5 Kebiasaan Sepele yang Bikin Kulit Wajah Cepat Kendur, Bukan Soal Umur!

Ket. Potret wajah kendur.

Doc: Istimewa

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Kulit wajah mulai terlihat kurang kencang, muncul garis halus, atau bagian pipi terasa semakin turun? Banyak orang mungkin langsung menganggap kondisi tersebut sebagai tanda usia mulai bertambah. Padahal, proses penuaan kulit tidak hanya dipengaruhi oleh umur.

Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari juga bisa ikut mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, termasuk kulit wajah yang kehilangan elastisitasnya.

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin dalam kulit memang mengalami penurunan. Akibatnya, kulit secara perlahan kehilangan kekencangan dan kemampuan untuk kembali ke bentuk semula. Namun, faktor eksternal seperti paparan sinar UV dan gaya hidup juga dapat berpengaruh terhadap kondisi kulit.

Menariknya, beberapa kebiasaan yang berpotensi mempercepat proses tersebut justru sering dilakukan dalam rutinitas sehari-hari. Apa saja?

1. Sering Skip Sunscreen

Kalau masih sering melewatkan sunscreen karena merasa hanya berada di dalam rumah atau tidak beraktivitas terlalu lama di luar, kebiasaan ini sebaiknya mulai diperhatikan.

Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap penuaan kulit. Sinar UV dapat merusak struktur kulit dan mempercepat kerusakan kolagen, sehingga kulit berpotensi kehilangan elastisitasnya.

American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan penggunaan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih saat beraktivitas di luar ruangan.

Jadi, sunscreen bukan cuma soal mencegah kulit terbakar atau munculnya noda hitam. Perlindungan dari paparan UV juga menjadi bagian penting dalam menjaga kulit tetap sehat dan membantu meminimalkan tanda-tanda penuaan akibat sinar matahari.

2. Masih Sering Merokok

Merokok ternyata bukan hanya berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat memengaruhi penampilan kulit.

Cleveland Clinic menjelaskan zat beracun dalam rokok dapat merusak kolagen dan serat elastis yang berperan dalam menjaga struktur serta kekencangan kulit. Akibatnya, kulit dapat lebih mudah mengalami kerutan dan kehilangan tampilan yang kenyal.

AAD juga memasukkan kebiasaan merokok sebagai salah satu faktor yang dapat mempercepat penuaan kulit.

Jadi, kalau ingin menjaga kulit tetap terlihat sehat dalam jangka panjang, mengurangi atau berhenti merokok tentu menjadi langkah yang jauh lebih penting daripada sekadar menambah produk skincare.

3. Terlalu Sering Makan dan Minum Manis

Donat, dessert, minuman manis, atau camilan favorit memang sulit ditolak. Tetapi jika konsumsi gula berlebihan menjadi kebiasaan, kondisi tersebut juga perlu diperhatikan.

Cleveland Clinic menjelaskan adanya proses yang disebut glycation, yaitu ketika gula berikatan dengan protein dalam tubuh. Proses ini dapat menghasilkan senyawa yang berpotensi merusak protein di sekitarnya, termasuk kolagen.

Kolagen yang mengalami kerusakan dapat menjadi lebih lemah dan kurang elastis. AAD juga mencatat adanya penelitian yang mengaitkan pola makan tinggi gula atau karbohidrat olahan dengan percepatan tanda-tanda penuaan kulit.

Bukan berarti harus menghilangkan makanan manis sepenuhnya. Kuncinya adalah menjaga pola makan tetap seimbang dan tidak menjadikan makanan tinggi gula sebagai konsumsi berlebihan setiap hari.

4. Hobi Begadang dan Kurang Tidur

“Cuma tidur beberapa jam, besok juga bisa lanjut.” Kalau kalimat ini sudah sering menjadi alasan untuk begadang, kulit mungkin ikut terkena dampaknya.

Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk melakukan berbagai proses pemulihan. Cleveland Clinic menyebutkan kualitas tidur yang buruk atau kurang tidur dapat berhubungan dengan proses penuaan sel yang lebih cepat.

AAD juga menjelaskan tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan proses penyegaran dan pembaruan.

Memang, satu malam begadang tidak otomatis membuat wajah langsung kendur. Namun, pola tidur yang buruk dan berlangsung terus-menerus dapat menjadi salah satu faktor gaya hidup yang kurang mendukung kesehatan kulit.

5. Berat Badan Naik-Turun Secara Drastis

Diet ekstrem mungkin membuat angka di timbangan berubah dengan cepat. Namun, perubahan berat badan yang signifikan juga dapat memengaruhi tampilan kulit.

Ketika berat badan berubah secara drastis, volume jaringan di bawah kulit ikut mengalami perubahan. Kondisi tersebut dapat membuat kulit terlihat lebih longgar, terutama ketika penurunan berat badan terjadi dalam jumlah besar.

Karena itu, menjaga berat badan tetap sehat dan relatif stabil dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mempertahankan kondisi kulit. Jika ingin menurunkan berat badan, perubahan pola makan dan gaya hidup secara bertahap umumnya lebih masuk akal daripada menjalani diet ekstrem.

Kulit Kendur Tidak Selalu Berarti Kamu Salah Merawat Kulit

Meski begitu, jangan langsung panik ketika menemukan kulit wajah mulai kendur. Kondisi tersebut merupakan bagian alami dari proses penuaan dan tidak selalu bisa dicegah sepenuhnya.

Genetik, usia, paparan lingkungan, serta berbagai faktor lainnya dapat memengaruhi bagaimana perubahan kulit terjadi pada setiap orang.

Yang bisa dilakukan adalah mengurangi faktor yang dapat mempercepat penuaan kulit. Mulai dari rutin menggunakan sunscreen, menghindari rokok, menjaga pola makan, mendapatkan tidur yang cukup, hingga menghindari perubahan berat badan yang terlalu ekstrem.

Jadi, sebelum menyalahkan usia atau buru-buru membeli banyak produk anti-aging, coba cek lagi kebiasaan sehari-hari. Bisa jadi, rutinitas kecil yang selama ini dianggap sepele justru ikut memengaruhi kondisi kulit wajah dalam jangka panjang.

Kirim
Tulisan Terkait
PILIHAN