BELIFT LAB dan Min Hee Jin Kembali Berseteru dalam Sidang Gugatan 2 Miliar KRW
JAKARTA, KUCANTIK.COM - Perseteruan antara BELIFT LAB dan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, kembali memanas dalam sidang kedelapan gugatan ganti rugi senilai 2 miliar won Korea (KRW).
Sidang tersebut digelar di Pengadilan Distrik Barat Seoul pada 11 September waktu Korea Selatan, dengan kedua pihak kembali mempertahankan argumen masing-masing terkait kontroversi ILLIT dan tudingan plagiarisme.
Dalam persidangan, pihak BELIFT LAB menilai pernyataan Min Hee Jin mengenai kemiripan ILLIT dengan NewJeans bukan sekadar pendapat pribadi. Mereka berargumen bahwa pernyataan tersebut telah disampaikan sebagai tuduhan faktual oleh seseorang yang memiliki kepentingan langsung dalam persoalan tersebut.
BELIFT LAB juga menuding Min Hee Jin sengaja mengangkat isu plagiarisme untuk mengalihkan kesalahan sekaligus membentuk opini publik terhadap pihaknya.
Menurut mereka, dampak dari pernyataan tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh para anggota ILLIT yang disebut mengalami tekanan mental cukup besar akibat kontroversi yang berkembang.
Lebih jauh, BELIFT LAB menyoroti dugaan adanya upaya memengaruhi anggota NewJeans dan orang tua mereka. Pihak agensi menyebut terdapat klaim bahwa HYBE telah meninggalkan NewJeans demi memberikan dukungan kepada ILLIT.
Dalam persidangan, dugaan komunikasi Min Hee Jin dengan anggota NewJeans turut menjadi sorotan. Ia disebut pernah mengirim pesan dalam obrolan grup dengan menanyakan apakah dirinya perlu “memarahi ILLIT”.
BELIFT LAB juga menuding Min Hee Jin meminta para orang tua meninggalkan percakapan setelah proses audit dimulai, yang menurut mereka berkaitan dengan upaya menyembunyikan keterlibatannya.
Di sisi lain, tim hukum Min Hee Jin membantah konstruksi tersebut. Mereka menyatakan tindakan kliennya merupakan bagian dari tanggung jawab seorang CEO dalam menjaga standar kreatif dan identitas artistik perusahaan.
Menurut kubu Min Hee Jin, persoalan kemiripan visual maupun koreografi bukanlah isu yang muncul tanpa dasar karena sebelumnya telah menjadi perhatian publik.
Rekomendasi juga buat kamu:
Tim hukum Min Hee Jin juga mempertanyakan dasar perhitungan kerugian yang diajukan BELIFT LAB. Mereka berpendapat bahwa klaim kerugian tersebut sulit dibuktikan, mengingat ILLIT tetap dapat menjalankan aktivitas dan promosi secara sukses hingga saat ini.
Dengan masing-masing pihak tetap mempertahankan argumennya, persidangan ini menjadi salah satu tahap penting dalam konflik panjang antara kedua kubu.
Setelah mempertimbangkan berbagai bukti dan keterangan yang telah diajukan selama proses persidangan, pengadilan dijadwalkan menyampaikan putusan akhir pada 13 November pukul 17.00 waktu Korea Selatan.
Putusan tersebut nantinya akan menjadi titik penting untuk menentukan bagaimana pengadilan menilai tudingan, dampak pernyataan Min Hee Jin, serta klaim ganti rugi senilai 2 miliar KRW yang diajukan BELIFT LAB.*
Komentar (0)
Belum ada komentar untuk BELIFT LAB dan Min Hee Jin Kembali Berseteru dalam Sidang Gugatan 2 Miliar KRW .
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!