Rahasia Kulit Glowing Pengantin Kaili lewat Lulur Ketan Hitam 'Badabida'

Minggu, 13 Sep 2026, 19:58 WIB

JAKARTA, KUCANTIK.COM - Sebelum era skincare modern dan perawatan spa mahal menjamur seperti sekarang, para perempuan Suku Kaili di Sulawesi Tengah ternyata sudah punya rahasia kecantikan kulit yang magis. Lewat tradisi kuno yang diwariskan turun-temurun, ketan hitam disulap menjadi ramuan lulur alami pembawa aura glowing untuk para calon pengantin.

Lulur tradisional ini dikenal dengan nama badabida. Dalam ritual adat penikahan Kaili yang disebut nombungu, calon pengantin akan dibalut dengan olahan ketan hitam dari ujung kepala hingga kaki.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Kini, tradisi kecantikan langka tersebut kembali dibangkitkan dan dikemas lebih modern agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas.

Bocoran Resep Nenek dan Rahasia Ketan Hitam

Adalah Nelam Ayu Kusuma, pendiri merek Nelamayu Tradisional asal Sigi, Sulawesi Tengah, yang berada di balik kembalinya lulur kuno ini. Nelam menceritakan bahwa inspirasi mengolah perawatan alami tak cuma berasal dari lulur badabida, tapi juga dari resep sang nenek yang pernah menjadi ahli herbal di zaman pendudukan Jepang.

Dahulu kala, saat obat-obatan medis sangat sulit didapatkan, sang nenek meracik bada kumba (bedak dingin) berbahan dasar beras, kunyit kayu, kencur, hingga daun basakaling untuk menjaga kesehatan kulit bayi dan anak-anak.

Berbekal resep keluarga dan kecintaannya pada warisan tradisi, Nelam kemudian menyulap bedak badabida yang dulunya tebal dan sederhana menjadi produk body scrub modern yang sangat praktis digunakan tanpa menghilangkan nilai budayanya.

Bukan Sekadar Skincare, Tapi Juga Berdayakan Petani Lokal

Menariknya, kecantikan yang dihadirkan oleh lulur badabida ini nggak cuma memanjakan kulit, tapi juga memberi dampak baik bagi lingkungan dan masyarakat lokal.

Bahan baku ketan hitam berkualitas didapatkan langsung dari para petani di Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Tak tanggung-tanggung, puluhan kilogram ketan hitam diserap langsung dari hasil panen lokal dalam sekali produksi.

Selain itu, proses pembuatannya mengusung konsep ramah lingkungan (zero waste). Sisa dedak penggilingan dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak, sementara sisa abu sangrainya difungsikan sebagai abu gosok rumah tangga.

Melalui inovasi ini, perawatan khas perempuan Kaili kini tidak hanya dirasakan oleh calon pengantin di ruang adat saja, tetapi juga bisa menjangkau para pecinta skincare alami di seluruh Indonesia. Sebuah bukti bahwa rahasia cantik alami ala leluhur tak kalah bersaing dengan produk kecantikan modern!

  • Beauty

Redaktur: Muhammad Ihsan Karim

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.