Dari Louis Vuitton hingga Prada, Intip Kawasan Belanja Mewah yang Jadi Sorotan saat Demo Ricuh
Ket. Dari Louis Vuitton hingga Prada, Intip Kawasan Belanja Mewah yang Jadi Sorotan saat Demo Ricuh
Doc: Unsplash
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Demonstrasi menolak kenaikan biaya hidup di sejumlah negara Eropa berujung ricuh dan mengganggu aktivitas ritel di kawasan pusat kota, termasuk Paris, Prancis, dan Milan, Italia.
Di Paris, sejumlah merek fesyen yang memiliki butik di kawasan aksi antara lain Louis Vuitton, Dior, Burberry, Kenzo, Salomon, Arc'teryx, Lacoste, dan Celine, melansir Vogue, Senin, 19 Oktober 2026.
Sementara itu, di Milan, demonstrasi yang berujung bentrokan berlangsung di sekitar Piazza del Duomo dan Galleria Vittorio Emanuele II. Kawasan belanja tersebut menaungi butik sejumlah merek mewah, seperti Prada, Dior, Fendi, Chanel, Bottega Veneta, Gucci, Saint Laurent, dan Balenciaga.
Di Paris, butik Kenzo, Salomon, dan Arc'teryx berada di kawasan Boulevard de la Madeleine. Lacoste memiliki gerai di Boulevard des Capucines, sedangkan butik Celine berada di Avenue Montaigne. Penjarahan juga dilaporkan menyasar butik Louis Vuitton, Dior, dan Burberry di Rue Saint-Honoré.
Sejumlah kawasan belanja mewah lainnya di Paris meliputi Rue Saint-Honoré dan Rue du Faubourg Saint-Honoré. Sebagaimana dilansir dari aplikasi Zapptax, Goyard, Balenciaga, dan Longchamp memiliki alamat di Rue Saint-Honoré.
Sementara itu, Hermès, Chanel, Gucci, Lanvin, Loro Piana, Tod's, dan Berluti termasuk merek yang memiliki butik di Rue du Faubourg Saint-Honoré.
Rekomendasi juga buat kamu:
Paris juga memiliki kawasan Marais yang menawarkan beragam merek premium. Arc'teryx, merek asal Kanada yang berfokus pada pakaian dan perlengkapan luar ruang, membuka toko pertamanya di Paris di 42 Rue des Francs-Bourgeois pada April 2024.
Prada, Dior, hingga Fendi di Galleria
Di Milan, Galleria Vittorio Emanuele II menjadi salah satu pusat belanja mewah yang terletak dekat Piazza del Duomo. Kompleks bersejarah tersebut menaungi butik Prada, Dior, Fendi, Chanel, Bottega Veneta, Gucci, Saint Laurent, Balenciaga, Tod's, dan Pinko.
Sejumlah gerai perhiasan serta jam tangan, termasuk Tiffany & Co., Rolex, dan Panerai, juga berada di dalam kompleks tersebut. Prada memiliki hubungan historis dengan Galleria Vittorio Emanuele II.
Mario Prada membuka butik Fratelli Prada di lokasi tersebut pada 1913. Pada 2026, rumah mode Italia itu memperkenalkan Prada Galleria, kompleks yang menggabungkan toko pakaian pria dan wanita, ruang pameran, serta fasilitas bagi pelanggan.
Dior menempati area Octagon di bagian tengah Galleria, sedangkan butik Fendi menghadirkan interior yang terinspirasi arsitektur hunian bersejarah Milan. Chanel menawarkan produk alas kaki dan kecantikan, sementara Bottega Veneta memadukan material Italia dengan desain interior kontemporer.
Demo di Milan
Demonstrasi di Milan berlangsung pada 17 Oktober 2026. Aksi di sekitar Piazza del Duomo dan Galleria Vittorio Emanuele II berujung bentrokan antara massa dan aparat.
Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, sementara sejumlah toko menurunkan tirai pengaman untuk melindungi gerai mereka.
Galleria Vittorio Emanuele II merupakan bangunan bersejarah yang rampung pada 1877. Kompleks tersebut menghubungkan Piazza del Duomo dengan Piazza della Scala dan dikenal dengan arsitektur abad ke-19 serta atap kacanya.
Selain butik fesyen, kawasan ini juga menaungi restoran, toko perhiasan, dan gerai bersejarah.
Di Paris, penjarahan dilaporkan menyasar sejumlah butik fesyen selama demonstrasi pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Kenzo, Salomon, dan Arc'teryx dilaporkan terdampak di kawasan Boulevard de la Madeleine.
Penjarahan juga dilaporkan terjadi di butik Lacoste di Boulevard des Capucines dan Celine di Avenue Montaigne.
1.500 Toko dan Pelaku Usaha Ritel Terdampak Kerusuhan
Pierre-François Le Louët, wakil presiden Union Française des Industries Mode-Habillement (UFIMH), menyoroti penjarahan yang menyasar industri fesyen.
"Hari ini kita menyaksikan aksi penjarahan yang secara menyakitkan menyasar banyak merek pakaian," tulisnya dalam unggahan LinkedIn, Minggu, 18 Oktober 2026.
Vogue melaporkan sekitar 1.500 toko dan pelaku usaha ritel terdampak kerusuhan di Prancis. Sejumlah gerai menghentikan operasional sementara untuk melindungi karyawan dan mengamankan properti.
Kerusuhan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran pelaku usaha mengenai keselamatan pekerja dan kelangsungan operasional toko.
Sephora menutup hampir seluruh jaringan tokonya di Prancis setelah sejumlah gerai mengalami kerusakan. Catherine Spindler, Presiden Sephora untuk kawasan Eropa dan Timur Tengah, menyampaikan bahwa karyawan menghadapi kekerasan dan ketakutan selama insiden berlangsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Dari Louis Vuitton hingga Prada, Intip Kawasan Belanja Mewah yang Jadi Sorotan saat Demo Ricuh .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!