7 Makanan Tinggi Protein yang Mudah Dicerna dan Baik untuk Kesehatan Usus
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Protein merupakan nutrisi penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Namun, beberapa jenis protein lebih mudah dicerna dibandingkan yang lain.
Memilih sumber protein yang tepat dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menjaga kesehatan pencernaan.
Gangguan pencernaan dapat membuat tubuh tidak nyaman dan menghambat aktivitas sehari-hari. Salah satu cara menjaga kesehatan saluran cerna adalah memilih makanan yang tepat, termasuk sumber protein yang mudah dicerna tubuh.
Selain membantu membangun dan memperbaiki jaringan, protein dari bahan makanan tertentu juga berpotensi mendukung keseimbangan bakteri baik di usus.
Dikutip dari Verywell Health, berikut tujuh makanan tinggi protein yang mudah dicerna dan dapat membantu menjaga kesehatan usus karena cenderung lebih mudah diterima oleh lambung.
1. Telur
Telur merupakan sumber protein yang praktis, kaya nutrisi, dan mudah dicerna. Struktur proteinnya mudah diuraikan sehingga tubuh dapat memprosesnya dengan baik.
Jika Anda memiliki alergi atau intoleransi terhadap telur, konsumsi telur dapat menimbulkan gangguan pencernaan atau reaksi lainnya. Oleh karena itu, orang yang memiliki kondisi tersebut perlu menghindari telur sesuai anjuran tenaga medis.
2. Dada Ayam
Karena kandungan lemak dan jaringan ikatnya yang rendah, dada ayam menjadi sumber protein yang mudah dicerna oleh enzim pencernaan. Namun, dada ayam dapat menjadi lebih sulit dikunyah dan dicerna jika dimasak terlalu lama hingga teksturnya keras.
Rekomendasi juga buat kamu:
Untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut, dada ayam dapat dimasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang tanpa membuat dagingnya terlalu kering.
3. Dada Kalkun
Dalam hal manfaat pencernaan, daging kalkun sebanding dengan daging ayam. Kandungan jaringan ikat dan lemaknya relatif rendah sehingga lebih mudah dicerna.
Selain itu, kalkun menyediakan protein berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan tubuh. Setelah protein kalkun dicerna, protein tersebut terurai menjadi peptida kecil yang dapat melakukan aktivitas antioksidan.
Peptida ini berpotensi membantu melindungi lapisan usus dan mengurangi stres oksidatif. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan manfaat tersebut.
Kalkun juga mengandung banyak asam amino esensial dan nutrisi lain yang berguna bagi tubuh, seperti kolin dan vitamin B.
4. Tahu
Karena telah melalui berbagai proses pengolahan, tahu lebih mudah dicerna dibandingkan kedelai utuh. Proses perendaman, penggilingan, dan pengepresan mengurangi sebagian serat dan karbohidrat kompleks yang sulit dicerna.
Oleh karena itu, tubuh dapat lebih mudah memperoleh dan menyerap protein yang terkandung dalam tahu.
Tahu juga berpotensi mendukung kesehatan usus karena kedelai mengandung oligosakarida alami, yaitu gula nabati yang dapat berfungsi sebagai prebiotik. Prebiotik merupakan zat yang dimanfaatkan oleh bakteri baik di usus untuk mendukung pertumbuhannya.
5. Selai Kacang Bertekstur Lembut
Karena proses pemanggangan dan penggilingan membantu memecah dinding sel yang keras, selai kacang lebih mudah dicerna dibandingkan kacang utuh. Proses tersebut memudahkan enzim pencernaan mengakses protein dan lemak yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, kacang mengandung serat dan senyawa nabati yang dapat membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Bakteri tersebut menghasilkan asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acids (SCFA), yang berperan dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus.
Untuk memperoleh manfaatnya, pilih selai kacang dengan kandungan gula tambahan dan bahan tambahan yang tidak berlebihan.
6. Salmon
Salmon merupakan sumber protein yang mudah dicerna karena memiliki struktur protein yang lembut, kandungan jaringan ikat yang rendah, serta lemak sehat yang dapat diserap tubuh dengan baik.
Selain itu, salmon mengandung asam lemak omega-3, terutama EPA dan DHA, yang berpotensi membantu menjaga kesehatan usus dengan mengurangi peradangan dan memperkuat lapisan pelindung usus.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi salmon berpotensi memberikan manfaat bagi bakteri usus. Meski demikian, dampaknya terhadap kesehatan mikrobioma usus masih perlu diteliti lebih lanjut.
Salmon dapat diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang agar teksturnya tetap lembut dan mudah dikonsumsi.
7. Greek Yoghurt
Greek yogurt, yang juga dikenal sebagai yoghurt Yunani, mengandung sekitar 17,5 gram protein per 100 gram, atau sekitar enam ons berdasarkan takaran yang disebutkan dalam sumber.
Kultur bakteri hidup di dalamnya berpotensi mendukung kesehatan pencernaan. Selain itu, proses fermentasi dapat mengurangi kandungan laktosa sehingga produk ini mungkin lebih mudah ditoleransi oleh sebagian orang dibandingkan produk susu tertentu.
Jika dibandingkan dengan yoghurt biasa tanpa lemak, yoghurt Yunani umumnya mengandung lebih banyak protein.
Namun, toleransi terhadap produk susu dapat berbeda pada setiap orang, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap laktosa. Karena itu, pilih produk yang sesuai dengan kondisi pencernaan masing-masing.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk 7 Makanan Tinggi Protein yang Mudah Dicerna dan Baik untuk Kesehatan Usus .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!