5 Rahasia Kecantikan Perempuan Jepang untuk Kulit Glowing dan Awet Muda, Tertarik Coba?

Ket. Potret aktris Jepang Fujisaki Nagi.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kulit sehat, wajah tampak segar, dan penampilan yang seolah tidak banyak berubah meski usia bertambah sering membuat rutinitas kecantikan perempuan Jepang menarik perhatian. Bukan hanya mengandalkan produk skincare, perempuan Jepang dikenal memiliki pendekatan kecantikan yang menggabungkan perawatan kulit, bahan-bahan tradisional, hingga pola hidup sehat.

Menariknya, beberapa ritual tersebut sudah dilakukan secara turun-temurun. Mulai dari memijat wajah, memanfaatkan teh hijau, menggunakan kacang azuki untuk eksfoliasi, hingga memperhatikan kualitas tidur. Meski tidak ada satu ritual yang bisa menghentikan proses penuaan, kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan terawat.

Lantas, apa saja rahasia kecantikan perempuan Jepang yang bisa dicoba dalam rutinitas sehari-hari? Simak berikut ini, Beauties!

1. Pijat Wajah Jadi Ritual Perawatan

Pijat wajah bukan sekadar aktivitas untuk membuat tubuh dan pikiran lebih rileks. Dalam rutinitas kecantikan Jepang, stimulasi lembut pada area wajah juga kerap dilakukan sebagai bagian dari perawatan kulit.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh memang mengalami penurunan. Kolagen sendiri berperan penting dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit. Pijatan wajah yang dilakukan dengan lembut dapat membantu memberikan sensasi rileks sekaligus mendukung sirkulasi pada area wajah.

Namun, Beauties perlu memperhatikan tekniknya. Hindari menekan atau menarik kulit terlalu keras karena gesekan berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi. Jika menggunakan teknik pijat wajah, lakukan secara perlahan dengan tangan yang bersih dan produk yang memberikan cukup slip agar kulit tidak tertarik.

2. Teh Hijau Bukan Cuma untuk Diminum

Kalau selama ini kamu hanya mengenal teh hijau sebagai minuman, perempuan Jepang punya cara lain untuk memanfaatkannya dalam rutinitas kecantikan.

Teh hijau kaya akan senyawa antioksidan, terutama katekin. Kandungan tersebut membuat teh hijau banyak digunakan dalam produk perawatan kulit, seperti toner, lotion, masker, hingga produk perawatan tubuh.

Matcha, yang merupakan teh hijau dalam bentuk bubuk, juga dikenal memiliki kandungan polifenol. Dalam skincare, ekstrak teh hijau kerap digunakan karena sifat antioksidan dan kemampuannya membantu menenangkan kulit.

Meski begitu, bukan berarti Beauties perlu langsung mengoleskan bubuk matcha atau teh hijau dari dapur ke wajah. Produk skincare yang memang diformulasikan dengan ekstrak teh hijau biasanya menjadi pilihan yang lebih praktis dan terukur.

3. Kacang Azuki untuk Eksfoliasi Tradisional

Rahasia kecantikan perempuan Jepang berikutnya datang dari bahan yang mungkin tidak pernah kamu bayangkan: kacang azuki.

Kacang merah kecil yang populer dalam kuliner Jepang ini telah digunakan dalam tradisi perawatan kecantikan selama berabad-abad. Azuki biasanya diolah menjadi bubuk dan digunakan sebagai bagian dari ritual membersihkan kulit.

Kandungan saponin alami pada kacang azuki diketahui memiliki sifat pembersih. Dalam praktik tradisional, bubuk azuki dapat digunakan sebagai eksfoliator untuk membantu mengangkat kotoran dan sel kulit mati.

Namun, eksfoliasi dengan tekstur kasar tidak boleh dilakukan sembarangan. Menggosok wajah terlalu kuat dapat merusak skin barrier dan memicu kemerahan, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Jika ingin mencoba manfaat azuki, lebih aman memilih produk yang memang dirancang untuk digunakan pada wajah.

4. Komenuka, Rahasia dari Dedak Beras

Beras ternyata bukan hanya menjadi makanan pokok masyarakat Jepang. Bagian luar bulir beras yang terlepas selama proses penggilingan, atau yang dikenal sebagai komenuka, juga telah lama dimanfaatkan dalam tradisi perawatan kulit.

Komenuka mengandung sejumlah komponen yang membuatnya menarik sebagai bahan perawatan kecantikan. Bahan ini secara tradisional digunakan dalam scrub dan perawatan tubuh untuk membantu membuat kulit terasa lebih halus dan lembut.

Saat ini, konsep penggunaan dedak beras juga dapat ditemukan dalam berbagai produk skincare modern. Kandungan antioksidannya membuat bahan berbasis beras banyak dilirik untuk membantu menjaga kondisi kulit dan memberikan tampilan yang lebih cerah.

Jadi, bukan cuma skincare mahal yang menjadi perhatian. Bahan tradisional seperti beras pun ternyata punya tempat tersendiri dalam budaya kecantikan Jepang.

5. Beauty Sleep Jadi Kunci yang Sering Diremehkan

Terakhir, ada satu kebiasaan sederhana yang justru sering disepelekan: tidur cukup dan berkualitas.

Saat tidur, tubuh memasuki fase pemulihan. Kulit juga mengalami berbagai proses perbaikan setelah sepanjang hari terpapar faktor lingkungan seperti sinar ultraviolet, polusi, dan perubahan suhu.

Kurang tidur secara terus-menerus dapat membuat wajah terlihat lebih lelah, kusam, dan kurang segar. Sebaliknya, tidur yang cukup membantu tubuh menjalankan proses pemulihan secara optimal.

Itulah mengapa konsep beauty sleep menjadi bagian penting dari pendekatan kecantikan yang lebih menyeluruh. Perawatan kulit tidak hanya berhenti pada serum, masker, atau pelembap, tetapi juga bagaimana seseorang menjaga gaya hidupnya.

Pada akhirnya, rahasia kecantikan perempuan Jepang bukan semata-mata tentang satu bahan ajaib yang bisa membuat seseorang terlihat awet muda. Justru, konsistensi dalam merawat kulit, menjaga kebersihan, memperhatikan pola hidup, serta memberikan tubuh waktu untuk beristirahat menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Jadi, Beauties, kalau ingin memiliki kulit yang tampak sehat dan glowing, mungkin sudah waktunya tidak hanya fokus pada produk skincare. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin justru bisa menjadi fondasi utama untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN