Koleksi Dior Spring Summer 2027: Jonathan Anderson Bongkar Sisi Feminin yang Nyaris Terlupakan
Rabu, 30 Sep 2026, 10:00 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Jonathan Anderson kembali membuat gebrakan lewat koleksi terbaru Dior Spring Summer 2027. Alih-alih menghadirkan busana yang sekadar mengikuti tren, sang desainer justru membawa penonton menyelami hubungan antara alam, nostalgia, romantisme, dan sejarah panjang rumah mode asal Prancis tersebut.
Koleksi ini terasa seperti perjalanan kembali ke masa lalu Dior, tetapi dikemas dengan sentuhan yang jauh lebih ringan dan modern. Anderson seolah ingin membuktikan warisan mode puluhan tahun lalu masih bisa terlihat segar tanpa harus kehilangan identitas aslinya.
Sejak dipercaya memimpin Dior, desainer asal Irlandia Utara tersebut memang terlihat semakin kuat mengeksplorasi sisi feminin dan romantis rumah mode itu. Nuansa alam juga menjadi benang merah dalam berbagai koleksinya, mulai dari lokasi pertunjukan di ruang terbuka hingga detail busana dan aksesori yang terinspirasi flora serta fauna.
Untuk koleksi Spring Summer 2027, pendekatan tersebut terasa semakin kuat. Panggung runway dikelilingi pepohonan kamper yang diselimuti kabut, menciptakan atmosfer misterius sekaligus puitis. Inspirasi lainnya datang dari praktik tradisional Tiongkok berupa menggulirkan kacang kenari wenwan di tangan.
Bagi Anderson, aktivitas tersebut memunculkan gagasan tentang bagaimana manusia dapat menemukan pengetahuan, sejarah, sekaligus sesuatu yang berharga dari alam.
65 Look yang Menghidupkan Kembali Arsip Dior

Dok. Dior
Lebih dari 65 tampilan ditampilkan dalam koleksi ini. Anderson menggabungkan dua sumber inspirasi utama, yakni warisan desain Dior yang telah berkembang selama hampir delapan dekade dan gerakan seni Romantisisme dari akhir abad ke 18 hingga awal abad ke-19.
Hasilnya adalah koleksi yang terasa lembut, ringan, dan sangat emosional.
Sejumlah busana bahkan tampak begitu tipis dan melayang ketika berjalan di runway. Motif pinstripe, tartan, hingga Prince of Wales check yang biasanya memberikan kesan tegas justru dibuat dengan material ringan sehingga menghasilkan siluet yang bergerak mengikuti tubuh.
Efek tersebut menciptakan kesan seolah pakaian tertiup angin. Nuansanya mengingatkan pada gambaran alam dan gerakan lembut dalam karya seni klasik.
Detail feminin juga kembali menjadi pusat perhatian. Kelopak bunga yang dipotong secara manual menghiasi cropped jacket dan rok mini. Bentuknya mengingatkan pada detail dekoratif yang pernah muncul dalam koleksi debut Anderson untuk Dior.
Tak hanya pakaian, aksesori juga mendapat porsi besar. Anting berbentuk untaian menyerupai lei kembali menjadi salah satu detail styling yang mencuri perhatian. Sementara itu, body chain tipis menjuntai di bagian tubuh dan memberikan sentuhan modern yang sedikit nyeleneh di tengah romantisme koleksi.
Untuk tas, Dior menghadirkan motif semanggi berdaun empat hingga vanity case berbentuk angsa. Yang tak kalah menarik, saddle bag ikonik Dior juga kembali terlihat di atas runway.
La Cigale Dress Dior Kembali dengan Sentuhan Baru

Dok. Dior
Salah satu bagian paling menarik dari koleksi ini adalah bagaimana Anderson membongkar kembali sejarah Dior dan menerjemahkannya ke dalam bahasa mode masa kini.
Salah satu sumber inspirasinya adalah La Cigale, gaun Dior dari 1952 yang dikenal dengan bentuk lembut dan volume khas di bagian pinggul. Dalam versi Anderson, siluet tersebut hadir dengan tulle berlipit berwarna pink lembut seperti permen kapas.
Potongan strapless membuat desain klasik tersebut terasa lebih modern sekaligus tetap mempertahankan karakter glamor gaun cocktail.
Motif houndstooth juga kembali mencuri perhatian. Motif ini memiliki sejarah panjang dalam desain Dior dan kemudian diterjemahkan Anderson menjadi dusters ringan serta cropped jacket.
Dengan perpaduan arsip klasik dan material yang terasa ringan, Dior SS27 seolah sedang mengatakan bahwa masa lalu tidak harus ditinggalkan untuk menciptakan sesuatu yang baru.
Dari Jisoo BLACKPINK hingga Jenniefer Lawrence, Siapa yang Bakal Memakai?

Dok. Istimewa
Koleksi tersebut juga berpotensi menjadi incaran para selebritas yang hadir di barisan depan. Beberapa nama besar terlihat menyaksikan pertunjukan, termasuk Jisoo BLACKPINK, Rihanna, Jennifer Lawrence, Anya Taylor-Joy, Greta Lee, Rosalia, Mia Goth hingga Inde Navarrette.
Siluet vintage yang ditawarkan Anderson memang sangat cocok untuk red carpet. Gaun feminin, detail transparan, rok mini, hingga permainan volume bisa dengan mudah diterjemahkan menjadi penampilan panggung yang dramatis.
Namun, di balik kemewahan tersebut, koleksi Dior SS27 sebenarnya membawa pesan yang cukup sederhana, ringan bukan berarti kehilangan kekuatan.
Anderson menggunakan material transparan, kain tipis, detail bunga, serta siluet yang bergerak untuk menggambarkan datangnya musim panas. Busana dibuat seolah mengikuti hembusan angin sehingga menghasilkan pergerakan alami ketika dikenakan.
Dior Spring Summer 2027 pun terasa seperti pertemuan antara arsip lama dan masa kini. Jonathan Anderson tidak sekadar menghidupkan kembali desain klasik Dior, tetapi mencoba melihat kembali warisan tersebut melalui perspektif yang lebih ringan, romantis, dan dekat dengan alam.
Koleksi ini akhirnya menjadi bukti nostalgia dalam dunia fashion tidak selalu berarti mengulang masa lalu. Dengan pendekatan yang tepat, desain lama justru bisa terasa kembali hidup dan relevan.
- Dior
- Jonathan Anderson
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.