Hayolo! Doyan Minum Kopi Hitam Berisiko Jadi Psikopat? Begini Penjelasannya

Doc: Pexels

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menikmati secangkir kopi hitam dengan sepiring camilan di sore hari memang menyenangkan. Namun tahu kah jika hal tersebut berisiko menjadi seorang psikopat?

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Appetite pada tahun 2016, mengungkapkan bahwa pilihan rasa dalam minuman seperti kopi bisa mencerminkan karakter kepribadian seseorang. 

Rasa-rasa yang pahit dan suka terhadap sifat yang gelap memicu seseorang untuk bersikap psikopati.

Penelitian

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Universitas Innsbruck di Austria yang meneliti preferensi rasa dari sekitar 1.000 orang tersebut, mereka yang lebih menyukai rasa pahit pada makanan seperti kopi hitam mendapat skor lebih tinggi pada serangkaian kuisioner kepribadian yang menilai Machiavellianisme. 

Machiavellianisme adalah sebuah istilah yang digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan kepribadian yang gelap, psikopat, narsis, dan sadis.

Saling berkaitan

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menemukan hubungan mengejutkan antara selera rasa dan kepribadian khususnya, kesukaan terhadap kopi hitam ternyata bisa berkaitan dengan kecenderungan antisosial, bahkan psikopat. 

Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang menyukai rasa pahit seperti kopi hitam cenderung memiliki skor lebih tinggi pada apa yang disebut sebagai dark triad.

Menurut peneliti, ketertarikan pada rasa pahit bisa mencerminkan semacam kesenangan psikologis dalam menghadapi ketidaknyamanan atau sensasi ekstrem, sifat yang kerap ditemukan dalam dimensi kepribadian gelap.

Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa semakin tinggi seseorang menikmati makanan atau minuman pahit, semakin kuat pula kemungkinan mereka memiliki ciri-ciri kepribadian gelap.

Meski tentu tidak semua pecinta kopi hitam adalah psikopat, temuan ini membuka perspektif baru bahwa selera rasa bisa jadi lebih berkaitan dengan kepribadian dari yang selama ini kita kira.

Meskipun hasil studi ini menarik, perlu dipahami bahwa korelasi tidak berarti kausalitas. Artinya, menyukai kopi pahit tidak menyebabkan seseorang menjadi psikopat, melainkan hanya ada kecenderungan statistik yang menunjukkan keterkaitan antara dua hal tersebut.

Banyak faktor lain yang memengaruhi kepribadian seseorang, mulai dari lingkungan masa kecil, pengalaman hidup, hingga faktor genetik. Selain itu, preferensi rasa pun bisa dipengaruhi budaya, kebiasaan, dan paparan rasa tertentu sejak kecil.

Temuan ini membuka ruang diskusi dan penelitian lebih lanjut, bukan kesimpulan mutlak. Pecinta kopi hitam mungkin hanya menyukai keaslian rasa kopi tanpa tambahan gula atau susu. Bisa jadi juga mereka lebih menghargai kesederhanaan atau aroma pahit yang kompleks.

Namun, bagi para peneliti psikologi, temuan ini bisa menjadi titik awal untuk menyelidiki lebih dalam bagaimana preferensi sensorik bisa mencerminkan pola kepribadian.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN