Ngeri! dr Tirta Prediksi Fenomena Bocil Cuci Darah di Masa Depan, Hal Sepele Ini Biang Keroknya!

Doc: Instagram/@dr.tirta

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dokter Tirta pernah memprediksi tentang merosotnya kesehatan anak muda di masa depan karena jarang berolahraga. Dilansir dari akun Instagram @viralepost.id, dalam sebuah kesempatan ketika menjadi bintang tamu podcast, ia menjelaskan tentang kebiasaan buruk anak muda zaman sekarang yang enggan berolahraga.

Hal ini memiliki dampak sangat buruk bagi kesehatan hingga berujung dengan cuci darah yang harus rutin dilakukan. Tak hanya orang dewasa dan remaja, namun juga anak-anak. Berikut beberapa penyebab kerusakan ginjak yang membuat penderitanya harus cuci darah atau hemodialisa.

Jarang berolahraga 

Pemilik nama lengkap Tirta Mandhira Hudhi  menyoroti gaya hidup anak muda yang enggan berolahraga. Hal ini lah yang menjadi cikal bakal penyebab harus mencuci darah di masa depan.

"Bayangin kalau gaya hidup mu jelek, 10 tahun lagi itu yang paling laris adalah hemodialisa alias cuci darah," ujarnya.

"Gaya hidup jelek itu berpengaruh pada kualitas ginjal, kalau misal kalian di masa muda gemar hidup minum kopi dan gula tapi gak olahraga, sehingga gula di dalam darah menumpuk, 10 tahun lagi dari sekarang secara analisa, seluruh lab hemodialisa di rumah sakit akan penuh," jelasnya.

Makananan dan minuman tidak sehat

Menilik dari kegemaran anak kecil jajan, banyak makanan dan minuman yang justru dilarang terlalu banyak dikonsumsi. Seperti ciki-cikian dan minuman berpewarna dan berprisa. Kandungan pemanis buatan yang tinggi dan natrium berlebih, membuat ginjal harus bekerja ekstra sehingga menyebabkan rentannya keruasakan organ tersebut.

Pengertian Cuci Darah

Cuci darah, atau dalam istilah medis disebut hemodialisis, adalah salah satu metode perawatan bagi pasien yang mengalami gagal ginjal. Ketika ginjal tidak lagi mampu berfungsi secara normal, tubuh tidak bisa lagi membuang limbah dan kelebihan cairan dari darah secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan bantuan mesin hemodialisis untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah.

Ginjal yang sehat biasanya berfungsi menyaring sekitar 200 liter darah per hari, membuang limbah, racun, dan cairan berlebih melalui urin. Pada penderita gagal ginjal kronis atau akut, kemampuan ini hilang sehingga terjadi penumpukan racun dalam tubuh yang dapat membahayakan kesehatan.

Dalam beberapa kasus, pasien cuci darah tak hanya didominasi oleh orang dewasa, namun ada pula anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Berbagai macam jajanan seperti minuman kemasan yang dikonsumsi setiap hari secara rutin, meningkatkan risiko gagal ginjal yang mengharuskan pasien melakukan cuci darah secara berkala.

Fenomena anak-anak yang harus menjalani cuci darah atau hemodialisis menjadi perhatian serius. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyakit ginjal bawaan, infeksi, kelainan genetik, penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, serta faktor lingkungan seperti paparan zat kimia berbahaya. Meningkatnya kasus ini menjadi alarm bagi orang tua untuk lebih memperhatikan kesehatan ginjal anak-anak mereka

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN