4 Kesalahan yang Bikin Skin Barrier Rusak Meski Rajin Pakai Moisturizer, Kulit Tetap Kering!

Ket. Ilustrasi kulit kering.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM – Sudah rajin menggunakan moisturizer setiap hari, tetapi kulit wajah masih terasa tertarik, kasar, bahkan tampak kusam? Kondisi ini tentu bisa membuat frustrasi, terlebih jika berbagai produk skincare sudah dicoba untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun, kulit yang tetap terasa kering meski sudah menggunakan pelembap tidak selalu berarti moisturizer yang dipakai tidak bagus. Bisa jadi, ada masalah lain yang membuat kelembapan kulit terus menguap. Salah satu penyebab yang perlu diperhatikan adalah kondisi skin barrier atau lapisan pelindung alami kulit.

Menurut dokter spesialis kulit asal Amerika Serikat, dr. Jessica Wu, kulit kering dapat menjadi tanda lapisan pelindung kulit mengalami gangguan sehingga air lebih cepat menguap dari permukaan kulit.

Sementara itu, dermatolog bersertifikat asal Amerika Serikat, dr. Michelle Henry, menjelaskan masalah kulit kurang lembap bisa dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam tubuh maupun lingkungan.

Hal penting lainnya adalah memahami perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi. Kulit kering berkaitan dengan kurangnya produksi minyak alami, sedangkan kulit dehidrasi lebih berhubungan dengan kurangnya kandungan air pada kulit.

Produksi minyak alami kulit juga dapat berubah akibat penggunaan produk tertentu maupun proses penuaan. Karena itu, rutinitas skincare perlu disesuaikan dengan kondisi kulit, bukan sekadar mengikuti tren.

Lantas, mengapa moisturizer terasa seperti tidak bekerja? Berikut beberapa penyebab yang mungkin selama ini tidak disadari.

1. Salah Memilih Formula Moisturizer

Tidak semua moisturizer memiliki kemampuan melembapkan yang sama. Pemilik kulit sangat kering mungkin membutuhkan produk dengan tekstur lebih kaya dibandingkan moisturizer berbentuk gel atau lotion ringan.

Dr. Jessica Wu menjelaskan produk yang hanya mengandung humektan, seperti hyaluronic acid, dapat menarik air ke kulit tetapi belum tentu cukup untuk mengunci kelembapan tersebut.

Karena itu, kulit yang sangat kering dapat membutuhkan kombinasi humektan, emolien seperti ceramide, dan bahan oklusif untuk membantu mempertahankan air di permukaan kulit.

Krim dengan tekstur lebih rich juga bisa menjadi pilihan bagi pemilik kulit yang membutuhkan kelembapan ekstra.

2. Moisturizer Dipakai Terlalu Sedikit

Merasa sudah menggunakan moisturizer dua kali sehari bukan berarti jumlahnya pasti mencukupi kebutuhan kulit.

Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda. Pada kulit yang sangat kering, pemakaian moisturizer mungkin perlu dilakukan lebih sering.

Dr. Michelle Henry juga menyebutkan pemilik kulit kering dapat mempertimbangkan penggunaan pelembap lebih dari sekali dalam sehari.

Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah ketika wajah kembali terasa kaku atau tertarik tidak lama setelah menggunakan moisturizer. Kondisi tersebut bisa menjadi petunjuk kulit masih membutuhkan hidrasi atau perlindungan kelembapan yang lebih baik.

3. Mengaplikasikan Moisturizer di Waktu yang Kurang Tepat

Ternyata, waktu penggunaan moisturizer juga dapat memengaruhi kelembapan kulit.

Dr. Jessica Wu menyarankan penggunaan moisturizer ketika kulit masih dalam kondisi sedikit lembap setelah mencuci wajah. Tujuannya adalah membantu mempertahankan air yang masih berada di permukaan kulit.

Karena itu, jangan menunggu wajah sampai benar-benar terasa kering setelah mencuci muka. Segera lanjutkan dengan moisturizer agar kelembapan kulit tidak terlalu banyak menguap.

Kebiasaan sederhana ini dapat membuat rutinitas skincare menjadi lebih efektif, terutama bagi pemilik kulit kering atau dehidrasi.

4. Terlalu Banyak Menggunakan Produk Aktif

Ini menjadi salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi. Demi mendapatkan kulit yang lebih bersih dan glowing, seseorang justru menggunakan terlalu banyak produk dengan bahan aktif secara bersamaan.

Penggunaan facial wash yang terlalu keras, exfoliating acids, peel pads, hingga retinoid secara berlebihan dapat membuat skin barrier mengalami gangguan.

Dr. Jessica Wu menjelaskan penggunaan berbagai produk tersebut setiap malam berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit dan membuat moisturizer tidak dapat bekerja secara optimal.

Ketika skin barrier terganggu, kulit bisa menjadi lebih mudah terasa kering, kasar, sensitif, atau tertarik. Oleh sebab itu, penggunaan bahan aktif perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan tidak berlebihan.

Pada akhirnya, masalah kulit kering bukan hanya soal seberapa sering seseorang memakai moisturizer. Pemilihan formula, jumlah produk, waktu pemakaian, hingga penggunaan bahan aktif semuanya dapat memengaruhi kemampuan kulit mempertahankan kelembapan.

Jadi, sebelum buru-buru mengganti moisturizer dengan produk baru, coba evaluasi kembali seluruh rutinitas skincare. Bisa saja bukan moisturizer yang bermasalah, melainkan skin barrier yang sedang membutuhkan waktu untuk dipulihkan.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN