Syifa Hadju Dihujat Usai Komentari Bocor Wajah Anak Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Kok Nyalahin Netizen?
Ket. Syifa Hadju tuai hujatan usai komentar bocor muka anak Al Ghazali dan Alyssa Daguise.
Doc: Istimewa
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Syifa Hadju ikut buka suara soal polemik wajah anak Al Ghazali dan Alyssa Daguise yang sempat terlihat di media sosial. Namun, bukannya mendapat banyak dukungan, pernyataan Syifa justru membuat sejumlah netizen geram.
Pasalnya, Syifa meminta publik berhenti membagikan maupun mencari wajah bayi tersebut. Ia menegaskan bahwa status orang tua sebagai public figure tidak menghilangkan hak mereka untuk menentukan seberapa banyak wajah dan kehidupan anak yang ingin dibagikan kepada publik.
“Public figure or not, parents still have the right to decide how much of their child they want to share publicly,” tulis Syifa Hadju.
Ia kemudian meminta netizen menghormati keputusan tersebut dan tidak lagi berusaha mencari wajah sang bayi.
“So please stop sharing or trying to find the baby's face, and kindly keep it to yourself guys,” lanjutnya.
Pesan soal privasi anak tersebut sebenarnya cukup jelas. Namun, sejumlah netizen justru merasa ada bagian yang mengganjal. Mereka menilai unggahan Syifa terkesan membalikkan persoalan kepada publik, seolah-olah netizen menjadi pihak utama yang harus disalahkan karena penasaran dan mencari wajah bayi.
“Kenapa Malah Kesan Nge-Gaslighting Netizen?”
Salah satu komentar yang menyoroti unggahan Syifa bahkan secara terang-terangan mempertanyakan mengapa publik seolah diarahkan menjadi pihak yang bersalah.
“Sorry to say kenapa malah terkesan nge-gaslighting netizen sih?” tulis seorang netizen.
Menurutnya, persoalan awal bukan berasal dari paparazzi yang diam-diam mengambil gambar sang bayi. Wajah anak tersebut justru disebut terlihat melalui vlog pribadi keluarga.
Karena itu, netizen tersebut menilai ada perbedaan antara orang sengaja mencari wajah bayi dengan wajah bayi yang tanpa sengaja terlihat dalam konten keluarga sendiri.
“Kalau mau jaga privacy anaknya ya udah jangan diajakin ngonten karena resiko bocor itu pasti ada,” lanjut komentar tersebut.
Pandangan ini kemudian mendapat respons dari netizen lain yang merasa persoalannya memang seharusnya dimulai dari pihak yang membuat dan mengunggah konten.
“Yang Spill Malah Keluarga Sendiri”
Komentar lain bahkan menilai keluarga justru perlu melakukan introspeksi sebelum meminta publik untuk berhenti membicarakan wajah bayi.
“Sepertinya mereka gak nyangka kesebarnya malah bukan dari netizen, tapi justru dari lingkungan mereka sendiri yang lengah,” tulis seorang pengguna media sosial.
Kalimat tersebut menjadi inti kritik terhadap pernyataan Syifa.
Bagi netizen yang memiliki pandangan serupa, menjaga privasi anak tidak cukup hanya dengan meminta masyarakat untuk tidak mencari atau menyebarkan wajahnya. Pencegahan seharusnya dilakukan sejak awal, terutama ketika anak berada di dalam sebuah vlog yang memang nantinya akan dikonsumsi publik.
Jika wajah bayi memang sengaja ditutup, proses editing seharusnya menjadi tahap penting untuk memastikan tidak ada bagian wajah yang masih terlihat sebelum video dipublikasikan.
Bahkan, menurut sejumlah komentar, pengecekannya tidak perlu terlalu rumit. Cukup memastikan kembali setiap bagian video yang menampilkan bayi sudah aman sebelum tombol upload ditekan.
Netizen: Jangan Sampai Publik yang Disalahkan
Inilah yang membuat komentar Syifa kemudian diperdebatkan. Sebagian netizen sebenarnya setuju dengan pesannya bahwa wajah bayi seharusnya tidak disebarluaskan.
Namun, mereka tidak sepakat jika persoalan tersebut seolah berhenti pada permintaan agar netizen tidak kepo.
Sebab, apabila wajah bayi memang pertama kali terlihat akibat kelalaian dalam konten keluarga, menurut mereka tanggung jawab untuk mencegah kebocoran privasi juga berada pada pihak yang membuat dan mengunggah konten.
Dengan kata lain, netizen tidak sedang membenarkan penyebaran wajah bayi. Mereka mempertanyakan mengapa publik seolah menjadi sasaran teguran utama ketika sumber awal kontennya justru berasal dari lingkungan keluarga sendiri.
Perdebatan ini akhirnya membuat nama Syifa ikut terseret. Maksudnya untuk mengingatkan publik soal privasi anak justru ditanggapi dengan kritik bahwa pernyataan tersebut kurang menyentuh akar persoalan.
Privasi Bayi atau Kelalaian Konten?
Polemik ini pada akhirnya mempertemukan dua sudut pandang.
Pertama, orang tua memang memiliki hak untuk menentukan apakah wajah anak mereka ingin diperlihatkan kepada publik atau tidak. Ketika keluarga memilih merahasiakannya, masyarakat seharusnya menghormati keputusan tersebut dan tidak ikut menyebarluaskannya.
Kedua, apabila wajah bayi tidak sengaja terlihat melalui konten keluarga, proses pencegahan juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Mulai dari pengambilan gambar, editing, hingga pengecekan terakhir sebelum video dipublikasikan.
Karena itu, kritik terhadap Syifa sebenarnya bukan semata-mata soal apakah publik setuju atau tidak dengan pentingnya privasi bayi. Yang dipersoalkan adalah cara melihat kronologi masalahnya.
Bagi sebagian netizen, meminta publik berhenti mencari wajah bayi memang benar. Namun, meminta publik bertanggung jawab tanpa menyoroti bagaimana wajah tersebut pertama kali bisa terlihat dianggap tidak menyelesaikan persoalan.
Alhasil, niat Syifa untuk membela privasi anak justru membuka perdebatan baru. Bukannya hanya membahas hak privasi bayi, netizen kini ramai mempertanyakan satu hal: kalau wajah bayi awalnya terlihat dari vlog keluarga sendiri, kenapa netizen yang malah terkesan disalahkan?
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Syifa Hadju Dihujat Usai Komentari Bocor Wajah Anak Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Kok Nyalahin Netizen? .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!