Kronologi 10 Mahasiswa Teknik UGM Diperiksa Usai Grup Chat Cabul Viral, Terancam Dinonaktifkan!
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kasus percakapan di grup chat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diduga mengarah pada pelecehan seksual terhadap mahasiswi memasuki tahap pemeriksaan. Fakultas Teknik UGM menyebut setidaknya ada 10 mahasiswa yang telah diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam percakapan tersebut.
Kasus ini mencuat setelah percakapan mahasiswa Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi (DTETI) UGM beredar dan menjadi perhatian publik. Isi percakapan yang diduga mengandung unsur pelecehan seksual kemudian mendorong pihak kampus untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.
Berikut kronologi perkembangan kasus tersebut.
Percakapan di Grup Chat Mahasiswa Viral
Awalnya, percakapan dalam grup chat mahasiswa DTETI UGM beredar di tengah publik. Percakapan tersebut menjadi sorotan karena diduga memuat pembahasan yang mengarah pada pelecehan seksual terhadap mahasiswi.
Beredarnya percakapan tersebut kemudian mendapat perhatian dari pihak Fakultas Teknik UGM. Kampus melakukan penelusuran untuk mengetahui siapa saja mahasiswa yang diduga terlibat dalam percakapan tersebut.
Karena proses pemeriksaan masih berlangsung, pihak kampus belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai keterlibatan masing-masing mahasiswa.
10 Mahasiswa Angkatan 2024 Diperiksa
Perkembangan terbaru disampaikan Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Selo, pada Selasa, 29 September 2026.
Selo mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan 10 mahasiswa yang diduga terlibat. Kesepuluh mahasiswa tersebut diketahui berasal dari angkatan 2024.
Menurut Selo, pemeriksaan tidak otomatis berhenti pada 10 mahasiswa tersebut. Fakultas Teknik masih menelusuri kemungkinan adanya mahasiswa lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut.
Artinya, jumlah mahasiswa yang diperiksa masih bisa bertambah seiring berjalannya proses investigasi.
Terduga Pelaku Akan Dinonaktifkan
Fakultas Teknik UGM juga mengambil langkah terhadap mahasiswa yang diduga terlibat.
Selo menegaskan bahwa seluruh terduga pelaku akan dinonaktifkan dari kegiatan perkuliahan selama proses pemeriksaan berlangsung.
Langkah tersebut dilakukan di tengah proses pengusutan kasus yang masih berjalan. Kampus juga ingin memastikan pemeriksaan dapat dilakukan tanpa mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik.
Satgas PPKS UGM Ikut Mengawal
Penanganan kasus ini tidak dilakukan hanya oleh Fakultas Teknik. Proses pengusutan juga akan dikawal bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UGM.
Keterlibatan Satgas PPKS menjadi bagian dari proses penanganan dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Pihak Fakultas Teknik menyatakan akan terus mengawal proses pemeriksaan hingga kasus tersebut dapat ditangani dengan baik.
Perlindungan Korban Jadi Prioritas
Selain memeriksa mahasiswa yang diduga terlibat, pihak kampus juga menekankan pentingnya memberikan perlindungan kepada korban selama proses berlangsung.
Fakultas Teknik UGM berharap pemeriksaan dapat berjalan secara menyeluruh sekaligus tetap menjaga suasana kampus agar kembali nyaman.
Menurut Selo, langkah tersebut diperlukan untuk melindungi korban sekaligus menjaga integritas proses investigasi dan pemeriksaan.
Pemeriksaan Masih Berlangsung
Hingga 29 September 2026, kasus tersebut masih berada dalam tahap pemeriksaan. FT UGM masih membuka kemungkinan adanya mahasiswa lain yang terlibat dan belum menyampaikan hasil akhir mengenai sanksi definitif.
Dengan demikian, informasi mengenai 10 mahasiswa yang diperiksa saat ini merupakan bagian dari proses penanganan kasus, bukan kesimpulan akhir mengenai kesalahan masing-masing individu.
Pihak kampus masih melanjutkan pemeriksaan bersama Satgas PPKS UGM sembari memastikan perlindungan terhadap korban dan menjaga lingkungan perkuliahan tetap aman.
Perkembangan berikutnya akan bergantung pada hasil investigasi yang dilakukan pihak kampus.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Kronologi 10 Mahasiswa Teknik UGM Diperiksa Usai Grup Chat Cabul Viral, Terancam Dinonaktifkan! .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!