Sering Dilakukan, 5 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Mempercepat Kulit Wajah Kendur

Ket. Kebiasaan yang dapat membuat kulit wajah cepat kendur.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kulit wajah yang mulai kendur merupakan salah satu tanda penuaan yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, proses tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia karena sejumlah kebiasaan sehari-hari juga dapat ikut mempercepat munculnya tanda penuaan pada kulit.

Kondisi kulit dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari paparan sinar matahari, gaya hidup, pola makan hingga kualitas tidur. Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya mengandalkan produk skincare, tetapi juga perlu memperhatikan kebiasaan yang dilakukan setiap hari.

American Academy of Dermatology (AAD) menyebut paparan sinar ultraviolet sebagai salah satu faktor lingkungan yang dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan kulit. Selain itu, kebiasaan seperti merokok dan pola hidup yang kurang sehat juga dapat berpengaruh terhadap kondisi kulit dalam jangka panjang.

Lantas, kebiasaan apa saja yang tanpa sadar dapat membuat kulit wajah lebih cepat kehilangan kekencangannya? Berikut lima di antaranya.

1. Jarang Menggunakan Sunscreen

Sunscreen menjadi salah satu produk yang penting digunakan, terutama bagi orang yang sering beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat mempercepat proses penuaan kulit dan menyebabkan berbagai tanda seperti kerutan serta kulit kendur.

Menurut AAD, sinar UV dapat mempercepat kerusakan kolagen yang berperan dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit. Ketika kolagen rusak, kemampuan kulit untuk mempertahankan kekencangan dapat ikut menurun.

Penggunaan sunscreen juga bukan hanya bertujuan mencegah kulit terbakar atau munculnya flek hitam. AAD merekomendasikan penggunaan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih ketika beraktivitas di luar ruangan untuk membantu melindungi kulit dari paparan UV.

2. Merokok

Kebiasaan merokok tidak hanya berkaitan dengan kesehatan organ pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Zat yang terdapat dalam asap rokok dapat merusak kolagen dan serat elastin yang membantu menjaga kekuatan serta elastisitas kulit.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa racun dari rokok dapat menyebabkan kerusakan pada kolagen dan serat elastis. Akibatnya, kulit dapat kehilangan kekencangan, lebih mudah mengalami kerutan, bahkan terlihat lebih cekung.

AAD juga memasukkan kebiasaan merokok sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat penuaan kulit. Karena itu, menghindari rokok tidak hanya penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat membantu menjaga kondisi kulit.

3. Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

Bagi sebagian orang, makanan dan minuman manis mungkin sulit untuk dilewatkan. Namun, konsumsi gula secara berlebihan dapat berkaitan dengan proses yang disebut glycation, yaitu ketika gula berikatan dengan protein di dalam tubuh.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa proses tersebut dapat menghasilkan senyawa yang merusak protein di sekitarnya. Kondisi ini dapat memengaruhi kolagen sehingga menjadi lebih lemah, kering, dan rapuh.

AAD juga menyebut sejumlah penelitian menemukan hubungan antara pola makan tinggi gula atau karbohidrat olahan dengan percepatan penuaan kulit. Meski demikian, bukan berarti seseorang harus menghindari makanan manis sepenuhnya, melainkan tetap mengatur konsumsinya agar pola makan secara keseluruhan seimbang.

4. Sering Begadang

Kebiasaan tidur larut malam dan memiliki pola tidur yang tidak teratur juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu proses pemulihan tubuh yang berlangsung ketika seseorang beristirahat.

Cleveland Clinic menyebut kualitas tidur yang buruk atau kurang tidur dapat membuat sel-sel tubuh mengalami proses penuaan lebih cepat. Sementara itu, AAD menjelaskan bahwa tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan proses penyegaran dan pembaruan.

Kurang tidur tentu tidak akan membuat wajah langsung kendur hanya dalam satu malam. Namun, jika pola tersebut menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk dapat menjadi salah satu faktor gaya hidup yang berkontribusi terhadap munculnya tanda penuaan kulit.

5. Mengalami Perubahan Berat Badan secara Drastis

Perubahan berat badan yang signifikan dalam waktu relatif singkat juga dapat memengaruhi tampilan kulit. Ketika berat badan turun atau naik secara drastis, volume jaringan di bawah kulit dapat berubah sehingga kulit berpotensi terlihat lebih longgar.

American Academy of Dermatology menyarankan menjaga berat badan tetap sehat dan stabil sebagai salah satu langkah untuk membantu mengurangi masalah kulit kendur. Perubahan berat badan yang dilakukan secara bertahap juga dapat menjadi pendekatan yang lebih sehat dibandingkan menjalani pola diet ekstrem.

Karena itu, orang yang ingin menurunkan berat badan sebaiknya tidak hanya berfokus pada angka di timbangan. Perubahan pola makan dan gaya hidup secara bertahap dapat membantu menjaga kesehatan tubuh sekaligus mendukung kondisi kulit.

Kulit Kendur Tidak Selalu Bisa Dicegah

Kulit kendur pada dasarnya merupakan bagian alami dari proses penuaan yang tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya. Seiring bertambahnya usia, perubahan pada kolagen, elastin, dan struktur jaringan kulit memang dapat membuat elastisitas kulit berkurang.

Meski begitu, kebiasaan sehari-hari tetap dapat berperan dalam memperlambat munculnya sejumlah tanda penuaan. Menggunakan sunscreen, tidak merokok, membatasi konsumsi gula, menjaga kualitas tidur, serta mempertahankan berat badan yang sehat dapat menjadi bagian dari gaya hidup untuk menjaga kesehatan kulit.

Pada akhirnya, menjaga kulit tidak hanya soal memilih produk perawatan yang tepat. Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dari dalam dan luar tubuh juga penting untuk membantu mempertahankan kesehatan serta elastisitas kulit seiring bertambahnya usia.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN