Irfan Hakim Jual Kaos Bergambar Orangutan saat Karhutla, Niat Baik atau Aji Mumpung?
Ket. Irfan Hakim Jual Kaos Bergambar Orangutan saat Karhutla, Niat Baik atau Aji Mumpung?
Doc: Istimewa
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Artis Irfan Hakim viral di media sosial usai menjual kaos bertema kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah melanda sejumlah daerah di Indonesia.
Kaos tersebut bukan sekadar merchandise, melainkan membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan dan nasib satwa liar yang terdampak kerusakan hutan.
Produk tersebut memiliki desain bergambar dua ekor orang utan yang mengenakan masker. Gambar itu menjadi simbol satwa liar yang ikut merasakan dampak kebakaran ketika habitat alaminya mengalami kerusakan.
Namun, langkah Irfan Hakim menjual kaos bertema karhutla tersebut menuai pro dan kontra di kalangan netizen. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusannya menjual merchandise di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Jual Kaos Bertema Karhutla Tuai Pro dan Kontra
Rekomendasi juga buat kamu:
Sebagian netizen menilai penjualan kaos di tengah bencana karhutla berpotensi dimanfaatkan untuk mencari keuntungan. Kritik tersebut muncul karena isu kebakaran hutan dan dampaknya terhadap lingkungan serta satwa liar dinilai sebagai persoalan serius yang membutuhkan perhatian masyarakat.
Di sisi lain, Irfan menegaskan bahwa keuntungan dari penjualan kaos bukanlah tujuan utamanya. Dia ingin memanfaatkan merchandise tersebut sebagai media untuk menyebarkan pesan kebaikan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Menurut Irfan, salah satu hal yang ingin disorot melalui kaos tersebut adalah nasib orangutan yang habitatnya terancam akibat kebakaran hutan.
Dia berharap desain yang digunakan dapat menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat tentang dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan satwa liar.
"Bukan keuntungan penjualan yang menjadi tujuan. Tapi, tujuan utamanya adalah menyebar pesan kebaikan melalui kaos ini," ujar Irfan Hakim, dikutip Kamis (15/10/2026).
Sebut Pemakai Kaos sebagai Duta Alam
Irfan bahkan mengibaratkan orang-orang yang mengenakan kaos tersebut sebagai duta alam. Menurut dia, pesan tentang kerusakan lingkungan dapat menjangkau lebih banyak orang melalui cara sederhana, termasuk lewat pakaian yang dikenakan sehari-hari.
"Istilahnya, saya sedang merekrut duta-duta alam yang menyampaikan tentang kerusakan," katanya.
Melalui pendekatan tersebut, Irfan berharap pesan mengenai kerusakan hutan dan dampaknya terhadap satwa liar bisa tersebar lebih luas. Dia menilai pakaian yang digunakan sehari-hari dapat menjadi salah satu media untuk menyampaikan pesan kepedulian terhadap lingkungan kepada masyarakat.
Dengan demikian, kaos tersebut diharapkan tidak hanya dipandang sebagai produk fesyen, tetapi juga memiliki pesan sosial yang dapat mendorong kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
Desain Orangutan Bermasker Jadi Simbol Dampak Kebakaran Hutan
Melalui desain tersebut, Irfan berharap masyarakat tidak hanya melihat kaos sebagai produk fesyen, tetapi juga memahami pesan yang ingin disampaikan. Gambar dua orangutan bermasker menjadi simbol satwa yang ikut terdampak ketika habitatnya dilanda kebakaran.
Kebakaran hutan dan lahan dapat mengancam keberlangsungan hidup satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai habitat alami. Karena itu, kepedulian terhadap kelestarian hutan menjadi salah satu hal yang ingin disampaikan Irfan melalui merchandise tersebut.
Dengan semakin banyak orang mengenakan kaos itu, dia berharap pesan tentang pentingnya menjaga hutan dapat tersebar lebih luas. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong kepedulian terhadap kelestarian satwa liar.
"Dengan menggunakan kaos ini, mudah-mudahan banyak orang yang melihat dan tersadarkan untuk menyelamatkan orang utan," tuturnya.
Hasil Penjualan Kaos Akan Didonasikan
Selain menjelaskan tujuan pembuatan kaos tersebut, Irfan juga menegaskan bahwa hasil penjualannya akan didonasikan kepada pihak yang membutuhkan.
Pernyataan ini menjadi bagian dari penjelasannya di tengah kritik yang muncul atas inisiatif penjualan merchandise bertema karhutla tersebut.
Penegasan itu disampaikan untuk menjelaskan bahwa tujuan utama penjualan kaos bukan semata-mata memperoleh keuntungan, melainkan juga menyebarkan pesan kepedulian terhadap lingkungan dan membantu pihak yang membutuhkan melalui hasil penjualannya.
Terlepas dari pro dan kontra yang berkembang, langkah Irfan memperlihatkan bagaimana isu lingkungan dapat disuarakan melalui berbagai medium, termasuk produk yang digunakan sehari-hari.
Tantangannya adalah memastikan pesan kepedulian tersebut tidak berhenti sebagai simbol, tetapi turut mendorong tindakan nyata untuk menjaga hutan dan melindungi satwa yang hidup di dalamnya.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pesan tentang pentingnya pelestarian lingkungan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Irfan Hakim Jual Kaos Bergambar Orangutan saat Karhutla, Niat Baik atau Aji Mumpung? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!