7 Buku yang Relate Banget Sama Problem Gen Z: Insecure, Overthinking hingga Bingung Karier

Ket. Ilustrasi membaca buku

Doc: istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Menjadi bagian dari Gen Z berarti tumbuh di tengah perubahan yang berlangsung begitu cepat. Pilihan pendidikan semakin beragam, dunia kerja terus berkembang, sementara media sosial membuat seseorang lebih mudah membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Situasi tersebut tidak jarang memunculkan berbagai pertanyaan dalam diri anak muda. Mulai dari merasa tertinggal, mempertanyakan pencapaian, hingga kebingungan menentukan arah pendidikan dan karier bisa muncul ketika memasuki fase remaja sampai dewasa muda.

Salah satu cara untuk mendapatkan sudut pandang baru mengenai berbagai persoalan tersebut adalah melalui buku. Bacaan yang dipilih pun tidak harus selalu berupa buku motivasi karena ada banyak buku yang membahas kebiasaan, pengelolaan emosi, pencarian arah hidup, hingga cara menghadapi ketidakpastian.

Bagi Gen Z yang sedang menghadapi insecure, overthinking, atau kebingungan menentukan masa depan, beberapa buku berikut bisa menjadi pilihan. Berikut tujuh rekomendasi buku yang membahas berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan anak muda.

1. Insecurity Is My Middle Name - Alvi Syahrin

Rasa tidak percaya diri dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain menjadi persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan anak muda. Melalui Insecurity Is My Middle Name, Alvi Syahrin mengajak pembaca untuk mengenali perasaan insecure dan melihatnya dari sudut pandang yang lebih positif.

Buku ini dapat menjadi pilihan bagi pembaca yang sedang berusaha memahami dirinya sendiri. Pembaca juga diajak untuk tidak terus menjadikan pencapaian orang lain sebagai ukuran dalam menilai diri.

2. Filosofi Teras - Henry Manampiring

Buat Gen Z yang sering overthinking dan terlalu memikirkan sesuatu yang berada di luar kendali, Filosofi Teras bisa menjadi salah satu bacaan yang menarik. Buku karya Henry Manampiring ini memperkenalkan Stoisisme dengan pendekatan yang praktis dan bahasa yang relatif ringan.

Pembahasannya berkaitan dengan cara menghadapi emosi negatif serta memahami perbedaan antara hal-hal yang bisa dikendalikan dan yang berada di luar kendali. Filosofi Teras juga tercatat sebagai mega best seller menurut Gramedia dan disebut relevan dengan kehidupan generasi milenial serta Gen Z.

3. Atomic Habits - James Clear

Memiliki banyak target tetapi kesulitan untuk konsisten? Atomic Habits karya James Clear membahas bagaimana perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Buku ini dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa maupun pelajar yang ingin membangun rutinitas baru. Kebiasaan seperti belajar, membaca, berolahraga, hingga mengatur waktu dapat dibentuk melalui perubahan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.

4. Designing Your Life - Bill Burnett dan Dave Evans

Sudah masuk kuliah tetapi masih bingung ingin menjadi apa? Designing Your Life karya Bill Burnett dan Dave Evans menawarkan pendekatan untuk membantu pembaca mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam kehidupan maupun karier.

Kedua penulis menggunakan konsep design thinking untuk membantu pembaca melihat pilihan hidup dari berbagai kemungkinan. Buku ini cocok bagi Gen Z yang sedang menentukan arah masa depan dan ingin memahami bahwa perjalanan hidup tidak selalu harus dimulai dengan satu rencana yang langsung tepat.

5. The 7 Habits of Highly Effective Teens - Sean Covey

Untuk pelajar dan remaja yang ingin belajar mengatur diri, The 7 Habits of Highly Effective Teens karya Sean Covey bisa menjadi salah satu pilihan. Buku tersebut mengadaptasi prinsip kebiasaan efektif ke berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja.

Pembahasannya mencakup cara menetapkan tujuan, mengambil keputusan, membangun hubungan dengan orang lain, hingga menciptakan kebiasaan yang lebih baik. Buku ini lebih sesuai bagi pembaca yang mencari panduan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

6. Four Thousand Weeks - Oliver Burkeman

Four Thousand Weeks karya Oliver Burkeman menawarkan perspektif berbeda mengenai waktu dan produktivitas. Buku ini mengajak pembaca menyadari bahwa waktu manusia terbatas sehingga tidak semua hal dapat dilakukan dalam waktu yang bersamaan.

Perspektif tersebut cukup relevan bagi Gen Z yang berada di tengah budaya produktivitas dan sering merasa harus terus melakukan sesuatu. Alih-alih hanya berfokus pada cara menyelesaikan lebih banyak pekerjaan, buku ini mengajak pembaca mempertimbangkan hal-hal yang benar-benar penting.

7. The Book of Almost - Brian Khrisna

Pernah merasa sudah berusaha tetapi hasilnya hanya berujung "hampir"? Perasaan tersebut bisa muncul ketika seseorang hampir mendapatkan sesuatu, hampir mencapai target, atau hampir berada di posisi yang diinginkan.

The Book of Almost karya Brian Khrisna dapat menjadi pilihan bagi pembaca yang sedang berada dalam fase tersebut. Buku ini mengangkat pengalaman mengenai kegagalan, kehilangan, serta berbagai hal yang tidak berjalan sesuai dengan harapan.

Ketujuh buku tersebut menawarkan perspektif yang berbeda dalam menghadapi persoalan yang dekat dengan kehidupan Gen Z. Mulai dari memahami rasa insecure, mengelola overthinking, membangun kebiasaan, menentukan arah karier, hingga berdamai dengan sesuatu yang tidak sesuai ekspektasi.

Kirim
Tulisan Terkait
FAVORIT PEMBACA

TERBARU
PILIHAN