Hanum Mega Ultah Pakai Tema Gyaru, Kenali Tren Fashion Jepang yang Lagi Bangkit
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Beauty influencer Hanum Mega merayakan ulang tahunnya dengan konsep yang cukup berbeda pada 20 September 2026. Pesta yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, tersebut mengusung tema gyaru, subkultur fashion Jepang yang dikenal dengan penampilan berani dan mencolok.
Konsep tersebut membuat para tamu ikut tampil dengan gaya Y2K gyaru yang identik dengan nuansa fashion era 2000-an. Sejumlah elemen yang terlihat antara lain motif leopard, aksen bulu, leg warmers, serta makeup bold yang menjadi bagian dari karakter gaya tersebut.
Apa Itu Gyaru?
Gyaru berasal dari istilah slang Jepang yang diadaptasi dari kata "gal" atau "girl" dalam bahasa Inggris. Istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan perempuan dengan gaya berpakaian, rambut, dan makeup yang lebih berani dibandingkan tren fashion Jepang pada umumnya.
Dalam perkembangannya, gyaru dikenal sebagai salah satu subkultur street fashion Jepang yang memiliki ciri khas kuat. Gaya ini antara lain ditandai dengan rok pendek, rambut yang diwarnai terang atau melalui proses bleaching, kulit kecokelatan, serta riasan wajah yang dibuat lebih mencolok.
Gaya gyaru juga sangat berkaitan dengan kawasan Shibuya di Tokyo yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan budaya anak muda dan street fashion Jepang. Dari kawasan tersebut, berbagai gaya dan subgaya gyaru kemudian berkembang serta memiliki karakter masing-masing.
Sejarah Gyaru dari 1970-an hingga 2000-an
Kemunculan gyaru tidak memiliki satu titik awal yang benar-benar pasti. Namun, gaya tersebut disebut mulai dikenal sejak 1970-an dan perkembangannya turut dipengaruhi oleh semakin kuatnya pengaruh budaya serta fashion Barat di Jepang.
Sejumlah sosok dan tren budaya Barat ikut disebut berpengaruh terhadap kemunculan gaya tersebut, termasuk Pamela Anderson serta iklan sejumlah merek denim seperti Levi's dan Wrangler. Pengaruh tersebut kemudian berpadu dengan budaya fashion anak muda Jepang dan melahirkan tampilan yang lebih berani.
Popularitas gyaru semakin meningkat pada 1990-an ketika perubahan sosial dan ekonomi terjadi di Jepang. Bagi sebagian anak muda, fashion tersebut menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan identitas dan kebebasan diri.
Rekomendasi juga buat kamu:
Memasuki dekade 2000-an, gyaru berkembang menjadi berbagai subgaya dengan karakter berbeda. Dua kelompok yang dikenal pada periode tersebut antara lain shiro gyaru atau gyaru putih dan kuro gyaru atau gyaru hitam.
Ciri Khas Fashion Gyaru
Salah satu bagian paling mudah dikenali dari gaya gyaru adalah makeup. Riasannya cenderung tebal dengan penggunaan eyeliner hitam, bulu mata palsu, contouring, dan softlens berwarna untuk membuat mata terlihat lebih besar serta memberikan kesan wajah yang lebih tegas.
Warna kulit kecokelatan juga kerap menjadi bagian dari tampilan gyaru klasik. Perpaduan antara kulit yang lebih tan dan makeup kontras membuat karakter visual gaya tersebut semakin kuat.
Rambut juga menjadi elemen penting dalam penampilan gyaru. Rambut panjang berwarna pirang atau warna terang lainnya banyak digunakan, baik melalui pewarnaan rambut maupun bantuan wig dan hair extension untuk menciptakan volume.
Sementara dari sisi pakaian, gyaru memadukan pengaruh fashion Jepang dengan gaya Barat. Penampilannya cenderung feminin, trendi, berani, dan tidak takut menggunakan berbagai aksesori untuk membuat keseluruhan look lebih menonjol.
Gyaru Kembali Populer
Setelah sempat mengalami penurunan popularitas karena munculnya berbagai tren fashion baru, gaya gyaru kembali mendapatkan perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, elemen-elemen gyaru kembali terlihat melalui penggunaan kuku panjang berkilau, kaus kaki oversized, serta makeup bold.
Meski membawa karakter dari gaya gyaru klasik, versi yang populer sekarang cenderung lebih kalem dan fleksibel. Hal tersebut membuat elemen gyaru lebih mudah dipadukan dengan tren fashion modern tanpa harus menggunakan seluruh ciri khas gaya tersebut sekaligus.
Kebangkitan gyaru juga terlihat dari munculnya ruang yang secara khusus memperkenalkan budaya tersebut kepada generasi baru. Salah satunya adalah Shibuya Girls International School yang berada di Tokyo Plaza, Harajuku, Tokyo.
Sekolah yang dijalankan Hitomi Akaogi tersebut mengajarkan sejumlah keterampilan seperti bahasa Inggris, pembuatan video, dan pemasaran media sosial. Kehadirannya menunjukkan bahwa gyaru tidak hanya berkembang sebagai gaya berpakaian, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas dan budaya anak muda.
Tema gyaru yang dipilih Hanum Mega untuk pesta ulang tahunnya turut memperlihatkan bagaimana estetika fashion Jepang era 2000-an masih menarik perhatian hingga kini. Dengan kombinasi leopard, aksen bulu, leg warmers, dan makeup mencolok, gaya tersebut kembali hadir dalam bentuk yang lebih modern dan disesuaikan dengan tren masa kini.
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk Hanum Mega Ultah Pakai Tema Gyaru, Kenali Tren Fashion Jepang yang Lagi Bangkit .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!