- Home
-
- Entertainment
-
- Kena Mental? Syifa Hadju...
Kena Mental? Syifa Hadju Nonaktifkan Instagram Eksklusif Usai Dihujat Mahal, Fuji Aja Cuma Rp9 Ribu!
Rabu, 14 Okt 2026, 12:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Syifa Hadju kembali menjadi perbincangan warganet setelah layanan Instagram eksklusif miliknya menuai kritik. Kali ini, bukan soal hubungan asmara atau penampilan, melainkan biaya berlangganan yang dinilai terlalu mahal dibandingkan jumlah konten yang dibagikan.
Aktris yang memiliki banyak penggemar tersebut diketahui menawarkan layanan berlangganan Instagram eksklusif dengan tarif Rp79.000 per bulan. Melalui fitur ini, pengikut yang berlangganan bisa mendapatkan akses ke konten khusus yang tidak tersedia bagi pengguna Instagram biasa.
Namun, harga tersebut justru memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen merasa biaya yang ditawarkan Syifa cukup tinggi, terutama jika dibandingkan dengan selebritas lain yang mematok harga lebih terjangkau dan dinilai lebih aktif mengunggah konten eksklusif.
Situasi semakin ramai setelah muncul perbandingan tarif berlangganan Syifa dengan Fuji. Tak sedikit warganet yang mempertanyakan perbedaan harga keduanya, hingga keputusan Syifa menonaktifkan layanan Instagram eksklusifnya ikut menjadi sorotan.
Instagram Eksklusif Syifa Hadju Dikritik karena Tarif Rp79 Ribu
Fitur langganan Instagram memungkinkan kreator memberikan konten khusus kepada pengikut yang bersedia membayar biaya bulanan. Layanan ini biasanya dimanfaatkan untuk membagikan unggahan, Instagram Story, atau konten lain yang hanya bisa diakses pelanggan.
Syifa Hadju termasuk selebritas yang memanfaatkan fitur tersebut. Berdasarkan informasi harga yang beredar dalam perbandingan warganet, tarif langganan Instagram eksklusif Syifa mencapai Rp79.000 per bulan.
Angka tersebut kemudian menjadi bahan pembicaraan karena sebagian netizen menganggap biayanya tidak sebanding dengan frekuensi konten yang diunggah.
Bagi penggemar yang ingin melihat aktivitas sang idola secara lebih dekat, harga berlangganan tentu menjadi salah satu pertimbangan. Terlebih, layanan berbayar biasanya membuat pelanggan berharap mendapatkan konten tambahan secara rutin.
Meski begitu, penilaian mengenai mahal atau murahnya sebuah layanan tetap bersifat subjektif. Ada pelanggan yang menganggap harga tersebut wajar untuk konten eksklusif dari figur publik favoritnya, tetapi ada pula yang merasa manfaat yang didapatkan belum sesuai dengan biaya yang dikeluarkan.
Kritik inilah yang kemudian membuat layanan eksklusif Syifa ramai diperbincangkan di media sosial.
Tarif Syifa Hadju Dibandingkan dengan Fuji, Selisihnya Bikin Kaget!
Perbincangan semakin panas setelah netizen membandingkan biaya langganan Instagram eksklusif Syifa dengan milik Fuji.
Dalam informasi yang beredar, Fuji menawarkan layanan berlangganan dengan tarif Rp9.000 per bulan. Sementara itu, biaya berlangganan Syifa tercatat sebesar Rp79.000 per bulan.
Artinya, tarif yang ditawarkan Syifa hampir sembilan kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga langganan Fuji.
Perbedaan tersebut langsung menarik perhatian warganet. Apalagi, berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan, layanan eksklusif Fuji tercatat memiliki sekitar 29.500 pelanggan, sedangkan akun eksklusif Syifa memiliki sekitar 484 pelanggan.
Angka itu kemudian dijadikan bahan perbandingan oleh netizen untuk membahas strategi kreator dalam menawarkan konten berbayar kepada penggemar.
Sebagian warganet menilai harga yang lebih terjangkau bisa membuat lebih banyak orang tertarik untuk berlangganan. Di sisi lain, ada pula yang menganggap jumlah pelanggan tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan karena setiap selebritas memiliki karakter penggemar dan strategi konten yang berbeda.
Perlu diingat, angka pelanggan tersebut merupakan informasi yang terlihat dalam materi perbandingan yang beredar dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Komentar Netizen Ikut Menyoroti Perbedaan Harga
Perbandingan harga tersebut turut memancing beragam komentar. Sebagian netizen memberikan respons yang menyindir tarif langganan Syifa, sementara yang lain justru memuji strategi harga yang diterapkan Fuji.
Salah satu komentar yang ramai dibicarakan menyoroti keputusan Fuji memasang tarif murah karena dianggap memahami bahwa penggemar, bahkan orang yang sekadar penasaran dengan aktivitasnya, mungkin tertarik mengakses konten eksklusif.
Ada pula komentar yang secara terang-terangan menyebut biaya berlangganan Syifa terlalu mahal.
Perbedaan pendapat ini memperlihatkan bagaimana layanan berbayar milik figur publik bisa menjadi bahan perdebatan ketika harga dan jumlah konten dianggap tidak seimbang oleh sebagian calon pelanggan.
Meski demikian, keputusan untuk berlangganan tetap menjadi hak masing-masing pengguna. Penggemar bisa mempertimbangkan harga, jenis konten, dan manfaat yang ditawarkan sebelum memutuskan membayar.
Syifa Hadju Diduga Nonaktifkan Fitur Eksklusif Usai Menuai Kritik
Di tengah ramainya perbincangan, layanan Instagram eksklusif Syifa Hadju disebut sudah dinonaktifkan. Keputusan tersebut kemudian dikaitkan oleh warganet dengan kritik yang sebelumnya bermunculan mengenai harga langganan.
Namun, belum ada keterangan yang memastikan bahwa penonaktifan tersebut dilakukan sebagai respons langsung terhadap komentar netizen. Karena itu, alasan di balik keputusan tersebut belum bisa dipastikan hanya berdasarkan perbincangan di media sosial.
Terlepas dari polemik yang muncul, kasus ini menjadi gambaran bahwa menentukan harga konten eksklusif bukan perkara sederhana bagi seorang kreator.
Harga yang dianggap sesuai oleh kreator belum tentu dinilai sepadan oleh semua pengikutnya. Sebaliknya, tarif murah juga tidak otomatis menjamin keberhasilan apabila konten yang ditawarkan tidak sesuai dengan minat pelanggan.
Pada akhirnya, perbandingan antara Syifa Hadju dan Fuji menjadi ramai karena mempertemukan dua hal yang menarik perhatian publik: perbedaan harga berlangganan dan jumlah pelanggan yang terlihat.
Kini, keputusan Syifa menonaktifkan fitur eksklusifnya pun ikut menjadi bahan pembicaraan. Apakah layanan tersebut akan kembali diaktifkan atau justru diganti dengan strategi konten lain? Warganet masih menantikan perkembangan selanjutnya.
- Fuji
- Syifa Hadju
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.