5 Drakor Paling Kontroversial Sepanjang Masa! Rasis, Vulgar, hingga Menginjak Sejarah, Kok Bisa Tayang?

Doc: JTBC

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Drama Korea (drakor) identik dengan romansa manis, kisah menyentuh, dan akting yang bikin baper. Tapi, gak semua drakor punya cerita seaman itu. 

Beberapa justru menyentuh tema-tema berani, bahkan tabu yang membuat penonton naik pitam. Mulai dari isu seksual, hubungan tak pantas, hingga penggambaran sejarah yang diputarbalikkan, kelima drama ini pernah menciptakan badai kontroversi di industri hiburan Korea.

Berikut lima drama Korea paling panas yang pernah menuai pro dan kontra publik!

1. Joseon Exorcist (SBS, 2021)

Tayang 2 Episode, Langsung Dihapus! Menggabungkan horor supranatural dengan sejarah Dinasti Joseon, drama ini awalnya mencuri perhatian. Sayangnya, di dua episode pertama saja, muncul properti dan makanan bergaya Tiongkok yang dianggap mencederai budaya Korea. 

Bukan itu saja, penggambaran Raja Taejong yang brutal dalam cerita juga memantik kritik keras karena tidak sesuai catatan sejarah. Petisi penarikan drama ini ditandatangani ratusan ribu orang, dan banyak brand mencabut sponsor. Hasilnya? Drama ini dihentikan total setelah dua episode saja!

2. Snowdrop (JTBC, 2021) 

Jisoo BLACKPINK gak luput dari amarah publik. Diperankan Jisoo dan Jung Hae In, Snowdrop berlatar 1987, masa krusial dalam sejarah gerakan demokrasi Korea Selatan. 

Namun, bocoran awal sinopsis bikin publik murka. Karakter utama pria disebut sebagai mata-mata Korea Utara yang menyusup sebagai aktivis pro-demokrasi. Hal ini dianggap melecehkan perjuangan para aktivis sungguhan. Meskipun akhirnya tetap tayang, drama ini menghadapi boikot besar-besaran.

3. Backstreet Rookie (SBS, 2020)

Romantis? Lebih mirip problematis! Drama ini awalnya terlihat ringan, komedi romantis tentang pekerja di toko kelontong. Namun, konflik muncul saat tokoh dewasa, diperankan Ji Chang Wook, terlibat asmara dengan gadis SMA, diperankan Kim Yoo Jung. 

Netizen mengecam hubungan tersebut sebagai tidak pantas. Tak cukup sampai situ, muncul pula adegan dan karakterisasi rasis terhadap orang kulit hitam, seperti penggunaan stereotip negatif. Kritikan pedas pun tak terelakkan.

4. The Penthouse Season 3 (SBS, 2021)

Drama tajir melintir yang kebablasan. Setelah sukses besar di dua musim sebelumnya, The Penthouse 3 justru disorot karena karakter Alex, berpenampilan dengan dreadlock, gigi emas, dan tato wajah ala budaya Afrika-Amerika. Publik menilai ini sebagai bentuk perampasan budaya dan stereotip rasis.

Kontroversi makin membesar saat tim produksi memasukkan rekaman asli dari tragedi bencana Pohang dan Gwangju di episode akhir. Banyak yang menilai langkah ini sangat tidak peka terhadap korban dan keluarga yang terdampak.

5. The World of the Married (JTBC, 2020)

Drakor penuh intrik, tapi juga kritik. Drama tentang perselingkuhan ini membuat nama Han So Hee meroket. Namun, di balik alur balas dendam sang istri, terselip adegan yang dianggap menormalisasi kekerasan seksual dan prostitusi.

Ada momen POV dari pelaku kekerasan seksual yang dinilai sangat problematik dan misoginis. Banyak penonton menyayangkan pendekatan cerita yang dianggap terlalu vulgar dan tidak mendidik.

Tak semua drakor ditelan mentah-mentah oleh publik. Ketika cerita menyentuh isu-isu sensitif seperti seksualitas, rasisme, atau sejarah, penonton pun tak segan bersuara keras. 

Drama-drama di atas adalah bukti bahwa batas antara keberanian dan kontroversi sangat tipis, dan ketika terlampaui, konsekuensinya bisa sangat besar.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN