Benarkah Selingkuh Bisa Diturunkan dari Gen? Jawaban Ilmiahnya Bikin Kamu Kaget!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Apakah perilaku selingkuh semata-mata soal moral dan lingkungan? Atau, bisa jadi ada sesuatu yang lebih dalam seperti faktor genetik yang diam-diam memengaruhi kecenderungan seseorang untuk tidak setia?
Pertanyaan ini sempat menjadi sorotan setelah riset dari Binghamton University, Amerika Serikat, mengungkap kemungkinan keterkaitan antara perselingkuhan dan gen tertentu dalam tubuh manusia. Dalam studi yang dipublikasikan tahun 2010 di jurnal PLOS ONE, para peneliti menyoroti peran gen reseptor dopamin D4, atau yang dikenal sebagai gen DRD4.
Apa Itu Gen DRD4?
Gen ini berperan dalam mengatur reseptor dopamin di otak zat kimia yang terlibat dalam sistem penghargaan, kesenangan, dan motivasi. Salah satu variasi dari gen ini, yaitu varian 7R+, diyakini meningkatkan kecenderungan untuk mencari sensasi baru dan bertindak impulsif, termasuk dalam hal perilaku seksual seperti one-night stand hingga perselingkuhan.
Bagaimana Penelitiannya?
Penelitian tersebut melibatkan 181 mahasiswa dengan usia rata-rata 20 tahun. Mereka diminta mengisi survei anonim mengenai pengalaman seksual dan kemudian menjalani tes DNA dari sampel air liur untuk mengetahui apakah mereka membawa varian gen 7R+.
Hasilnya cukup mencengangkan:
* 45% peserta dengan varian 7R+ mengaku pernah melakukan seks satu malam, dibandingkan dengan 24% peserta tanpa varian tersebut.
* Mereka juga lebih cenderung memiliki pasangan saat berselingkuh, meski jumlah total pasangan seksual tidak terlalu berbeda secara signifikan.
Namun, studi ini bukan tanpa kritik. Jumlah sampelnya kecil dan terbatas pada mahasiswa di satu negara, serta mengandalkan laporan diri yang bisa saja bias. Artinya, hasil ini belum bisa dijadikan kesimpulan mutlak.
Genetik Bukan Satu-Satunya Faktor
Psikoterapis klinis Dr. LeslieBeth Wish mengingatkan bahwa lingkungan keluarga juga berperan besar. Anak-anak yang tumbuh dengan pola pengasuhan di mana perselingkuhan dianggap ‘biasa’, cenderung menormalisasi perilaku tersebut saat dewasa.
Sementara itu, Robert Weiss, pakar hubungan dan penulis buku Out of the Doghouse, menegaskan bahwa genetik hanyalah satu bagian dari puzzle besar. “Sama seperti seseorang bisa punya gen alkoholik tapi tidak menjadi peminum, begitu pula dengan perselingkuhan. Lingkungan, pengalaman hidup, dan kehendak pribadi tetap jadi penentu utama.”
Jadi, Apakah Selingkuh Itu Diturunkan?
Secara ilmiah, genetik memang mungkin memainkan peran kecil. Namun, pilihan untuk selingkuh tetap berada di tangan masing-masing individu. Satu hal yang pasti: kesetiaan tidak ditentukan oleh gen, tapi oleh nilai dan komitmen yang kita pegang.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Benarkah Selingkuh Bisa Diturunkan dari Gen? Jawaban Ilmiahnya Bikin Kamu Kaget! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!