Profesi Baru ‘Dokter Labubu’, Spesialis Reparasi Boneka Imut yang Bikin Gemas

Doc: scmp.com

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Di tengah euforia boneka Labubu yang terus memanas, dari antrean panjang di toko hingga harga resale yang bikin geleng-geleng kepala, muncul satu profesi unik yang ikut mencuri perhatian yakni "Dokter Labubu". Mereka bukan tenaga medis sungguhan, tapi bagi para kolektor dan penggemar fanatik, para “dokter” ini adalah penyelamat sejati bagi boneka kesayangan mereka yang rusak atau kusam.

Salah satu nama yang kini jadi idola para kolektor di Shanghai adalah Heartman. Ia bukan hanya piawai menjahit sobekan kecil atau memulihkan warna Labubu yang pudar, tapi juga menyentuh sisi emosional pemiliknya. Dalam satu bulan terakhir, Heartman sudah “menyembuhkan” lebih dari 100 Labubu. "Rasanya seperti dokter beneran, menyembuhkan yang sakit, menyelamatkan yang nyaris rusak," ujarnya, seperti dikutip dari South China Morning Post.

Tingginya permintaan bahkan membuat Heartman mengajak istrinya ikut terlibat dan memindahkan bengkel kecilnya ke studio yang lebih luas. Tarif jasanya pun cukup bersahabat, hanya sekitar 10% dari harga asli boneka yang rata-rata dibanderol 99 yuan (sekitar Rp 220 ribuan). Namun, dengan harga di pasar sekunder bisa mencapai ribuan yuan untuk edisi langka, memperbaiki Labubu jadi pilihan cerdas dan penuh makna.

Labubu sendiri adalah karakter dari The Monsters, seri boneka karya seniman Hong Kong, Kasing Lung. Popularitasnya melejit setelah Pop Mart, perusahaan mainan asal Tiongkok, menggandeng Lung pada 2019. Salah satu pendorong tren adalah Lisa BLACKPINK, yang pernah menyatakan kecintaannya pada Labubu. Sejak itu, Labubu bukan sekadar mainan ia jadi simbol gaya hidup, nostalgia, bahkan investasi.

Menariknya, para "dokter Labubu" ini datang dari berbagai latar belakang. Ada yang mantan teknisi alat medis, ada pula lulusan seni rupa. Di Provinsi Shandong, misalnya, seorang dokter boneka bermarga Cui kini dikenal karena keahliannya mencetak suku cadang mainan mekanik. Beberapa bahkan berani meninggalkan pekerjaan kantoran demi menekuni profesi ini sepenuh hati.

Di media sosial, respons publik terbelah. Ada yang menyayangkan minat besar terhadap “hanya sebuah boneka vinil,” namun tak sedikit pula yang memahami nilai emosional di baliknya. “Kadang, lebih dari sekadar mainan, Labubu adalah kenangan yang hidup,” tulis seorang pengguna.

Fenomena dokter Labubu ini menunjukkan satu hal, di era di mana segala sesuatu bisa viral dan bernilai tinggi, ada ruang luas bagi profesi-prosesi unik yang menggabungkan ketelitian, sentuhan seni, dan tentu saja cinta.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN