Sandy Kristian Soroti Perbandingan Hadiah OSN Kini dan 10 Tahun Lalu: Nilai Apresiasi Dinilai Menurun

Selasa, 01 Sep 2026, 11:15 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sandy Kristian Waluyo, peserta Ruangguru Clash of Champions Season 1, menyoroti perbincangan mengenai besaran hadiah Olimpiade Sains Nasional (OSN) melalui unggahannya di Threads.

Ia membandingkan hadiah yang diterima para peraih medali OSN saat ini dengan nominal hadiah yang pernah berlaku sekitar 10 tahun lalu, ketika dirinya mengikuti kompetisi tersebut.

Ket. Foto: Sandy Kristian Waluyo — Sumber: Threads/@sandyk_sk

Dalam unggahannya di akun Threads, Sandy mengaku mengetahui adanya perbincangan yang ramai terkait penurunan nominal hadiah OSN.

Menurutnya, peraih medali emas OSN saat ini mendapatkan hadiah sebesar Rp3 juta. Sementara itu, peraih medali perak memperoleh Rp2 juta dan peraih medali perunggu mendapatkan Rp1 juta.

“Ada yang lagi rame soal hadiah OSN yang tahun ini turun drastis dari tahun-tahun sebelumnya, sekarang tuh Rp3 juta untuk medali emas, Rp2 juta untuk medali perak dan Rp1 juta untuk medali perunggu,” ujar Sandy, dikutip Selasa (01/09).

Nominal tersebut kemudian membuat Sandy membandingkannya dengan hadiah yang berlaku ketika ia menjadi peserta OSN sekitar satu dekade silam. Ia mengaku terkejut karena hadiah yang tersedia pada masa itu justru memiliki nominal lebih besar.

“Wah ini speechless jujur, karena bayangin 10 tahun lalu aja pas aku ikut OSN, hadianya udah 5 juta, 4 juta, 3 juta,” ungkapnya.

Bagi Sandy, perbandingan tersebut tidak hanya dapat dilihat dari angka nominal semata. Ia juga menyinggung faktor inflasi yang membuat nilai uang berubah dari waktu ke waktu.

Dengan demikian, nominal hadiah yang sama atau bahkan lebih kecil saat ini memiliki daya beli yang jauh berbeda dibandingkan 10 tahun lalu.

“Kalau dihitung dengan inflasi, Rp3 juta hari ini nilainya jauh lebih kecil dibanding Rp3 juta 10 tahun lalu,” lanjut Sandy.

Ia pun menegaskan bahwa sorotan mengenai hadiah tersebut bukan berarti para peserta OSN hanya mengejar uang.

Menurut Sandy, motivasi utama mengikuti kompetisi akademik tentu bukan sekadar hadiah. Namun, bentuk apresiasi terhadap siswa berprestasi tetap memiliki arti penting.

“Ini bukan soal anak OSN mata duitan. Hadiah memang bukan alasan utama ikut OSN, tapi apresiasi dari pemerintah tetap penting,” tulisnya.

Pernyataan Sandy Kristian Waluyo tersebut membuka kembali diskusi mengenai bentuk penghargaan bagi pelajar yang telah berjuang dan berprestasi di tingkat nasional.

Bagi banyak pihak, kompetisi seperti OSN bukan hanya tentang memenangkan medali, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan akademik dan membawa nama daerah hingga sekolah.

Karena itu, besaran hadiah dapat dipandang sebagai salah satu bentuk pengakuan atas kerja keras peserta.

Unggahan Sandy pun menjadi pengingat bahwa apresiasi terhadap prestasi pelajar perlu terus menjadi perhatian, terutama di tengah perubahan nilai ekonomi dari tahun ke tahun.*

  • Sandy Kristian Soroti Perbandingan Hadiah OSN

Redaktur: Weti Aprianti

Penulis: Weti Aprianti

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.