Payudaranya Membengkak 10 Kg! Wanita Ini Dituduh Mencuri di Supermarket Hingga Harus Hidup di Kursi Roda

Doc: Prez Hilton

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Apa jadinya jika bagian tubuh yang seharusnya tumbuh wajar justru berkembang tak terkendali hingga mengubah seluruh hidup seseorang? Itulah yang dialami Thaynara Marcondes, wanita muda asal Brasil yang harus menanggung beban berat secara harfiah dan emosional karena kondisi medis langka yang dialaminya.

Thaynara semula adalah mahasiswi biasa, menjalani rutinitas layaknya perempuan muda lainnya. Namun dalam beberapa bulan, tubuhnya mengalami perubahan drastis. Payudaranya membesar dengan cepat, bertambah sekitar 750 gram setiap bulan, hingga mencapai bobot total lebih dari 10 kilogram. "Saya bahkan tidak bisa memakai bra lagi. Saya pernah mencoba delapan kemeja dalam sehari dan tak satu pun yang muat. Saat itu saya mulai panik," ceritanya kepada G1 Brasil.

Bukan hanya soal ukuran, beban itu turut menyeret Thaynara ke dalam penderitaan fisik yang luar biasa. Rasa sakit di punggung, leher, dan bahu membuatnya tak lagi bisa berdiri lama atau berjalan jauh. Ia pun terpaksa menggunakan kursi roda untuk beraktivitas.

Tekanan psikologis juga datang dari sekitar. Di jalanan, orang menatap dan berbisik. Di supermarket, ia bahkan pernah dituduh mencuri karena bentuk tubuhnya yang dianggap “mencurigakan.” “Saya merasa seperti tidak punya tempat di dunia ini,” ungkapnya dalam wawancara bersama CNN Brasil.

Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, Thaynara akhirnya didiagnosis mengidap gigantomastia, kondisi langka yang membuat jaringan payudara tumbuh secara berlebihan. Di seluruh dunia, kasus ini hanya terjadi sekitar 300 kali menurut Cleveland Clinic.

Solusinya pun tak mudah. Ia harus menjalani operasi pengangkatan jaringan payudara yang berlangsung selama 10 jam. Sebanyak 10 kilogram jaringan berhasil diangkat. Biaya operasi ini, sekitar Rp117 juta, ia kumpulkan melalui donasi dari para pengikut media sosial yang ikut merasakan penderitaannya.

Kini, Thaynara bisa bernapas lega meski harus menghadapi kenyataan baru. Ia kehilangan sensasi pada area puting dan tak bisa menyusui. Namun yang terpenting baginya adalah bisa kembali menjalani hidup tanpa rasa sakit dan tanpa tatapan penuh curiga. “Saya sering bercermin dan berpikir, ‘Wow, saya cantik sekali!’ Kadang saya menangis karena masih sulit percaya saya bisa melewati semuanya,” ujarnya dengan penuh haru.

Meskipun pemulihan masih terus berjalan dan risiko pertumbuhan kembali tetap ada, Thaynara memilih untuk fokus pada satu hal yakni mencintai dirinya sendiri, apa pun bentuk tubuhnya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN