Waspada Konsumi Martabak Manis Berlebih, Tak Cuma Bikin Gendut Tapi Bisa Berujung Fatal!

Doc: Pixabay

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Martabak manis adalah salah satu makanan khas Indonesia yang digemari banyak orang. Rasanya yang lezat dengan berbagai topping, seperti cokelat, keju, kacang dan susu kental manis, menjadikan martabak manis pilihan favorit untuk camilan. 

Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi martabak manis secara berlebihan dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan. Hal itu diungkap Grace Tahir dalam konten miliknya di platform TikTok.

Direktur Mayapada Hospital ini menerangkan bahaya yang bisa ditimbulkan jika sering mengkonsumsi martabak. Bahkan binaragawan Ade Rai saja memilih untuk konsumsi mie instan dibanding martabak.

"Kalau martabak itu ada tepungnya, ada ekstra gulanya, ada margarinnya bukan mentega ya, ada meses coklatnya lagi, pokoknya bisa luar biasa banyak gula, banyak makanan yang diproses dalam sebuah martabak itu sangat berbahaya buat kamu," jelasnya.

Bahaya sering konsumsi martabak manis

Dilansir dari laman Klinik Pintar, sering mengkonsumsi martabak manis memang memiliki sejumlah risiko bagi kesehatan. Salah satunya adalah tinggi kalori dan juga gula.

Martabak manis mengandung gula dalam jumlah yang sangat tinggi, terutama dari adonan, topping, dan tambahan susu kental manis.

Tingginya kalori dalam martabak manis bisa menyebabkan penumpukan lemak jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.

Hal yang paling rentan terjadi adalah masalah kegemukan. Kombo antara gula dan tepung menjadi kombinasi 'mematikan' jika sering dikonsumsi apalagi dalam takaran yang besar.

Tak hanya itu, asupan gula berlebih dalam jangka panjang meningkatkan risiko resistensi insulin, yang berujung pada diabetes tipe 2.

Tinggi lemak jenuh dan rendah serat

Selain terigu, margarin, mentega, dan minyak yang digunakan dalam pembuatan martabak manis mengandung lemak jenuh yang tinggi. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung. 

Lemak jenuh berlebih juga berkontribusi pada penumpukan plak di pembuluh darah, menyebabkan hipertensi dan serangan jantung. Selain itu, martabak manis hampir tidak mengandung serat karena bahan dasarnya terdiri dari tepung terigu dan gula.

Gula memiliki reputasi 'pahit' dalam hal kesehatan. Gula terjadi secara alami dalam semua makanan yang mengandung karbohidrat, seperti buah-buahan dan sayuran, biji-bijian, dan susu. Mengonsumsi makanan utuh yang mengandung gula alami tidak apa-apa namun tetap harus diperhatikan.

Apalagi kini banyak sekali kudapan dan minuman dengan kadar gula tinggi yang bisa dengan mudah dibeli, termasuk anak-anak. Sehingga alangkah baiknya orang tua memperhatikan jajanan yang dibeli oleh anak setiap harinya.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN