Lokasi Transmigrasi Diproyeksikan Jadi Desa Cerdas Berbasi Teknologi Digital
Selasa, 29 Jul 2025, 09:46 WIBJAKARTA- Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman mengatakan lembaga yang dipimpinnya sedang mempersiapkan program transmigrasi 5.0, yakni program sosial sekaligus perancang peradaban di masa depan.
Di sela Rapat Kerja Teknis Ketransmigrasian Nasional di Bali Convention Center, Denpasar, Bali, Senin (28/7), ia mengatakan lima pilar utama transmigrasi 5.0 itu meliputi; pertama, Green Development yakni ramah lingkungan berbasis agro forestry dan energi baru terbarukan (EBT).
Kedua, Smart Village Ecosystem yaitu desa cerdas berbasis teknologi digital dan Internet of Things (IoT). Ketiga, Value-Based Citizenship yakni transmigran sebagai pelopor warga negara yang aktif.
Keempat, Intergenerational Design yakni perencanaan untuk keluarga muda dan lintas generasi, dan kelima, Artificial intelligence (AI) serta Big Data Driven Planning yang berbasis data spasial, prediksi pasar dan proyeksi sosial.
Transmigrasi 5.0 merupakan transformasi total dari proyek pemerintah yang menjadi kolaborasi nasional, dari tanah terlantar menjadi tanah produktif dan cerdas, serta dari beban sosial menjadi kekuatan strategis bangsa.
Kementrans sebelumnya telah menyiapkan program transmigrasi 4.0 yang berbasis edukasi, yakni meningkatkan transmigran berkapasitas sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Selain itu, juga memiliki kapasitas industrialisasi agar bisa menciptakan nilai tambah, hilirisasi untuk produktivitas berkelanjutan, serta digitalisasi untuk rangkai pasok menembus batas.
âJuga kita siapkan skema 5T yaitu TransTuntas, TransLokal, TransPatriot, TransKaryanusa, dan TransGotongRoyong,â Iftitah.
Iftitah mengatakan program transmigrasi tidak bisa berjalan sendiri, yang mana membutuhkan orkestrasi kebijakan dan kekuatan kolektif. Ia pun memastikan Kementerian Transmigrasi akan membangun ekosistem transmigrasi secara utuh dan terintegrasi, dengan kolaborasi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk kepastian hukum tanah.
Kemudian, kerja sama infrastruktur dasar berupa jalan, air bersih, listrik, bekerja sama dengan Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Begitu pula dengan akses pendidikan dan beasiswa patriot, pemberdayaan masyarakat lokal agar tidak terjadi konflik sosial, serta revitalisasi lembaga ekonomi dan kawasan ekspor bersama kebutuhan dan lembaga lainnya, serta utamanya pemerintah daerah dan mitra???? strategis dunia usaha,â katanya.
Sangat Futuristik
Ketua Indonesia Center for Renewable Energy Studies), Surya Darma, mengapresiasi rencana tersebut karena akan mendorong pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di banyak wilayah.
âPemikiran secara konsep, sangat futuristik. Ini perlu penjabaran yang lebih dalam dan perencanaan yang tepat,â kata Surya.
Menurut Surya, transmigrasi5.0 membuat sebaran pemanfaatan energi hijau itu semakin meluas, sehingga mengurangi penggunaan energi fosil.
- digitalisasi desa
- ramah lingkungan
Redaktur: Diapari S
Penulis: Diapari S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.