10 Gejala Sakit Ginjal yang Sering Diabaikan, Mudah Lelah hingga Urine Berbusa!
Senin, 02 Nov 2026, 20:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Penyakit ginjal menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai karena sering kali berkembang secara perlahan tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Bahkan, seseorang bisa saja merasa tubuhnya baik-baik saja meskipun fungsi ginjal mulai mengalami penurunan.
Kondisi ini membuat banyak orang tidak menyadari adanya gangguan pada organ penting tersebut hingga penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius.
Ginjal sendiri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Organ ini bertugas menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme melalui urine, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta membantu mengatur tekanan darah.
Lantas, apa saja tanda-tanda sakit ginjal yang jarang disadari? Berikut beberapa gejala yang perlu Cantiks perhatikan!
1. Tubuh Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas
Sering merasa lelah padahal tidak melakukan pekerjaan berat? Kondisi ini ternyata bisa menjadi salah satu tanda gangguan fungsi ginjal.
Ketika ginjal mengalami kerusakan, produksi hormon eritropoietin yang membantu pembentukan sel darah merah dapat terganggu.
Akibatnya, seseorang berisiko mengalami anemia yang membuat tubuh kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen secara optimal.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan tubuh terasa lemas, cepat kehabisan energi, hingga kesulitan berkonsentrasi.
2. Urine Berbusa dan Tidak Kunjung Hilang
Urine berbusa mungkin terlihat seperti hal sepele. Namun, jika kondisi tersebut terjadi berulang kali dan busanya menetap, Cantiks sebaiknya tidak mengabaikannya.
Urine yang berbusa secara berlebihan dapat menjadi tanda adanya protein dalam urine atau proteinuria.
Kondisi tersebut bisa terjadi ketika penyaring kecil di dalam ginjal mengalami kerusakan sehingga protein yang seharusnya tetap berada di dalam darah justru keluar bersama urine.
Meski begitu, urine berbusa tidak selalu menandakan penyakit ginjal. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
3. Kaki dan Pergelangan Kaki Sering Bengkak
Pernah mengalami kaki bengkak meskipun tidak berdiri terlalu lama?
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah penumpukan cairan akibat gangguan fungsi ginjal.
Ketika ginjal tidak mampu membuang kelebihan garam dan cairan dengan baik, tubuh bisa mengalami pembengkakan atau edema.
Biasanya, pembengkakan dapat terlihat pada bagian kaki, pergelangan kaki, tangan, hingga wajah.
Jika terjadi berulang kali tanpa penyebab yang jelas, kondisi ini sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis.
4. Kulit Terasa Kering dan Gatal
Jangan buru-buru menganggap kulit kering dan gatal hanya disebabkan oleh cuaca panas atau kurang menggunakan pelembap.
Pada penyakit ginjal yang sudah berkembang, penumpukan zat sisa serta gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh dapat memicu rasa gatal pada kulit.
Keluhan ini terkadang muncul tanpa disertai ruam yang jelas dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika rasa gatal berlangsung lama, tidak membaik, atau disertai keluhan lain, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan.
5. Frekuensi Buang Air Kecil Berubah
Perubahan kebiasaan buang air kecil juga perlu diperhatikan.
Sebagian orang dengan gangguan ginjal mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil, terutama pada malam hari.
Sebaliknya, pada kondisi gangguan ginjal yang lebih berat, jumlah urine justru bisa berkurang secara signifikan.
Perubahan ini tidak boleh langsung dianggap sebagai penyakit ginjal karena bisa dipengaruhi berbagai faktor lain. Namun, jika terjadi terus-menerus, pemeriksaan medis diperlukan.
6. Sering Mengalami Kram Otot
Kram otot yang muncul berulang kali, terutama pada kaki, juga dapat berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal.
Hal ini bisa terjadi akibat ketidakseimbangan elektrolit dan mineral dalam tubuh.
Ginjal memiliki peran penting dalam mengatur kadar berbagai mineral, termasuk natrium, kalium, dan kalsium.
Ketika keseimbangannya terganggu, seseorang dapat mengalami kram, kelemahan otot, hingga rasa tidak nyaman pada bagian tubuh tertentu.
7. Nafsu Makan Menurun dan Sering Mual
Gejala lain yang terkadang tidak disadari adalah perubahan nafsu makan.
Pada gangguan ginjal yang sudah cukup lanjut, zat sisa metabolisme dapat menumpuk dalam darah dan memicu keluhan seperti mual, muntah, serta hilangnya nafsu makan.
Sebagian orang juga mengalami perubahan indra perasa sehingga makanan terasa berbeda dari biasanya.
Jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus dan disertai gejala lainnya, jangan menunda pemeriksaan.
8. Sulit Tidur pada Malam Hari
Kesulitan tidur ternyata juga bisa dialami oleh orang dengan penyakit ginjal kronis.
Gangguan keseimbangan zat dalam tubuh, rasa gatal, kram otot, hingga perubahan pola buang air kecil dapat membuat seseorang sering terbangun pada malam hari.
Akibatnya, kualitas tidur menurun dan tubuh terasa semakin lelah ketika menjalani aktivitas pada siang hari.
9. Sulit Berkonsentrasi dan Sering Merasa Linglung
Jangan hanya mengaitkan kesulitan berkonsentrasi dengan kurang tidur atau terlalu banyak pekerjaan.
Pada gangguan ginjal yang sudah lanjut, penumpukan zat sisa metabolisme dan kondisi anemia dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk bekerja secara optimal.
Beberapa orang bisa mengalami kesulitan fokus, mudah merasa lelah, hingga mengalami gangguan daya ingat.
Meski demikian, gejala ini juga dapat disebabkan oleh banyak kondisi kesehatan lainnya.
10. Sesak Napas Tanpa Penyebab yang Jelas
Sesak napas menjadi salah satu keluhan yang perlu mendapatkan perhatian serius.
Pada penyakit ginjal yang sudah lanjut, kelebihan cairan dalam tubuh dapat menumpuk dan memengaruhi paru-paru.
Selain itu, anemia akibat penyakit ginjal juga dapat membuat tubuh kekurangan pasokan oksigen sehingga seseorang lebih mudah mengalami sesak napas.
Jika sesak napas terjadi secara mendadak, terasa berat, atau disertai nyeri dada, segera cari pertolongan medis.
Jangan Menunggu Gejala Ginjal Semakin Parah!
Penyakit ginjal kronis sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Artinya, seseorang tidak bisa memastikan kondisi ginjal hanya berdasarkan apa yang dirasakan oleh tubuh.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), pemeriksaan darah dan urine menjadi cara penting untuk mengetahui kondisi fungsi ginjal.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain tes kreatinin darah untuk memperkirakan laju filtrasi glomerulus atau eGFR, serta pemeriksaan urine untuk mengetahui keberadaan albumin atau protein.
Karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan berat untuk memeriksakan diri. Menjaga tekanan darah, mengontrol gula darah, menerapkan pola makan seimbang, serta menggunakan obat sesuai anjuran tenaga medis merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan ginjal.
Ingat, satu atau beberapa gejala di atas tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit ginjal. Namun, perubahan tubuh yang menetap dan tidak biasa sebaiknya tidak diabaikan.
- kaki bengkak
- ginjal
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.