Koleksi Tas Chanel Spring 2027, Matthieu Blazy Hidupkan Lagi Long Boy hingga Birdcage Minaudiere
Selasa, 06 Okt 2026, 17:56 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Tas Chanel Spring 2027 menjadi salah satu bagian paling mencuri perhatian dari debut koleksi terbaru Matthieu Blazy di Paris Fashion Week. Tidak hanya membawa kembali sejumlah kode klasik Chanel, Blazy juga berani memberikan sentuhan baru pada lini aksesori rumah mode tersebut.
Pertunjukan yang digelar di Grand Palais ini terasa seperti pertemuan antara sejarah dan masa depan Chanel. Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika model Dyanira Hurbuscher membuka sekaligus menutup runway dengan membawa tas Chanel 2.55 milik pribadi Gabrielle Coco Chanel yang diambil langsung dari arsip maison.
Penggunaan tas tersebut bukan sekadar aksesori runway. Kehadirannya menjadi simbol bagaimana Blazy ingin berdialog dengan sejarah Chanel, sekaligus menunjukkan bahwa warisan lama masih dapat menemukan tempat di tengah estetika yang lebih modern.
Long Boy Chanel Kembali Mencuri Perhatian
Pertunjukan yang digelar di Grand Palais ini terasa seperti pertemuan antara sejarah dan masa depan Chanel. Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika model Dyanira Hurbuscher membuka sekaligus menutup runway dengan membawa tas Chanel 2.55 milik pribadi Gabrielle Coco Chanel yang diambil langsung dari arsip maison.
Penggunaan tas tersebut bukan sekadar aksesori runway. Kehadirannya menjadi simbol bagaimana Blazy ingin berdialog dengan sejarah Chanel, sekaligus menunjukkan bahwa warisan lama masih dapat menemukan tempat di tengah estetika yang lebih modern.
Long Boy Chanel Kembali Mencuri Perhatian

Dok. Chanel
Siluet tas panjang ini kembali muncul di runway setelah sebelumnya menjadi bagian dari sejarah Chanel. Bentuknya memberikan alternatif dari desain flap bag klasik yang selama ini sangat identik dengan rumah mode tersebut.
Kembalinya Long Boy bahkan membuat para penggemar fashion kembali melirik versi vintage dari desain tersebut. Salah satu versi tahun 1989 diketahui telah beredar di pasar barang mewah dengan harga yang sangat fantastis.
Kehadiran kembali model ini memperlihatkan bagaimana Blazy tidak hanya terpaku pada tas Chanel yang paling familiar. Ia juga menggali desain-desain lama yang mungkin sempat terlupakan, kemudian membawanya kembali ke panggung modern.
Tas 2.55 Jadi Pembuka dan Penutup yang Penuh Makna

Dok. Chanel
Tas 2.55 tetap menjadi bintang penting dalam Chanel Spring 2027.
Blazy memilih untuk membuka dan menutup pertunjukan dengan tas yang pernah menjadi milik Gabrielle Chanel sendiri. Model Dyanira Hurbuscher tampil membawa tas tersebut dalam dua momen penting, membuat aksesori ikonik itu seolah menjadi benang merah dari keseluruhan koleksi.
Langkah tersebut terasa semakin menarik karena 2.55 bukan sekadar tas klasik. Tas ini merupakan salah satu desain yang paling erat dengan sejarah Gabrielle Chanel dan evolusi gaya perempuan.
Dengan menghadirkannya di awal dan akhir pertunjukan, Blazy seakan ingin menyampaikan bahwa meskipun Chanel terus berubah, akar sejarahnya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan maison.
Dari Clutch Bertassel hingga Tas Penuh Permata
Blazy memilih untuk membuka dan menutup pertunjukan dengan tas yang pernah menjadi milik Gabrielle Chanel sendiri. Model Dyanira Hurbuscher tampil membawa tas tersebut dalam dua momen penting, membuat aksesori ikonik itu seolah menjadi benang merah dari keseluruhan koleksi.
Langkah tersebut terasa semakin menarik karena 2.55 bukan sekadar tas klasik. Tas ini merupakan salah satu desain yang paling erat dengan sejarah Gabrielle Chanel dan evolusi gaya perempuan.
Dengan menghadirkannya di awal dan akhir pertunjukan, Blazy seakan ingin menyampaikan bahwa meskipun Chanel terus berubah, akar sejarahnya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan maison.
Dari Clutch Bertassel hingga Tas Penuh Permata

Namun, Chanel Spring 2027 tidak hanya bermain dengan nostalgia.
Deretan tas baru justru memperlihatkan sisi eksperimental Matthieu Blazy. Salah satunya adalah clutch dengan detail tassel yang memberikan kesan dramatis ketika digunakan.
Ada pula tas dengan ornamen permata dan bentuk yang lebih surreal. Desain tersebut terasa jauh dari gambaran tas Chanel klasik yang biasanya identik dengan struktur quilted dan chain strap.
Perpaduan antara unsur dekoratif dan bentuk yang tidak biasa membuat aksesori musim ini terasa seperti objek koleksi sekaligus fashion statement.
Deretan tas baru justru memperlihatkan sisi eksperimental Matthieu Blazy. Salah satunya adalah clutch dengan detail tassel yang memberikan kesan dramatis ketika digunakan.
Ada pula tas dengan ornamen permata dan bentuk yang lebih surreal. Desain tersebut terasa jauh dari gambaran tas Chanel klasik yang biasanya identik dengan struktur quilted dan chain strap.
Perpaduan antara unsur dekoratif dan bentuk yang tidak biasa membuat aksesori musim ini terasa seperti objek koleksi sekaligus fashion statement.
Tas Colourful Ala Matthieu Blazy

Dok. Chanel
Koleksi Chanel Spring/Summer 2027 karya Matthieu Blazy, dengan desain yang tampil berani dan penuh warna. Bagian flap berwarna hijau bertekstur dihiasi bintik-bintik, kemudian dipadukan dengan lis merah, motif animal print, serta aksen rantai yang menjadi ciri khas Chanel. Perpaduan material dan warna kontras tersebut memberikan kesan playful, eksperimental, sekaligus tetap mewah.Birdcage Minaudiere Jadi Salah Satu yang Paling Nyentrik

Salah satu desain yang paling mencuri perhatian adalah birdcage minaudière dengan bentuk menyerupai sangkar burung berwarna keemasan.
Tas ini memperlihatkan sisi playful dari Chanel Spring 2027. Alih-alih hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan barang, minaudiere tersebut terasa seperti sebuah karya seni mini yang melengkapi keseluruhan narasi koleksi.
Motif burung juga memiliki kaitan dengan tema kebebasan yang dibawa Blazy. Burung menjadi simbol penting dalam koleksi Chanel Spring 2027, termasuk melalui berbagai detail pakaian dan aksesori.
Dengan begitu, tas-tas tersebut bukan sekadar pelengkap busana, tetapi ikut membangun cerita tentang kebebasan, transformasi, dan hubungan antara masa lalu dengan masa depan.
Koleksi Chanel Spring Summer 2027 sendiri dijadwalkan mulai tersedia di butik pada Maret 2027. Para pencinta Chanel tampaknya perlu bersiap karena Matthieu Blazy tidak hanya membawa kembali tas ikonik dari masa lalu, tetapi juga memberikan interpretasi baru yang lebih berani.
Dari 2.55 milik Gabrielle Chanel, kembalinya Long Boy, clutch bertassel, tas penuh permata, hingga birdcage minaudière, Chanel Spring 2027 memperlihatkan bahwa aksesori klasik masih bisa tampil mengejutkan ketika disentuh dengan perspektif baru.
Tas ini memperlihatkan sisi playful dari Chanel Spring 2027. Alih-alih hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan barang, minaudiere tersebut terasa seperti sebuah karya seni mini yang melengkapi keseluruhan narasi koleksi.
Motif burung juga memiliki kaitan dengan tema kebebasan yang dibawa Blazy. Burung menjadi simbol penting dalam koleksi Chanel Spring 2027, termasuk melalui berbagai detail pakaian dan aksesori.
Dengan begitu, tas-tas tersebut bukan sekadar pelengkap busana, tetapi ikut membangun cerita tentang kebebasan, transformasi, dan hubungan antara masa lalu dengan masa depan.
Koleksi Chanel Spring Summer 2027 sendiri dijadwalkan mulai tersedia di butik pada Maret 2027. Para pencinta Chanel tampaknya perlu bersiap karena Matthieu Blazy tidak hanya membawa kembali tas ikonik dari masa lalu, tetapi juga memberikan interpretasi baru yang lebih berani.
Dari 2.55 milik Gabrielle Chanel, kembalinya Long Boy, clutch bertassel, tas penuh permata, hingga birdcage minaudière, Chanel Spring 2027 memperlihatkan bahwa aksesori klasik masih bisa tampil mengejutkan ketika disentuh dengan perspektif baru.
- Chanel
- Chanel Paris Fashion Week
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.