Berusia 71 Tahun, Tas Quilted Pertama Chanel Kembali Tampil di Runway Paris Fashion Week
Kamis, 08 Okt 2026, 09:30 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Para pencinta fashion disuguhkan salah satu benda bersejarah dalam dunia mode saat Chanel mempresentasikan koleksi terbarunya di Paris Fashion Week pada Senin (5/10/2026).
Tas Chanel 2.55 yang telah berusia 71 tahun kembali tampil di runway dan menjadi salah satu sorotan dalam peragaan koleksi Chanel Spring/Summer 2027.
Creative director Chanel, Matthieu Blazy, menghadirkan koleksi yang dibuka dan ditutup dengan tas klasik tersebut. Kemunculan Chanel 2.55 menjadi benang merah koleksi yang memberikan penghormatan kepada sosok pendiri Chanel, Gabrielle "Coco" Chanel.Â
Chanel 2.55, Tas Ikonik Sejak 1955
Tas Chanel 2.55 pertama kali diperkenalkan pada Februari 1955. Nama "2.55" merujuk pada waktu pembuatannya, yakni angka "2" untuk bulan Februari dan "55" untuk tahun 1955.Â
Kala itu, Coco Chanel ingin menciptakan tas yang tidak hanya stylish, tetapi juga praktis. Inspirasi tersebut berasal dari tas-tas militer yang memungkinkan penggunanya membawa barang dengan lebih leluasa.
Karena itu, Chanel 2.55 dilengkapi tali rantai panjang yang dapat disampirkan di bahu sehingga kedua tangan tetap bebas.
"Lelah membawa tas dengan tangan dan sering menjatuhkannya, saya memasang tali pada tas dan menyampirkannya di bahu," ujar Chanel, seperti dikutip dari situs resmi Chanel. Â
Hadir Kembali di Paris Fashion Week
Lebih dari tujuh dekade setelah pertama kali diperkenalkan, Chanel 2.55 kembali menjadi bagian penting dalam presentasi koleksi terbaru rumah mode tersebut.
Dalam peragaan Chanel Spring/Summer 2027, tas tersebut tampil di awal sekaligus akhir pertunjukan. Model Dyanira Hurbuscher membawakan tas klasik itu dalam runway yang berlangsung di Paris pada 5 Oktober 2026.Â
Kehadiran tas berusia 71 tahun tersebut sekaligus memperkuat tema koleksi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan Chanel.
"Masa lalu, masa kini, dan masa depan. Sebagai kisah tentang perempuan yang membebaskan diri melalui mode, berbagai babak dalam perjalanan hidup Gabrielle Chanel menyatu dan hadir berdampingan dalam sebuah perjalanan melintasi waktu," tulis Chanel melalui Instagram.Â
Detail Fungsional di Balik Desain Chanel 2.55
Selain memiliki tampilan ikonik, Chanel 2.55 juga dirancang dengan sejumlah detail yang memiliki fungsi tertentu.
Desain tas tersebut memiliki karakter khas dari sisi craftsmanship. Chanel menyebut 2.55 dibuat dengan teknik jahitan yang dikerjakan dari bagian dalam, menyerupai proses pembuatan pakaian.Â
Di bagian dalamnya terdapat kompartemen tersembunyi yang dibuat khusus untuk menyimpan lipstik. Sementara itu, kompartemen lain dengan ritsleting yang berada di bawah flap depan digunakan untuk menyimpan surat.
Setiap bagian dari tas tersebut juga memiliki cerita yang berkaitan dengan kehidupan Coco Chanel.
Terinspirasi Mona Lisa hingga Masa Kecil Coco Chanel
Bagian belakang tas yang berbentuk melengkung memiliki makna tersendiri. Desain tersebut disebut terinspirasi dari lukisan Mona Lisa, salah satu karya seni favorit Coco Chanel.Â
Sementara itu, warna burgundy pada bagian dalam tas memiliki kaitan dengan masa kecil sang pendiri Chanel.
Warna tersebut terinspirasi dari seragam yang dikenakan para biarawati di Abbey of Aubazine, panti asuhan tempat Coco Chanel dibesarkan sejak usia praremaja.Â
Dengan berbagai detail tersebut, Chanel 2.55 tidak sekadar menjadi aksesori, tetapi juga menyimpan sejarah dan kisah di balik perjalanan sang pendiri rumah mode.
Kembalinya tas berusia 71 tahun itu ke runway Chanel Spring/Summer 2027 pun menjadi penanda bagaimana desain klasik masih mendapat tempat dalam perjalanan rumah mode tersebut, sekaligus menghubungkan warisan Coco Chanel dengan arah baru Chanel di bawah Matthieu Blazy.Â
- Paris Fashion Week
- Tas Chanel 2.55
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.