Ralph Lauren Terancam Boikot Imbas Gandeng Gal Gadot, Selamat Tinggal Selamanya!
Selasa, 15 Sep 2026, 09:15 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Ralph Lauren tengah menjadi sorotan setelah kampanye fashion terbarunya bersama Gal Gadot menuai gelombang kritik di media sosial. Kolaborasi tersebut bahkan memicu seruan boikot terhadap rumah mode asal Amerika Serikat itu.
Gal Gadot dipercaya menjadi muse dalam kampanye terbaru Ralph Lauren. Aktris yang dikenal lewat perannya sebagai Wonder Woman tersebut tampil dalam sampul majalah Modern Luxury edisi September 2026 dengan mengenakan sejumlah koleksi Fall 2026 dari Ralph Lauren.
Foto-foto pemotretan Gal Gadot kemudian dibagikan Ralph Lauren melalui akun Instagram resminya pada pekan ini. Dalam sejumlah potret tersebut, aktris asal Israel itu terlihat mengenakan busana bernuansa glamor dengan aksen serta detail berwarna keemasan.
Namun, unggahan tersebut justru memicu perdebatan sengit di kalangan pengguna media sosial. Sebagian netizen mempertanyakan keputusan Ralph Lauren memilih Gal Gadot sebagai wajah kampanye, terutama karena latar belakang dan sikap politik sang aktris yang selama ini diketahui publik.
Kritik terutama diarahkan pada status Gal Gadot sebagai warga Israel dan dukungannya terhadap Israel serta militer Israel. Bahkan, beberapa pengguna media sosial secara terbuka mengajak konsumen untuk berhenti membeli produk Ralph Lauren.
"Seruan besar-besaran untuk memboikot Ralph Lauren setelah memilih mantan tentara IDF Israel, Gal Gadot, untuk kampanye terbarunya. Selamat tinggal, Ralph Lauren, selamanya," tulis seorang pengguna di X.
Seruan boikot tersebut tak berhenti pada ajakan untuk tidak membeli produk baru. Seorang pengguna bahkan mengaku ingin mengembalikan pakaian Ralph Lauren yang sebelumnya telah dibeli.
"Saya ingin mengembalikan setiap pakaian yang saya beli dan meminta uang saya kembali," tulisnya. Ia kemudian mengaitkan keputusan Ralph Lauren tersebut dengan isu kemanusiaan dan hak anak-anak untuk hidup.
Netizen lainnya mengaku sebagai pelanggan setia Ralph Lauren sebelum akhirnya memutuskan berhenti membeli produk brand tersebut. Ia bahkan mengatakan akan mengalihkan uangnya untuk membeli produk dari merek lain.
"Saya dulu pembeli setia kaus Polo. Tidak lagi," tulis pengguna tersebut, sembari menyebut Brooks Brothers sebagai alternatif.
Kontroversi ini tidak lepas dari sikap Gal Gadot yang selama bertahun-tahun dikenal terbuka dalam menyuarakan dukungannya terhadap Israel. Sikap tersebut semakin menjadi perhatian setelah konflik Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023.
Saat itu, Gal Gadot secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Israel melalui media sosial. Ia menyerukan agar masyarakat dunia turut menunjukkan sikap terhadap serangan yang terjadi pada 7 Oktober.
"Saya berdiri bersama Israel, kalian juga seharusnya begitu," tulis Gal Gadot dalam unggahannya kala itu.
Ia juga mengecam tindakan yang disebutnya sebagai teror dan meminta dunia tidak tinggal diam.
Sikap politik Gal Gadot tersebut kembali menjadi sorotan ketika Ralph Lauren memilihnya sebagai muse untuk kampanye fashion terbaru. Bagi sejumlah netizen, keputusan tersebut dianggap sebagai bentuk keberpihakan brand sehingga mereka memilih menyerukan aksi boikot.
Di sisi lain, hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Ralph Lauren maupun Gal Gadot mengenai gelombang kritik dan seruan boikot yang muncul setelah kampanye tersebut dipublikasikan.
Kontroversi ini pun masih menjadi perbincangan di media sosial, terutama terkait keputusan brand fashion dalam memilih figur publik sebagai wajah kampanye di tengah isu politik dan kemanusiaan yang sensitif.
- Gal Gadot
- boikot
Redaktur: Alfina Febriyana
Penulis: Alfina Febriyana
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.