Biaya Transportasi Jadi 'Silent Killer' Keuangan, Ongkos di Bekasi Nyaris Lampaui Gaji Bulanan?

Sabtu, 02 Agu 2025, 12:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Pernah merasa gaji sebulan hanya lewat begitu saja karena habis untuk ongkos transportasi? Rupanya, Cantiks tidak sendiri.

Fenomena ini kini menjadi perhatian serius pemerintah, karena tingginya biaya transportasi harian dinilai sebagai salah satu “silent killer” kondisi keuangan masyarakat perkotaan di Indonesia.

Ket. Foto: Gaji Hanya Numpang Lewat? Biaya Transportasi Bekasi Paling Mahal di Indonesia — Sumber: Instagram.com/dramakrlcommuterline

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku tengah menyiapkan kajian komprehensif untuk menelusuri akar persoalan mahalnya ongkos perjalanan, terutama pada kalangan pekerja komuter.

Yang mengejutkan, dalam banyak kasus, biaya menuju ke stasiun atau terminal justru lebih mahal dibanding harga tiket transportasi massal itu sendiri.

1. Biaya Transportasi Melebihi Standar Ideal Bank Dunia

Menurut standar Bank Dunia (World Bank), pengeluaran ideal untuk transportasi seharusnya tidak lebih dari 10 persen dari total pengeluaran rumah tangga. Namun realita di lapangan berbeda jauh.

Data Survei Biaya Hidup (SBH) BPS 2018 mencatat bahwa rata-rata pengeluaran transportasi di kota-kota besar Indonesia telah mencapai 12,46 persen.

Artinya, masyarakat kota besar kehilangan sebagian besar pendapatan hanya untuk "berpindah tempat", bahkan sebelum memenuhi kebutuhan dasar lain seperti makan, pendidikan, atau kesehatan.

2. Ongkos First Mile dan Last Mile Jadi Masalah Utama

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal, mengungkapkan bahwa akar masalah bukan pada tiket KRL atau bus yang relatif terjangkau karena disubsidi.

Masalah sebenarnya ada pada ongkos menuju simpul transportasi (first mile) dan setelahnya (last mile).

“Kalau naik kereta ongkosnya hanya Rp3.500 sampai Rp6.000, tapi ojek online bisa Rp25.000, belum parkir Rp10.000. Ini yang kita kaji,” jelasnya.

Biaya perjalanan awal dan akhir inilah yang memberatkan masyarakat, terutama yang tidak punya akses langsung ke transportasi publik.

3. Kota-Kota dengan Biaya Transportasi Tertinggi

Data dari BPS juga menunjukkan daftar kota dengan pengeluaran transportasi bulanan tertinggi, dan yang mengejutkan, bukan Jakarta yang memuncaki daftar itu, melainkan kota-kota satelitnya. Berikut datanya:

  • Bekasi: Rp1,9 juta/bulan

  • Depok: Rp1,8 juta/bulan

  • Surabaya: Rp1,6 juta/bulan

  • Jakarta: Rp1,59 juta/bulan

  • Bogor: Rp1,2 juta/bulan

  • Batam: Rp1,17 juta/bulan

  • Makassar: Rp1,15 juta/bulan

  • Jayapura: Rp1,12 juta/bulan

Fakta ini memperlihatkan bahwa mahalnya ongkos transportasi bukan hanya masalah Jakarta, tapi juga menjadi beban merata di kota besar lain di Indonesia.

4. Kemenhub Siapkan Kajian Strategis

Menjawab kondisi ini, Kemenhub sedang menyusun langkah konkrit untuk menekan biaya transportasi publik. Fokus utamanya adalah mencari cara mengurangi biaya perjalanan harian masyarakat, baik untuk kerja, belanja, maupun aktivitas rekreasi.

"Kita akan pelajari bagaimana bisa mereduksi biaya perjalanan dari masyarakat baik itu saat bekerja, belanja, tamasya dan sebagainya," ungkap Risal.

Langkah ini diharapkan menghasilkan kebijakan integrasi transportasi yang lebih efisien dan terjangkau.

5. Studi Kasus Jakarta: Subsidi Transportasi Capai Rp5,16 Triliun

Untuk menjaga tarif transportasi tetap rendah, pemerintah daerah harus merogoh kocek sangat dalam. Contoh ekstrem bisa dilihat di Jakarta, di mana 70 persen dari total anggaran Dinas Perhubungan dihabiskan untuk subsidi.

“Memang anggaran kami Rp7,2 triliun. Anggaran paling besar untuk subsidi,” ujar Syaripudin, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Rinciannya, Rp5,16 triliun digunakan untuk subsidi TransJakarta, MRT, dan LRT.

Sisanya hanya 30 persen yang digunakan untuk pegawai, belanja modal, dan operasional lainnya. Fakta ini menunjukkan bahwa untuk menekan ongkos masyarakat, dibutuhkan komitmen anggaran yang besar menjadi sebuah tantangan besar jika harus diterapkan secara merata di seluruh Indonesia.

Biaya transportasi yang terus membebani masyarakat menjadi isu struktural yang perlu diatasi bersama.

Jika tidak, ongkos harian ke tempat kerja bukan hanya akan memangkas tabungan, tapi juga mempengaruhi kualitas hidup warga kota.

  • Biaya Transportasi Mahal
  • Kota dengan Biaya Transportasi Termahal di Indonesia

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.