinyal interferon dan memperkuat respons tubuh terhadap tumor.

Hasil Menjanjikan pada Studi Hewan

Dalam studi praklinis, kombinasi vaksin dengan checkpoint inhibitors terbukti lebih efektif dibanding terapi tunggal, terutama pada tikus dengan melanoma yakni jenis kanker kulit yang kebal terhadap pengobatan.

Bahkan, saat digunakan secara mandiri, vaksin ini juga menunjukkan hasil positif pada glioma (kanker otak) dan osteosarkoma paru (kanker tulang yang menyebar ke paru-paru).

“Saya yakin vaksin ini bisa digunakan untuk semua jenis kanker. Ini adalah pendekatan universal yang sangat potensial,” ujar Sayour, dikutip dari Live Science.

Tantangan Individualisasi dan Strategi Dua Tahap

Meski disebut universal, ada tantangan besar dalam pengembangan vaksin kanker: protein target pada sel kanker bisa berbeda-beda tiap pasien.

Karena itu, vaksin personal tetap dibutuhkan agar terapi benar-benar tepat sasaran. Namun, proses ini memakan waktu cukup lama, hingga berbulan-bulan, sementara kanker bisa terus berkembang dan bermutasi.

Untuk mengatasi hal ini, para peneliti mengembangkan pendekatan baru bernama “two-hit approach” di mana vaksin generik diberikan lebih dulu untuk menghasilkan respons imun awal, lalu disusul vaksin yang telah dipersonalisasi sesuai karakteristik kanker pasien.

Uji coba awal pada manusia telah dimulai, melibatkan pasien dengan kanker kambuhan: glioma tingkat tinggi pada anak-anak dan osteosarkoma metastatik.

Peneliti berharap strategi dua tahap ini dapat memangkas waktu kritis pembuatan vaksin personal, sembari tetap memberikan efek terapi yang maksimal.

“Kami ingin memberikan respons imun secepat mungkin, lalu memperkuatnya dengan vaksin yang dipersonalisasi. Ini bisa menjadi terobosan besar dalam pengobatan kanker,” tambah Sayour.

Ke depan, para peneliti akan terus mengevaluasi keamanan dan efektivitas jangka panjang dari vaksin ini, khususnya dalam mencegah respons peradangan berlebihan yang berpotensi membahayakan pasien.

Jika berhasil, vaksin kanker universal ini berpeluang mengubah wajah terapi kanker secara global dari pengobatan konvensional menjadi pendekatan imunoterapi yang lebih cepat, spesifik, dan menyeluruh.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN