9 Mitos Vasektomi yang Masih Dipercaya, Benarkah Bikin Pria Impoten?

Jum'at, 18 Sep 2026, 16:00 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Keputusan Krisjiana Baharudin, suami penyanyi Siti Badriah, menjalani vasektomi kembali membuat kontrasepsi khusus pria menjadi perhatian. Krisjiana mengungkap keputusan tersebut melalui media sosial pada Kamis (17/9/2026) setelah ia dan Siti sepakat untuk tidak menambah anak.

Krisjiana mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat perjuangan Siti Badriah selama menjalani dua kali kehamilan hingga mengasuh anak. Menurutnya, urusan kontrasepsi dalam keluarga tidak selalu harus menjadi tanggung jawab perempuan karena pria juga dapat mengambil peran melalui pilihan kontrasepsi yang sesuai.

Ket. Foto: Prosedur Vasektomi. — Sumber: Istimewa

Vasektomi merupakan metode kontrasepsi pria dengan cara memotong atau menutup vas deferens, yakni saluran yang membawa sperma dari testis. Setelah prosedur berhasil, sperma tidak lagi masuk ke dalam air mani sehingga tidak dapat menyebabkan kehamilan.

Meski demikian, vasektomi masih kerap dikaitkan dengan berbagai anggapan mengenai kejantanan, kemampuan seksual hingga kesehatan pria. Padahal, sejumlah anggapan tersebut merupakan mitos yang tidak sesuai dengan cara kerja prosedur tersebut.

Berikut sembilan mitos mengenai vasektomi dan fakta di baliknya sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic.

1. Vasektomi Membuat Pria Impoten

Vasektomi tidak menyebabkan impotensi karena prosedur ini dilakukan pada vas deferens, bukan saraf atau pembuluh darah yang berperan dalam proses ereksi. Setelah masa pemulihan, pria tetap dapat mengalami ereksi dan melakukan hubungan seksual.

Dengan demikian, vasektomi tidak secara otomatis menghilangkan kemampuan seksual pria. Fungsi seksual tetap dapat berjalan meskipun saluran pembawa sperma telah ditutup atau dipotong.

2. Vasektomi Menurunkan Gairah Seksual

Salah satu anggapan yang masih beredar adalah vasektomi dapat menurunkan testosteron sehingga membuat gairah seksual pria berkurang. Faktanya, prosedur tersebut tidak menghentikan produksi testosteron oleh testis.

Testis tetap menghasilkan hormon testosteron setelah vasektomi. Karena itu, prosedur ini tidak ditujukan untuk mengubah libido atau gairah seksual pria.

3. Vasektomi Membuat Pria Tidak Bisa Ejakulasi

Vasektomi juga tidak membuat pria kehilangan kemampuan untuk ejakulasi. Setelah menjalani prosedur, pria tetap dapat mengalami orgasme dan mengeluarkan air mani.

Perbedaannya terletak pada kandungan air mani setelah prosedur berhasil. Sperma tidak lagi keluar melalui air mani dalam jumlah yang dapat menyebabkan kehamilan.

4. Vasektomi Langsung Membuat Pria Steril

Vasektomi tidak langsung memberikan efek kontrasepsi maksimal sesaat setelah operasi. Sperma masih dapat berada di saluran reproduksi untuk sementara waktu setelah prosedur dilakukan.

Karena itu, pria yang baru menjalani vasektomi tetap perlu menggunakan metode kontrasepsi lain hingga pemeriksaan air mani menunjukkan bahwa prosedur telah berhasil. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan tidak ada lagi sperma dalam jumlah yang dapat menyebabkan kehamilan.

5. Vasektomi Membuat Air Mani Berkurang Drastis

Ada pula anggapan bahwa vasektomi akan membuat jumlah air mani berkurang secara signifikan. Padahal, sperma hanya menjadi bagian kecil dari cairan yang keluar saat ejakulasi.

Sebagian besar cairan semen justru diproduksi oleh kelenjar lain dalam sistem reproduksi. Karena itu, perubahan volume air mani setelah vasektomi umumnya tidak terlalu terlihat.

6. Vasektomi Merusak Fungsi Testis

Vasektomi tidak membuat testis berhenti bekerja. Testis tetap menjalankan fungsinya untuk menghasilkan sperma dan testosteron setelah prosedur.

Sperma yang tidak dapat melewati vas deferens akan diserap kembali oleh tubuh. Dengan demikian, vasektomi tidak berarti fungsi testis berhenti sepenuhnya.

7. Vasektomi Meningkatkan Risiko Kanker Prostat

Hubungan antara vasektomi dan kanker prostat memang pernah menjadi bahan penelitian. Namun, belum terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa vasektomi secara langsung menyebabkan kanker prostat.

Karena itu, anggapan bahwa pria yang menjalani vasektomi pasti memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat tidak dapat dianggap sebagai fakta medis. Informasi mengenai risiko kesehatan tetap sebaiknya dibahas bersama tenaga kesehatan berdasarkan kondisi masing-masing.

8. Vasektomi Selalu Menyebabkan Sakit Parah

Rasa tidak nyaman dapat muncul setelah vasektomi, termasuk nyeri ringan, bengkak atau sensasi seperti tertarik pada area tindakan. Namun, rasa sakit berat bukan merupakan kondisi yang selalu dialami setiap pasien.

Masa pemulihan dapat berbeda pada setiap orang. Pasien tetap perlu mengikuti petunjuk dokter selama masa pemulihan dan berkonsultasi apabila mengalami keluhan yang mengkhawatirkan.

9. Vasektomi Bisa Dibatalkan Kapan Saja

Vasektomi sebaiknya dipandang sebagai metode kontrasepsi permanen. Meskipun terdapat prosedur untuk mencoba menyambungkan kembali vas deferens, tindakan tersebut tidak menjamin kesuburan akan kembali.

Karena itu, keputusan menjalani vasektomi perlu dipertimbangkan secara matang oleh pasangan. Terutama bagi pasangan yang masih memiliki kemungkinan ingin mempunyai anak di masa mendatang, konsultasi dengan tenaga kesehatan penting dilakukan sebelum menentukan pilihan.

Vasektomi Bukan untuk Mengubah Fungsi Seksual

Pada dasarnya, vasektomi ditujukan untuk mencegah kehamilan, bukan untuk menghilangkan fungsi seksual pria. Prosedur tersebut juga tidak melindungi dari infeksi menular seksual sehingga perlindungan lain tetap diperlukan jika terdapat risiko penularan.

Pilihan kontrasepsi sebaiknya dibicarakan bersama oleh pasangan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan, kebutuhan dan rencana keluarga. Vasektomi sendiri merupakan tindakan medis yang perlu dilakukan setelah melalui konsultasi dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

  • Vasektomi
  • Siti Badriah

Redaktur: Afifa Khoirunnisa

Penulis: Afifa Khoirunnisa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.