Mengenal The Trimates, Trio Perempuan yang Mengubah Cara Dunia Memahami Primata

Jum'at, 06 Nov 2026, 18:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Dunia penelitian satwa liar, khususnya primata, memiliki sejumlah perempuan yang kontribusinya masih dikenang hingga sekarang. Tiga di antaranya adalah Jane Goodall, Dian Fossey, dan Biruté Galdikas yang dikenal dengan sebutan The Trimates.

Ketiganya merupakan peneliti yang mendapat dukungan dari antropolog Louis Leakey untuk mempelajari kehidupan kera besar di habitat aslinya. Meski meneliti spesies berbeda, hasil pengamatan mereka memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan upaya konservasi satwa liar.

Ket. Foto: Mengenal The Trimates, Trio Perempuan yang Mengubah Cara Dunia Memahami Primata — Sumber: Istimewa

Lantas, siapa saja sosok di balik The Trimates dan apa kontribusi mereka?

1. Jane Goodall, Peneliti yang Mengungkap Perilaku Simpanse

20261106150739_jane.jpeg

Jane Goodall atau Dame Valerie Jane Morris-Goodall merupakan primatolog dan antropolog asal Inggris yang dikenal sebagai pakar simpanse.

Mengutip situs Jane Goodall Institute, penelitiannya terhadap simpanse liar dimulai pada 1960 di Gombe, Tanzania. Saat itu, ia berusia 26 tahun dan menjalankan penelitian dengan dukungan antropolog Louis Leakey.

Salah satu temuannya yang paling terkenal adalah kemampuan simpanse membuat dan menggunakan alat. Penemuan tersebut mengubah pemahaman ilmuwan mengenai perilaku hewan karena sebelumnya penggunaan alat kerap dianggap sebagai kemampuan khas manusia.

Perempuan kelahiran 3 April 1934 ini juga memperkenalkan metode pengamatan yang lebih dekat dengan kehidupan individu simpanse. Ia memberikan nama kepada hewan-hewan yang ditelitinya serta mempelajari kepribadian, emosi, dan hubungan sosial mereka.

Setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, Jane turut aktif memperjuangkan perlindungan satwa dan lingkungan. Ia mendirikan Jane Goodall Institute pada 1977 serta program Roots & Shoots pada 1991 untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan konservasi.

2. Dian Fossey, Perempuan yang Mendedikasikan Hidup untuk Gorila Gunung

20261106150753_dian.jpeg

Mengutip The Gorilla Organization, Dian Fossey yang lahir pada 16 Januari 1932 mulai meneliti gorila gunung di kawasan Pegunungan Virunga, Rwanda, pada 1967.

Ia kemudian mendirikan Karisoke Research Center sebagai pusat penelitian dan pengamatan kehidupan gorila di habitat alaminya.

Selama bertahun-tahun, Dian mempelajari perilaku, hubungan sosial, serta kehidupan kelompok gorila gunung. Ia juga berupaya mengubah pandangan masyarakat yang selama ini menganggap gorila sebagai hewan buas dan menakutkan.

Kepeduliannya tidak hanya terbatas pada penelitian. Dian turut memperjuangkan perlindungan gorila dari perburuan liar dan kerusakan habitat.

Bahkan, ia mendirikan Digit Fund untuk mendukung patroli antip perburuan setelah gorila kesayangannya, Digit, dibunuh oleh pemburu liar.

Dian meninggal dunia pada 1985 di pusat penelitiannya di Rwanda. Meski demikian, upaya perlindungan gorila yang dirintisnya terus dilanjutkan melalui organisasi konservasi yang berkembang dari warisannya.

3. Biruté Galdikas, Peneliti yang Mempelajari Orangutan di Kalimantan

20261106150808_birute.jpeg

Berbeda dari Jane dan Dian, Biruté Galdikas memilih orangutan sebagai objek penelitiannya.

Mengutip National Geographic, perempuan bernama lengkap BirutÄ— Marija Filomena Galdikas ini tiba di kawasan Tanjung Puting, Kalimantan, pada 1971 untuk memulai penelitian jangka panjang terhadap orangutan liar.

Ia mendirikan Camp Leakey, sebuah kamp penelitian yang namanya diambil untuk menghormati Louis Leakey. Dari tempat tersebut, Biruté mengamati kehidupan orangutan, mulai dari kebiasaan mencari makan, berpindah tempat, hingga perilaku membangun sarang di pepohonan.

Selain melakukan penelitian, Biruté juga aktif dalam penyelamatan dan rehabilitasi orangutan. Pada 1986, ia mendirikan Orangutan Foundation International (OFI) untuk mendukung perlindungan orangutan beserta habitat hutannya.

Biruté meninggal dunia pada 24 Maret 2026. Melalui penelitian dan kegiatan konservasi selama lebih dari lima dekade, ia meninggalkan kontribusi penting bagi pemahaman dan perlindungan orangutan, khususnya di Kalimantan.

Kisah Jane Goodall, Dian Fossey, dan Biruté Galdikas menunjukkan bahwa penelitian ilmiah tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mendorong perubahan dalam cara manusia memperlakukan alam.

Melalui dedikasi mereka, dunia memperoleh pemahaman lebih luas mengenai kehidupan primata. Perjuangan ketiganya juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian satwa liar dan habitat tempat mereka tinggal.

  • The Trimates
  • Ilmuwan Perempuan Dunia

Redaktur: Fitrya A Kusumah

Penulis: Fitrya A Kusumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.