Masker Jahe Viral Bikin Wajah Glowing? Dokter Kulit Bongkar Risiko yang Bikin Ngeri!

Ket. Jahe.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Tren kecantikan berbahan alami kembali ramai di media sosial. Kali ini, masker jahe menjadi sorotan setelah sejumlah kreator di TikTok mengklaim bahan dapur tersebut bisa membuat wajah lebih glowing, membantu mengatasi jerawat, hingga menyamarkan bekas jerawat dan noda hitam.

Sekilas, tren ini terdengar menjanjikan. Apalagi jahe memang dikenal memiliki kandungan antioksidan serta senyawa yang memiliki sifat antiinflamasi. Namun, fakta bahwa jahe memiliki kandungan tersebut tidak otomatis berarti bahan ini aman untuk langsung dioleskan ke kulit wajah.

Justru, dokter kulit mengingatkan adanya risiko ketika jahe mentah atau air perasannya digunakan sebagai masker rumahan. Bukannya mendapatkan kulit glowing, penggunaan bahan tersebut secara langsung berpotensi membuat kulit mengalami iritasi, kemerahan, peradangan, bahkan reaksi yang lebih parah pada sebagian orang.

Dengan kata lain, bahan alami tidak selalu berarti aman untuk kulit.

Dermatologist Dr. Muneeb Shah menjadi salah satu ahli yang mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengikuti resep skincare DIY yang beredar di media sosial. Menurutnya, beberapa bahan yang sering digunakan dalam perawatan rumahan justru dapat mengiritasi kulit atau memicu pembengkakan.

Jahe termasuk salah satu bahan yang disarankan untuk dihindari jika digunakan sebagai masker wajah. Pasalnya, potensi manfaatnya dinilai tidak sebanding dengan risiko iritasi yang mungkin ditimbulkan, terutama jika kulit seseorang memang sensitif atau memiliki kondisi skin barrier yang sedang terganggu.

Hal ini tentu menjadi peringatan bagi pengguna TikTok yang tergoda mencoba beauty hack hanya karena melihat hasil sebelum dan sesudah penggunaan dalam sebuah video. Kondisi kulit setiap orang berbeda, sehingga sesuatu yang terlihat berhasil pada satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain.

Terlebih, mengoleskan bahan dapur secara langsung ke wajah berbeda dengan menggunakan produk skincare yang memang dirancang untuk pemakaian topikal. Produk perawatan kulit umumnya melalui proses formulasi dan pengujian tertentu agar kandungan aktif dapat digunakan dengan cara yang lebih terkontrol.

Lantas, bagaimana jika tujuan utama penggunaan masker jahe adalah mengatasi jerawat, bekas jerawat, atau hiperpigmentasi?

Dr. Muneeb Shah menyarankan agar masyarakat memilih produk skincare yang memang diformulasikan untuk kebutuhan kulit tersebut. Beberapa kandungan seperti bahan eksfoliasi dan retinol dapat digunakan sesuai kebutuhan dan kondisi kulit.

Retinol, misalnya, bekerja dengan membantu mempercepat proses pergantian sel kulit. Penggunaan yang tepat secara bertahap dapat membantu memperbaiki tampilan jerawat, bekas jerawat, serta hiperpigmentasi. Namun, pemakaiannya juga perlu dilakukan secara hati-hati karena dapat menyebabkan iritasi jika digunakan secara berlebihan atau tidak sesuai kondisi kulit.

Sementara itu, bukan berarti jahe sama sekali tidak memiliki manfaat. Bahan yang identik dengan rasa pedas dan hangat ini tetap dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makanan maupun minuman.

Jahe sudah lama digunakan sebagai bahan minuman seperti teh dan kerap dikonsumsi untuk membantu meredakan rasa mual serta memberikan rasa nyaman pada tenggorokan. Jadi, daripada menjadikannya masker wajah tanpa mengetahui risikonya, manfaat jahe bisa diperoleh melalui cara konsumsi yang lebih umum.

Pada akhirnya, viralnya masker jahe menjadi pengingat “alami” bukan berarti otomatis aman untuk kulit wajah. Jangan hanya tergiur klaim glowing dalam hitungan hari tanpa mempertimbangkan potensi iritasi.

Sebelum mencoba skincare DIY yang sedang viral, ada baiknya memahami kandungan, cara penggunaan, serta kondisi kulit sendiri. Jika kulit mudah mengalami iritasi atau muncul reaksi setelah menggunakan bahan tertentu, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter kulit.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN