5 Infeksi Terkait dengan 2,3 Juta Kasus Kanker Baru, Bukan Cuma Rokok!

Ket. Ilustrasi bakteri.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Selama ini, kanker sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, pola makan tidak sehat, hingga kurangnya aktivitas fisik. Namun, ada faktor lain yang ternyata tidak boleh diremehkan: infeksi.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet Oncology menyoroti kaitan sejumlah infeksi dengan kasus kanker di seluruh dunia. Berdasarkan analisis tersebut, infeksi yang disebabkan oleh patogen tertentu berkaitan dengan sekitar 12 persen dari seluruh kasus kanker yang terdiagnosis pada 2024, atau setara dengan sekitar 2,3 juta kasus baru.

Temuan ini menunjukkan pencegahan infeksi juga dapat menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko kanker. Pasalnya, beberapa infeksi tersebut sebenarnya sudah memiliki langkah pencegahan, seperti vaksinasi, skrining, pengobatan, hingga penerapan praktik kesehatan yang lebih aman.

Lantas, infeksi apa saja yang masuk dalam daftar tersebut?

1. Helicobacter pylori, Bakteri yang Bersarang di Lambung

Nama Helicobacter pylori atau H. pylori mungkin belum terlalu familiar bagi banyak orang. Padahal, bakteri ini dapat hidup di lapisan mukosa lambung dan berkaitan dengan berbagai masalah pada saluran pencernaan.

Dalam studi tersebut, H. pylori menjadi salah satu patogen yang memiliki kontribusi terbesar terhadap kasus kanker. Infeksi ini dikaitkan dengan sekitar 4 persen dari seluruh kasus kanker baru pada 2024, atau sekitar 760 ribu kasus.

Kehadiran H. pylori dalam tubuh tidak selalu berarti seseorang langsung mengalami kanker. Namun, infeksi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan peningkatan risiko kanker lambung.

2. HPV, Virus yang Berkaitan Erat dengan Kanker Serviks

Berikutnya ada human papillomavirus (HPV). Virus ini dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir serta memiliki banyak tipe.

Beberapa tipe HPV berisiko tinggi diketahui berkaitan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker serviks. Dalam studi tersebut, infeksi HPV juga dikaitkan dengan sekitar 4 persen kasus kanker baru pada 2024.

Pencegahan HPV menjadi salah satu hal yang penting karena sudah tersedia vaksin HPV. Selain itu, skrining juga berperan dalam mendeteksi perubahan pada sel serviks sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

3. Virus Hepatitis B yang Menyerang Hati

Virus hepatitis B atau HBV juga masuk dalam daftar patogen yang berkaitan dengan kasus kanker. Infeksi HBV menyerang hati dan pada sebagian orang dapat berkembang menjadi infeksi kronis.

Dalam penelitian tersebut, HBV dikaitkan dengan sekitar 2 persen kasus kanker baru pada 2024.

HBV dapat menular melalui paparan darah maupun cairan tubuh tertentu. Karena itu, pencegahan penularan dan deteksi infeksi menjadi penting, terutama karena infeksi hepatitis B kronis dapat meningkatkan risiko penyakit hati serius, termasuk kanker hati.

Salah satu langkah pencegahan yang telah tersedia adalah vaksinasi hepatitis B.

4. Virus Epstein-Barr, Sering Tak Disadari

Virus Epstein-Barr atau EBV merupakan bagian dari kelompok virus herpes dan termasuk infeksi yang cukup umum.

EBV dikenal antara lain karena dapat menyebabkan mononukleosis infeksiosa. Namun, dalam konteks kanker, infeksi EBV juga telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker tertentu.

Studi tersebut memperkirakan EBV berkaitan dengan sekitar 1 persen kasus kanker baru pada 2024.

Meski demikian, keberadaan virus ini tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker. Hubungan antara infeksi dan kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor, sehingga temuan tersebut perlu dipahami dalam konteks risiko populasi.

5. Virus Hepatitis C

Selain hepatitis B, ada pula virus hepatitis C (HCV) yang berkaitan dengan kasus kanker. Virus ini terutama menyerang hati dan dapat menyebabkan infeksi kronis.

Kontribusinya terhadap keseluruhan kasus kanker baru pada 2024 diperkirakan kurang dari 1 persen. Meski proporsinya lebih kecil dibanding beberapa patogen lain dalam daftar, hepatitis C tetap menjadi perhatian karena infeksi kronis dapat meningkatkan risiko kerusakan hati dan komplikasi serius.

Pencegahan Infeksi Bisa Jadi Kunci

Temuan tersebut menunjukkan pencegahan kanker tidak hanya berkaitan dengan menghindari rokok atau menjalani pola hidup sehat. Mengendalikan infeksi tertentu juga berpotensi memberikan dampak besar terhadap jumlah kasus kanker secara global.

Para peneliti menyoroti sejumlah agen infeksi yang berkaitan dengan kanker sebenarnya sudah memiliki langkah pencegahan atau penanganan, mulai dari vaksin, pemeriksaan diagnostik, pengobatan, hingga praktik penyuntikan yang aman.

Namun, akses terhadap pencegahan dan layanan kesehatan masih menjadi tantangan. Sebagian besar kasus kanker yang berkaitan dengan infeksi dalam studi tersebut berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, serta negara-negara Afrika di wilayah sub-Sahara.

Karena itu, meningkatkan akses terhadap vaksinasi, skrining, diagnosis, dan pengobatan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi beban kanker yang berkaitan dengan infeksi.

Yang perlu digarisbawahi, infeksi tidak berarti seseorang pasti akan terkena kanker. Hubungan tersebut merupakan persoalan risiko dan faktor biologis yang kompleks. Namun, mengetahui jenis infeksi yang berkaitan dengan kanker dapat membantu masyarakat lebih memahami pentingnya pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara tepat.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN