Cuma Pura-Pura Nyedot Ingus! Usaha DJ Panda Minta Maaf Haru ke Erika Carlina Malah Dihujat

Doc: Instagram

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Video klarifikasi berdurasi singkat diunggah DJ Panda di Instagram pada Selasa, (22/7). Bukannya meraih empati, penampilan emosionalnya malah menuai kritik pedas dari netizen. Alih?alih tulus, banyak yang menilai air mata dan hentakan DJ Panda tampak seperti akting murahan tanpa satu tetes airmata sungguhan.

Permintaan Maaf yang Disorot, Tapi…

Dalam video, DJ Panda, alias Giovanni Surya Saputra, tampak berusaha menahan tangis saat menyampaikan permintaan maaf kepada Erika Carlina dan DJ Bravy. Dia mengakui sepenuhnya sebagai ayah dari bayi yang dikandung Erika, dan meminta maaf atas tindakan kasar, ucapan ancaman, serta parodi tak pantas dengan Nathalie Holscher. Seolah ingin menebus segalanya, namun…

Tudingan “Pura-Pura” Datang

Komentar pedas langsung meledak, menyoroti ekspresi DJ Panda yang dianggap terlalu “matang” untuk menangis. Seperti yang berdengung, “Hafalin dulu dialognya… jangan pura-pura nyedot ingusnya, soalnya kelihatan banget aktingnya ya.” sahut netizen lain, “Air mata buaya… nggak ada airnya, ternyata kalau nangis.”

Sindiran pedas ini menggambarkan bagaimana netizen meragukan ketulusan Panda, menganggapnya malah menampilkan skenario.

Setelah Klarifikasi Panjang, Job Dibatalkan

Terlepas dari intensitas emosinya, video tersebut justru memicu reputasi hancur. DJ Panda kehilangan banyak panggung, bahkan 14 klub malam membatalkan penampilannya setelah isu kehamilan Erika merebak. Tekanan ini seolah menjadi efek negatif langsung dari video yang justru membuka luka lama.

Terlalu Banyak Pengakuan, Tapi Tidak Menenangkan

DJ Panda membeberkan serangkaian kesalahan dari perilaku kasar, ancaman, hingga parodi Nathalie Holscher yang dinilai merendahkan. Ia mengaku terpicu oleh unggahan Erika, namun tetap mengaku sepenuhnya bertanggung jawab. Sayangnya, akar masalah tak hanya soal pengakuan, tapi sikap ke depannya tidak dicukupi.

Respons netizen lebih banyak mengejek format video daripada menyambut permintaan maafnya. Fokus netizen bukan pada niat baik, tapi pada bagaimana pengklaiman tersebut disampaikan dari intonasi, dramatisasi palsu, dan ekspresi berlebihan.

Permintaan maaf DJ Panda, meski niatnya baik, runtuh karena dugaan akting yang berlebihan dan format penyampaian yang kurang jujur. Alih-alih membalik simpati, tangisan itu justru menjadi bahan olokan. Yang lebih jauh, pembatalan manggung menandakan bahwa kepercayaan publik sudah tergerus.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN