Hati-Hati! 4 Produk Skincare Ini Bisa Merusak Skin Barrier jika Dipakai Setiap Hari
Jum'at, 11 Sep 2026, 22:40 WIBJAKARTA, KUCANTIK.COM - Penggunaan produk skincare secara konsisten memang menjadi salah satu kunci untuk mendapatkan kulit yang sehat, halus, dan bercahaya. Namun, tidak semua produk skincare aman atau memang dirancang untuk digunakan setiap hari.
Sejumlah produk mengandung bahan aktif dengan konsentrasi tinggi yang justru dapat memberikan efek kurang baik apabila digunakan secara berlebihan. Pemakaian terlalu sering berpotensi merusak lapisan pelindung kulit atau skin barrier, memicu iritasi, hingga menyebabkan kemerahan.
Karena itu, beberapa jenis skincare perlu digunakan dengan frekuensi yang tepat agar manfaatnya tetap maksimal tanpa mengorbankan kesehatan kulit.
Bersumber dari American Academy of Dermatology (AAD), Healthline, dan Byrdie, berikut empat produk skincare yang sebaiknya tidak digunakan setiap hari untuk membantu mencegah iritasi pada kulit.
1. Exfoliating Toner atau Serum dengan Kandungan AHA/BHA Tinggi
Produk eksfoliasi kimiawi yang mengandung AHA, seperti glycolic acid dan lactic acid, serta BHA (salicylic acid) berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati sekaligus membantu membersihkan pori-pori yang tersumbat.
Meski demikian, penggunaan produk eksfoliasi setiap hari dapat menyebabkan over-exfoliation. Kondisi tersebut dapat membuat lapisan skin barrier menipis sehingga kulit menjadi sangat kering, mengelupas, terasa perih, bahkan mengalami ruam dan kemerahan.
Pakar kulit menyarankan agar penggunaan produk eksfoliasi jenis ini dibatasi sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu.
2. Retinol dan Retinoid
Retinol dan berbagai derivat vitamin A lainnya dikenal sebagai salah satu bahan anti-aging yang efektif. Kandungan tersebut dapat membantu merangsang regenerasi sel kulit serta sintesis kolagen.
Namun, di balik manfaatnya yang besar, penggunaan retinol setiap hari, terutama bagi pemula, dapat memicu sejumlah efek samping. Di antaranya adalah proses purging, kulit kering dan bersisik, hingga munculnya sensasi terbakar.
Bagi yang baru mulai menggunakan retinol, sebaiknya aplikasikan produk secara bertahap, yakni satu hingga dua kali dalam seminggu. Frekuensi penggunaan kemudian dapat ditingkatkan secara perlahan dengan menyesuaikannya pada tingkat toleransi kulit.
3. Clay Mask
Clay mask atau masker berbahan dasar tanah liat, seperti kaolin atau bentonite, dikenal efektif dalam menyerap minyak berlebih dan membantu membersihkan kotoran dari dalam pori-pori.
Akan tetapi, penggunaan masker tanah liat setiap hari justru dapat menyerap kelembapan alami kulit secara berlebihan. Akibatnya, kulit dapat kehilangan kadar air dan mengalami dehidrasi.
Sebagai respons perlindungan terhadap kondisi tersebut, kelenjar minyak justru dapat memproduksi sebum secara berlebihan untuk mengimbangi kekeringan pada kulit.
Oleh karena itu, penggunaan clay mask yang ideal cukup dilakukan satu hingga dua kali dalam seminggu.
4. Peel-Off Mask
Peel-off mask dirancang untuk ditarik langsung dari permukaan kulit setelah masker mengering. Proses tersebut bertujuan membantu mengangkat komedo dan kotoran yang menempel di permukaan kulit.
Namun, jika digunakan setiap hari, tarikan mekanis dari masker dapat mengikis sel kulit sehat secara paksa. Penggunaan yang terlalu sering juga berpotensi merusak elastisitas jaringan serta memicu peradangan pada folikel rambut di wajah.
Selain itu, penggunaan peel-off mask secara berulang setiap hari dapat melemahkan skin barrier secara signifikan.
Karena itu, penggunaan peel-off mask sebaiknya dibatasi maksimal satu kali dalam seminggu. Sebagai alternatif, Anda juga dapat memilih metode pembersihan komedo yang lebih lembut.
- Produk Skincare Perusak Skin Barrier
- Kandungan Produk Skincare
Redaktur: Fitrya A Kusumah
Penulis: Fitrya A Kusumah
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2025 - 2026 Kucantik.Com ®
All rights reserved.